Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Style

Peran Kakek Prabowo dalam Pendirian Bank Pertama di Indonesia

Merry by Merry
May 17, 2026
in Style
0
Peran Kakek Prabowo dalam Pendirian Bank Pertama di Indonesia
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di Indonesia, keberadaan bank sentral bermula dari ide dua ekonom, Margono Djojohadikusumo dan Soerachman Tjokroadisurjo, yang muncul segera setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Margono, yang juga adalah kakek dari Presiden Prabowo Subianto, menyadari pentingnya memiliki bank yang sepenuhnya dikelola oleh bangsa sendiri dan tidak terikat oleh warisan kolonial.

You might also like

Dari Jualan Kembang Api menjadi Raja Rokok di Indonesia

5 Ciri Utama Warga Kelas Bawah yang Mungkin Ada pada Dirimu

Marc Jacobs Bergabung dengan Vera Wang Usai Berpisah dari Louis Vuitton

Saat itu, kedua tokoh memiliki pandangan yang berbeda mengenai cara mendirikan bank sentral. Margono berpendapat bahwa Indonesia harus membangun lembaga keuangan yang independen, sementara Soerachman lebih memilih untuk menghidupkan kembali De Javasche Bank yang sudah ada sebelumnya.

Perdebatan di antara mereka mencerminkan dua pendekatan berbeda: ideologis dan pragmatis. Margono percaya bahwa semangat nasionalisme pascaproklamasi harus dioptimalkan untuk mendirikan institusi perbankan yang kuat dan mandiri.

Sejarah Awal Bank Sentral Indonesia yang Menarik

Margono dan Soerachman berseteru dalam menentukan nasib bank sentral Indonesia, yang semakin mendesak setelah Belanda kembali datang dengan niat menguasai kembali Indonesia. Pada tanggal 2 Januari 1946, Belanda ingin menghidupkan kembali De Javasche Bank sebagai bank sentral, yang tentu saja menghancurkan harapan untuk otonomi ekonomi Indonesia.

Pendirian bank sentral yang diinginkan Margono dan Soerachman menjadi semakin penting ketika DJB berusaha mencetak dan mengedarkan uang buatan Belanda untuk mengganggu ekonomi Indonesia. Dalam konteks ini, Margono semakin yakin bahwa apa yang dikemukakan olehnya perlu segera direalisasikan.

Margono sendiri telah mendapat dukungan dari Sukarno dan Hatta untuk mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI) sejak September 1945. Dengan restu tersebut, Margono bergerak cepat untuk merealisasikan ide-idenya demi kemajuan ekonomi nasional.

Pendiriannya dan Peran Awal BNI dalam Ekonomi

BNI secara resmi didirikan pada 5 Juli 1946 melalui sebuah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Tugas awal BNI sebagai bank sentral mencakup pengiriman uang, pemberian kredit, serta penerimaan simpanan dari masyarakat. Dengan modal awal yang didapat dari sumbangan rakyat, BNI mulai beroperasi sebagai institusi keuangan.

Saat itu, peran BNI sangat penting, apalagi dalam menghadapi tantangan dari De Javasche Bank. Anggaplah bahwa ini adalah pertarungan antara dua institusi perbankan di Indonesia, di mana BNI menjadi garda terdepan dalam memerangi sentralisasi ekonomi oleh Belanda.

Pertarungan ini semakin redup ketika BNI mulai mengeluarkan uang yang dikenal dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI), sebagai upaya untuk memperebutkan perhatian masyarakat dari uang yang dikeluarkan oleh DJB, yakni NICA. Sehingga, pertempuran antara kedua bank menjadi lebih sengit.

Dampak Perang Ekonomi dan Perkembangan Selanjutnya

Bertempur di tengah situasi yang kian meningkat, BNI dihadapkan pada banyak rintangan. Wilayah-wilayah yang dijajah kembali oleh Belanda menyebabkan tugas BNI tidak berjalan sesuai harapan. Banyak cabang BNI yang terpaksa ditutup, dan tidak sedikit kekayaannya dirampas oleh pasukan Belanda yang kembali beroperasi.

