Di suatu hari yang kelam, sebuah tragedi menimpa sebuah keluarga di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Diska, seorang anak berusia tujuh tahun, harus menanggung kehilangan luar biasa setelah kapal yang ditumpangi bersama orang tuanya tenggelam di laut.
Tragedi ini terjadi ketika KM Nurul Salsa, yang membawa sejumlah penumpang, mengalami insiden fatal, membuat banyak orang harus kehilangan nyawa. Keluarga Hasbi dan Malida, kedua orang tua Diska, menjadi korban dalam kejadian yang memilukan hati ini.
Momen terkoyaknya kebersamaan keluarga ini merupakan ujian berat bagi Diska. Sementara harapan untuk melihat orang tua sering kali menguat di dalam dirinya, realitas pahit harus diterimanya ketika mereka tidak kembali dari perahu yang tenggelam.
Detail Tragedi Yang Menghancurkan Keluarga
Pada malam kejadian, Diska berangkat bersama orang tuanya, Hasbi dan Malida, menuju Pelabuhan Benteng. Keluarga ini berharap untuk mencapai tujuan mereka dengan selamat, tetapi takdir berkata lain.
Saat kapal tersebut mulai tenggelam, Diska dan orang tuanya terpaksa berpegang pada pelampung gabus. Dalam keadaan berbahaya ini, mereka berjuang melawan gelombang besar yang menghantam kapal.
Ketegangan semakin meningkat ketika ayah dan ibu Diska terpisah setelah berjuang untuk bertahan. Malida, sang ibu, akhirnya tidak mampu lagi melawan kelelahan dan dehidrasi setelah tiga malam berjuang di atas pelampung.
Kesedihan yang Dirasakan Diska dan Keluarga
Setelah perpisahan yang memilukan tersebut, Diska hanya bisa berharap untuk bertemu kembali dengan orang tuanya. Kenangan indah bersama mereka terus berputar dalam pikiran kecilnya.
Setelah dapat dijangkau, jenazah Malida terpaksa ditinggalkan di laut. Hal ini sungguh menyayat hati, apalagi bagi Diska yang tidak memiliki pemahaman penuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Di sisi lain, ayah Diska, Hasbi, sempat berpesan kepada Tante Diska untuk menjaga anak itu sebelum mereka terpisah. Pesan ini menjadi beban berat bagi Tante Diska yang sama-sama menghadapi kehilangan.
Upaya Penyisiran Dan Dukungan Dari Pemerintah
Pencarian terhadap korban lain terus dilakukan oleh tim penyelamat. Mereka berusaha menemukan semua orang yang hilang, sembari memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar mengumumkan bahwa mereka akan memberikan santunan kepada keluarga yang terkena dampak tragedi ini. Ini merupakan langkah penting agar Diska dan anak-anak lainnya mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.
Bupati Kabupaten, Natsir Ali, menegaskan akan mengerahkan segala upaya untuk menyelesaikan pencarian korban. Dukungan masyarakat juga diharapkan agar proses tersebut berjalan lancar.
Pemulihan Psikologis Bagi Diska dan Penyintas Lainnya
Menghadapi trauma yang menyedihkan dan kehilangan, perhatian terhadap kesehatan mental Diska adalah hal yang krusial. Pendekatan holistik dalam rehabilitasi psikologis sudah mulai dipikirkan oleh ahli.
Keluarga dan kerabat Diska berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan suportif setelah kepergian orang tua. Mereka berusaha agar Diska tidak merasa sendirian dalam pertarungannya.
Selain itu, dukungan dari pemerintah dalam hal pendidikan akan menjadi kunci bagi masa depan Diska secara keseluruhan. Ini sangat penting agar ia bisa tetap fokus pada pendidikan meskipun berada dalam keadaan yang sulit.








