Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Finansial

OJK Paparkan Bukti Kinerja Bank RI Stabil Saat Dunia Menghadapi Kesulitan

Merry by Merry
May 7, 2026
in Finansial
0
OJK Paparkan Bukti Kinerja Bank RI Stabil Saat Dunia Menghadapi Kesulitan
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang signifikan meskipun terdapat berbagai tantangan dari global, terutama yang berkaitan dengan gejolak harga energi dan fluktuasi pasar. Kinerja intermediasi perbankan domestik menunjukan pertumbuhan yang positif, mencerminkan stabilitas dan manajemen risiko yang baik saat ini.

You might also like

Emiten Hapsoro Akuisisi Lima Persen Saham PT Layar Nusantara Gas

Harga Saham VICI dan SMMT Bergerak Tak Wajar, BEI Lakukan Pemantauan Ketat

Kejagung Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Transfer Pricing Toba Pulp

Dalam laporan terbaru, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa pertumbuhan kredit mencapai 9,49% pada Maret 2026, dengan total kredit mencapai Rp8.659,05 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi positif dari berbagai sektor perbankan, termasuk Bank Umum Milik Negara, Bank Umum Swasta, dan kantor cabang luar negeri.

Kualitas kredit dalam sistem perbankan juga terjaga dengan baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di angka 2,14%, menurunkan risiko kredit secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan di luar sana, sektor perbankan mampu mengelola risiko dengan efektif.

Analisis Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga di Indonesia

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), terjadi pertumbuhan sebesar 13,55% yoy menjadi Rp10.230,81 triliun. Peningkatan ini terlihat pada komponen seperti Giro, Deposito, dan Tabungan yang masing-masing menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hal ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas perbankan.

Di Maret 2026, rasio Loan-to-Deposit Ratio (LDR) sedikit menurun menjadi 84,64% dari 84,72% di bulan sebelumnya. Meskipun ada penurunan, rasio ini masih menunjukkan bahwa perbankan memiliki cukup likuiditas untuk menyuplai kebutuhan kredit di masa mendatang.

Pihak OJK menyampaikan bahwa meskipun ada peningkatan ketidakpastian di pasar global, posisi permodalan dan likuiditas perbankan Indonesia tetap kuat. OJK optimis bahwa sektor perbankan dapat menghadapi tekanan yang mungkin terjadi di masa depan, berkat pengelolaan yang hati-hati.

Pertumbuhan Sebagian Besar Sektor Ekonomi di Indonesia

Pertumbuhan kredit mencapai Rp750,64 triliun, didorong oleh sektor konstruksi yang tumbuh pesat di angka 46,67%. Ini menunjukkan bahwa sektor-sektor tertentu dapat beradaptasi dengan baik terhadap kondisi pasar yang berubah-ubah.

Selain itu, sektor rumah tangga dan industri pengolahan juga memberikan kontribusi yang baik, masing-masing tumbuh sebesar 5,56% dan 7,96%. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat dan pelaku industri tetap memiliki kepercayaan dalam mengembangkan usaha mereka di tengah ketidakpastian.

Berita baiknya, kredit investasi meningkat 20,85%, diikuti oleh kredit modal kerja dan kredit konsumsi yang tumbuh masing-masing sebesar 4,38% dan 5,88%. Pertumbuhan ini mencerminkan optimisme dalam investasi jangka panjang.”

Pendorong Utama Pertumbuhan Kredit UMKM di Indonesia

Pembangunan dan pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus penting bagi OJK dan pemerintah. Melalui kebijakan yang sudah diterbitkan, seperti POJK tentang kemudahan akses pembiayaan, diharapkan kredit untuk UMKM dapat meningkat lagi.

Kredit untuk UMKM tercatat mengalami pertumbuhan positif lagi setelah sebelumnya mengalami kontraksi. Pada Maret 2026, total kredit UMKM mencapai Rp1.498,64 triliun, tetapi dengan NPL yang relatif tinggi di angka 4,60% menunjukkan adanya tantangan yang dihadapi sektor ini.

Walaupun pertumbuhan positif terlihat kecil, perbaikan kecil ini menunjukkan adanya harapan bagi sektor UMKM. Pertumbuhan yang ditunjukkan disumbangkan oleh segmen-segmen tertentu, seperti sektor pertanian dan perikanan yang mengalami kenaikan signifikan.

Tags: BankBuktiDuniaKesulitanKinerjaMenghadapiOJKPaparkanSaatStabil
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Emiten Hapsoro Akuisisi Lima Persen Saham PT Layar Nusantara Gas

by Merry
September 8, 2026
0
Emiten Hapsoro Akuisisi Lima Persen Saham PT Layar Nusantara Gas

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) baru-baru ini mengumumkan langkah strategis penting dengan melakukan pengambilalihan 5% saham PT Layar Nusantara Gas (PT LNG). Pengambilan saham ini dilaksanakan melalui anak...

Read more

Harga Saham VICI dan SMMT Bergerak Tak Wajar, BEI Lakukan Pemantauan Ketat

by Merry
September 8, 2026
0
Harga Saham VICI dan SMMT Bergerak Tak Wajar, BEI Lakukan Pemantauan Ketat

Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini mengumumkan pemantauan khusus terhadap dua emiten, PT Victoria Care Indonesia Tbk. (VICI) dan PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT). Tindakan ini diambil...

Read more

Kejagung Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Transfer Pricing Toba Pulp

by Merry
September 7, 2026
0
Kejagung Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Transfer Pricing Toba Pulp

Jakarta, Kejaksaan Agung (Kejagung) baru saja mengumumkan penetapan PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) sebagai tersangka korporasi dalam kasus korupsi terkait transfer pricing. Penetapan ini mencuat setelah investigasi...

Read more

IHSG Menguat 0,24 Persen ke Level 6.652 di Pembukaan Perdagangan

by Merry
September 7, 2026
0
IHSG Menguat 0,24 Persen ke Level 6.652 di Pembukaan Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Senin (7/9/2026) dengan penguatan yang signifikan. IHSG mencatat kenaikan sebesar 15,61 poin atau 0,24%, mencapi level 6.652,09 yang menarik perhatian para...

Read more

Video Sekuritas Tentang Perubahan Kriteria Saham di Papan Pemantauan

by Merry
September 6, 2026
0
Video Sekuritas Tentang Perubahan Kriteria Saham di Papan Pemantauan

Dalam upaya meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk merevisi kriteria saham yang terdapat dalam papan pemantauan khusus. Langkah ini diharapkan dapat mendorong investor...

Read more
Next Post
Rupiah Menguat Tajam, Nilai Dolar AS Turun Menjadi Rp17.300

Rupiah Menguat Tajam, Nilai Dolar AS Turun Menjadi Rp17.300

Related News

Muncul Setelah Lengser, Jerome Powell Ingatkan Ancaman Terhadap Fed

Muncul Setelah Lengser, Jerome Powell Ingatkan Ancaman Terhadap Fed

June 1, 2026
Bupati Gowa Mundur dari Sidang Pansus Hak Angket DPRD

Bupati Gowa Mundur dari Sidang Pansus Hak Angket DPRD

July 14, 2026
Menko Polkam Beri Penjelasan Mengenai Fenomena Mal Pasang Pagar Tinggi

Menko Polkam Beri Penjelasan Mengenai Fenomena Mal Pasang Pagar Tinggi

August 5, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Bos Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran Kredit Laba Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?