Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Market

Dulu Calo Tiket di Bandara, Kini Jadi Pemilik Maskapai Penerbangan

Merry by Merry
May 16, 2026
in Market
0
Dulu Calo Tiket di Bandara, Kini Jadi Pemilik Maskapai Penerbangan
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menjelang awal tahun 2000, perjalanan udara di Indonesia masih dianggap sebagai layanan mahal dan hanya dapat diakses oleh segelintir orang. Hal ini menjadi pemicu bagi Rusdi Kirana untuk merintis munculnya maskapai penerbangan bertarif rendah agar transportasi udara bisa dinikmati oleh masyarakat lebih luas.

You might also like

Strategi Emiten Kesehatan IPO dalam Menghadapi Volatilitas Pasar

JELI Tentukan Harga IPO di Batas Bawah

Lima Bank di Sumut Bergabung Menjadi Satu untuk Perkuat UMKM

Sejak masih berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila, Rusdi telah merintis langkah ini. Ia kemudian bekerja sebagai calo tiket di Bandara Soekarno-Hatta, yang memberinya wawasan akan industri penerbangan dan membantu mengumpulkan modal untuk mendirikan usaha.

Memasuki tahun 1990-an, Rusdi bersama saudaranya, Kusnan Kirana, mendirikan biro perjalanan bernama Lion Tour. Nama “Lion” dipilih karena zodiak keduanya adalah Leo, yang melambangkan keberanian dan kekuatan.

Perintis Penerbangan Bertarif Rendah di Indonesia

Bisnis yang dijalani Rusdi dan Kusnan tersebut berlanjut selama 13 tahun sebelum mencapai titik perkembangan signifikan pada tahun 1999. Pada tahun ini, mereka mendirikan Lion Air setelah mendapat izin untuk mendirikan maskapai swasta baru di Indonesia.

Bermodalkan dua pesawat sewaan, Lion Air akhirnya mendapatkan izin operasional dan mulai beroperasi pada 30 Juni 2000. Rute perdana yang dilayani adalah Jakarta-Pontianak dengan harga tiket yang hanya Rp 300 ribu, jauh lebih murah dari harga kompetitor yang menawari tarif Rp 1,1 juta.

Lion Air segera membuka rute lain, seperti Jakarta-Manado, yang biasanya seharga Rp 2,1 juta, kini hanya dihargai Rp 400 ribu. Keberanian untuk memotong harga secara signifikan membawa keuntungan bagi Lion Air, yang berhasil menarik perhatian banyak penumpang.

Pesatnya Pertumbuhan dan Layanan Lion Air

Tidak lama setelah berdirinya, Lion Air telah mengoperasikan lebih dari 23 pesawat pada tahun 2004. Setiap harinya, mereka melayani sekitar 130 penerbangan yang mencakup rute domestik dan internasional, termasuk Malaysia dan Vietnam.

Di terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Lion Air menjadi maskapai yang mendominasi, menguasai pasar penerbangan dengan berbagai anak perusahaan seperti Wings Air dan Batik Air. Hal ini menunjukkan kekuatan dan jangkauan Lion Air di industri penerbangan.

Pada tahun 2018, Lion Air meraih prestasi luar biasa dengan mengangkut 36,8 juta penumpang. Persentase tersebut menjadikannya pilihan bagi 35% penumpang yang ingin bepergian antar pulau dan antar kota, sebuah pencapaian yang mengagumkan untuk maskapai berbiaya rendah.

Inovasi Baru di Tengah Krisis Pandemi

Di tengah tantangan yang dihadapi industri penerbangan akibat pandemi, Lion Air tidak berhenti berinovasi. Mereka meluncurkan maskapai baru bernama Super Air Jet pada 6 Agustus 2021, yang menawarkan konsep low cost carrier dengan penerbangan langsung antarkota.

Maskapai baru ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, dan berharap dapat memperluas operasi menjadi rute internasional di masa mendatang. Ini menunjukkan komitmen Lion Air untuk tetap tumbuh meskipun dalam situasi yang sulit.