Tidak adil jika kegagalan ini disalahkan pada manajemen BNI, karena faktor eksternal dari Belanda sangat memengaruhi operasional mereka. Situasi ini menciptakan hambatan yang besar dalam gerakan pendirian bank sentral yang diinginkan.

Meski begitu, setelah perang berakhir pada tahun 1949, BNI kembali aktif. Namun pada tahun 1953, tugasnya sebagai bank sentral mulai memudar ketika pemerintah mengambil alih De Javasche Bank dan mengubahnya menjadi Bank Indonesia, institusi yang kini kita kenal sebagai bank sentral Republik Indonesia.

Tags: BankDalamIndonesiaKakekPendirianPeranPertamaPrabowo
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Dari Jualan Kembang Api menjadi Raja Rokok di Indonesia

by Merry
May 16, 2026
0
Dari Jualan Kembang Api menjadi Raja Rokok di Indonesia

Oei Wie Gwan merupakan salah satu pengusaha ternama di Indonesia yang dikenal sebagai pendiri perusahaan rokok Djarum. Meski terkenal dengan bisnis rokoknya, perjalanan karir Oei tidak dimulai dari...

Read more

5 Ciri Utama Warga Kelas Bawah yang Mungkin Ada pada Dirimu

by Merry
May 16, 2026
0
5 Ciri Utama Warga Kelas Bawah yang Mungkin Ada pada Dirimu

Pembangunan ekonomi di Indonesia terus menjadi perhatian utama pemerintah. Dalam beberapa waktu terakhir, kemajuan yang signifikan telah dicapai, terutama dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrem. Program-program pemerintah dirancang untuk...

Read more

Marc Jacobs Bergabung dengan Vera Wang Usai Berpisah dari Louis Vuitton

by Merry
May 15, 2026
0
Marc Jacobs Bergabung dengan Vera Wang Usai Berpisah dari Louis Vuitton

Perubahan besar terjadi di industri mode ketika LVMH, raksasa barang mewah asal Prancis, resmi melepaskan merek fesyen Marc Jacobs setelah hampir 30 tahun berada di bawah naungannya. Langkah...

Read more

Rekor Bursa Korsel Tembus 8000 Setelah Wall Street Mencetak Cuan Besar

by Merry
May 15, 2026
0
Rekor Bursa Korsel Tembus 8000 Setelah Wall Street Mencetak Cuan Besar

Bursa saham Korea Selatan baru-baru ini mencapai tonggak bersejarah pada perdagangan Jumat, ketika indeks utamanya, Kospi, berhasil menembus level 8.000 untuk pertama kalinya. Lonjakan ini sangat dipengaruhi oleh...

Read more

Harta Prajogo Pangestu Hilang Rp 31,5 Triliun Dalam 24 Jam

by Merry
May 14, 2026
0
Harta Prajogo Pangestu Hilang Rp 31,5 Triliun Dalam 24 Jam

Prajogo Pangestu, seorang konglomerat terkemuka di Indonesia, baru-baru ini mengalami penurunan kekayaan yang cukup signifikan. Dalam waktu singkat satu hari perdagangan, kekayaannya merosot sebanyak US$ 1,8 miliar, sebuah...

Read more
Next Post
Penawar Misterius Bayar Rp158 M untuk Makan Malam dengan Warren Buffett

Penawar Misterius Bayar Rp158 M untuk Makan Malam dengan Warren Buffett

Related News

MA Tolak Kasasi Dosen PPDS, Hukuman Tetap 4 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi Dosen PPDS, Hukuman Tetap 4 Tahun Penjara

May 14, 2026
Harta Prajogo Hilang Rp 69 Triliun Karena Imbas MSCI di Hari Ulang Tahun

Harta Prajogo Hilang Rp 69 Triliun Karena Imbas MSCI di Hari Ulang Tahun

May 13, 2026
Jajan di Tiongkok Kini Bisa Bayar Menggunakan QR Bank Mandi

Jajan di Tiongkok Kini Bisa Bayar Menggunakan QR Bank Mandi

May 2, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Ada Bank China Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Dua Dunia Harga Harta IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Karena Kasus Laba Menjadi MSCI Naik OJK oleh Pasar Penyebab Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tembus Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Utama Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?