Super Air Jet mengawali operasinya dengan rute Jakarta-Kualanamu dan Jakarta-Batam, menawarkan tiket dengan harga terjangkau dan layanan yang efisien. Strategi ini menggambarkan visi Lion Air untuk menyediakan penerbangan yang dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Aspirasi dan Tantangan di Masa Depan

Pada tahun 2017, Rusdi Kirana tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, tetapi posisinya mengalami penurunan pada tahun 2022. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Lion Air berhasil menjadi pelopor penerbangan bertarif rendah, ada tantangan yang harus dihadapi dalam industri yang dinamis ini.

Kendati demikian, Lion Air tetap dipandang sebagai pelopor dalam segmentasi penerbangan murah. Namun, ada banyak hal yang menjadi catatan, salah satunya tentang keterlambatan jadwal yang kerap terjadi, yang menjadi sorotan bagi para penumpang.

Ke depan, Lion Air diharapkan dapat terus berinovasi dan memperbaiki layanan demi kenyamanan penumpang. Strategi yang lebih baik dalam manajemen dan operasional mungkin menjadi kunci untuk mempertahankan posisi mereka sebagai pemimpin pasar penerbangan bertarif rendah.

Tags: BandaraCaloDuluJadiKiniMaskapaiPemilikPenerbanganTiket
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Strategi Emiten Kesehatan IPO dalam Menghadapi Volatilitas Pasar

by Merry
July 2, 2026
0
Strategi Emiten Kesehatan IPO dalam Menghadapi Volatilitas Pasar

Bursa saham Indonesia tengah bersiap untuk menyambut PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), yang akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO). Perusahaan ini berencana untuk menawarkan sekitar 522,9...

Read more

JELI Tentukan Harga IPO di Batas Bawah

by Merry
July 1, 2026
0
JELI Tentukan Harga IPO di Batas Bawah

PT Niramas Utama baru saja meluncurkan masa penawaran umum saham perdana, atau Initial Public Offering (IPO), pada Rabu, 1 Juli 2026. Calon emiten yang memproduksi makanan penutup INACO...

Read more

Lima Bank di Sumut Bergabung Menjadi Satu untuk Perkuat UMKM

by Merry
July 1, 2026
0
Lima Bank di Sumut Bergabung Menjadi Satu untuk Perkuat UMKM

Penggabungan beberapa bank perkreditan rakyat (BPR) yang baru saja disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi sektor perbankan di Indonesia. Ini adalah bagian...

Read more

Transaksi Anjlok, Pimpinan Bursa Ungkap Solusi Perkuat Likuiditas

by Merry
June 30, 2026
0
Transaksi Anjlok, Pimpinan Bursa Ungkap Solusi Perkuat Likuiditas

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa masalah likuiditas di pasar modal Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada peningkatan jumlah investor ritel. Diperlukan keseimbangan antara...

Read more

Kawal Langsung Pelaporan LHKPN Pejabat BUMN oleh Dony Oskaria

by Merry
June 30, 2026
0
Kawal Langsung Pelaporan LHKPN Pejabat BUMN oleh Dony Oskaria

Ketua Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyatakan komitmen untuk mengawasi laporan harta kekayaan para pejabat perusahaan pelat merah. Setelah bertemu dengan KPK, ia menjelaskan pentingnya ketepatan waktu dalam...

Read more
Next Post
Tidak Sering Terjadi Ribut di Natuna Sekarang

Tidak Sering Terjadi Ribut di Natuna Sekarang

Related News

Muncul Setelah Lengser, Jerome Powell Ingatkan Ancaman Terhadap Fed

Muncul Setelah Lengser, Jerome Powell Ingatkan Ancaman Terhadap Fed

June 1, 2026
Pecahan Rupiah Ini Sudah Tidak Sah, Segera Tukar Agar Tidak Hangus

Pecahan Rupiah Ini Sudah Tidak Sah, Segera Tukar Agar Tidak Hangus

June 27, 2026
Pengusaha Indonesia Pilih Investasi Uang di Luar Negeri, Berikut Alasannya

Pengusaha Indonesia Pilih Investasi Uang di Luar Negeri, Berikut Alasannya

June 3, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Bank Baru Bos Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Emas Harga IHSG Indonesia Ini Investasi Jadi Jakarta Karena Kasus KPK Menjadi MSCI Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?