Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Finansial

Negara Wajib Kuasai Minimal 65 Persen Saham Bank Besar di RI Menurut Tetangga Dekat

Merry by Merry
October 30, 2026
in Finansial
0
Negara Wajib Kuasai Minimal 65 Persen Saham Bank Besar di RI Menurut Tetangga Dekat
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Vietnam baru-baru ini menetapkan sebuah kebijakan yang mengatur kepemilikan saham negara di bank-bank milik pemerintah. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa negara tetap memiliki kendali di sektor-sektor penting perekonomian, khususnya dalam sektor perbankan yang berperan krusial.

You might also like

Chandra Asri Siapkan Buyback Saham Hingga Rp2 Triliun

KPK Geledah Kantor di Kudus Jateng, Manajemen Berikan Penjelasan

Laba Bank Naik 49,7% di Kuartal III-2026, Ini Faktor Penyebabnya

Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana restrukturisasi modal yang lebih luas, yang dirancang untuk periode 2026 hingga 2030. Dalam rencana ini, pemerintah menargetkan kepemilikan saham minimum sebesar 65% di sejumlah bank, termasuk bank-bank besar di Vietnam.

Dengan kebijakan ini, Vietnam berharap dapat menyeimbangkan antara kekuatan penguasaan negara dan kebutuhan untuk menarik investasi. Di satu sisi, pemerintah perlu menjaga kendali di sektor strategis, sedangkan di sisi lain, mereka juga membuka peluang untuk prifatisasi yang lebih besar.

Kebijakan Baru dan Dampaknya Terhadap Sektor Perbankan

Kebijakan menetapkan bahwa kepemilikan saham minimal sebanyak 65% akan diterapkan di tiga bank besar, yaitu Bank for Investment and Development of Vietnam (BIDV), Vietcombank, dan VietinBank. Saat ini, BIDV dimiliki pemerintah sebanyak 76,73% dan Vietcombank 74,80%, sedangkan VietinBank sedikit di bawah ambang batas tersebut dengan 64,46%.

Dengan langkah ini, pemerintah berupaya untuk memperkuat posisi keuangan nasional dan menjamin stabilitas dalam aktivitas perbankan. Namun, mekanisme yang akan digunakan untuk mencapai kepemilikan ini belum diumumkan secara resmi, menimbulkan pertanyaan di kalangan investor dan analis.

Kepemilikan yang lebih besar di bank-bank ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pinjaman dan mendukung perekonomian. Hal ini menjadi penting mengingat tantangan yang dihadapi sektor perbankan dalam menjaga likuiditas dan kesehatan keuangan di tengah ketidakpastian global.

Kepemilikan Penuh dan Fokus pada Perusahaan Strategis Lainnya

Pemerintah Vietnam juga berencana untuk mempertahankan kepemilikan penuh sebesar 100% di beberapa perusahaan strategis hingga tahun 2030. Ini termasuk Vietnam Electricity (EVN) dan Vietnam National Industry-Energy Group.

Kepemilikan penuh ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengawasi dan mengelola sektor-sektor vital secara langsung. Di sektor energi, ini penting untuk menjaga ketersediaan sumber daya dan kontrol harga yang lebih stabil.

Meskipun demikian, pemerintah Vietnam juga menunjukkan keinginan untuk melakukan privatisasi di beberapa aset lainnya. Ini terlihat dari rencana untuk mengurangi kepemilikan di Vietnam Rubber Group menjadi 75%, yang sebelumnya mencapai 96,77%. Ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin menciptakan ruang bagi investasi swasta.

Strategi dalam Sektor Penerbangan dan Diversifikasi Investasi

Di sektor penerbangan, kebijakan pemerintah memfokuskan pada meningkatkan kepemilikan di Vietnam Airlines menjadi 86,42% pada tahun 2030. ini merupakan peningkatan signifikan dari kepemilikan saat ini yang hanya 39,29%.

Peningkatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Vietnam Airlines sebagai maskapai nasional di tengah persaingan yang semakin ketat. Pemerintah telah menunjukkan komitmen untuk memperbaiki layanan dan infrastruktur di sektor penerbangan.

Di sisi lain, perhatian pada perusahaan yang lebih kecil seperti Vietnam Rubber Group menunjukkan adanya upaya untuk melakukan diversifikasi dan tetap mengizinkan masuknya modal swasta. Ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap mengedepankan pendekatan yang fleksibel dalam pengelolaan aset.

Tags: BankBesardekatKuasaiMenurutMinimalNegaraPersenSahamTetanggaWajib
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Chandra Asri Siapkan Buyback Saham Hingga Rp2 Triliun

by Merry
October 29, 2026
0
Chandra Asri Siapkan Buyback Saham Hingga Rp2 Triliun

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) baru-baru ini mengumumkan rencana pembelian kembali saham yang menarik perhatian pelaku pasar. Dengan dana maksimal yang dialokasikan mencapai Rp2 triliun, langkah ini...

Read more

KPK Geledah Kantor di Kudus Jateng, Manajemen Berikan Penjelasan

by Merry
October 29, 2026
0
KPK Geledah Kantor di Kudus Jateng, Manajemen Berikan Penjelasan

Jakarta menjadi pusat perhatian ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi di kantor PT Djarum yang terletak di Kudus, Jawa Tengah. Insiden yang terjadi pada akhir Oktober 2026...

Read more

Laba Bank Naik 49,7% di Kuartal III-2026, Ini Faktor Penyebabnya

by Merry
October 28, 2026
0
Laba Bank Naik 49,7% di Kuartal III-2026, Ini Faktor Penyebabnya

Peningkatan kinerja dari sektor perbankan seringkali menjadi indikator penting dalam kondisik ekonomi suatu negara. Salah satu emiten perbankan yang menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan adalah PT Bank Jago Tbk.,...

Read more

Soal Kopdes Merah Putih Danantara Fokus pada Pengembangan Model Bisnis

by Merry
October 28, 2026
0
Soal Kopdes Merah Putih Danantara Fokus pada Pengembangan Model Bisnis

Pembangunan koperasi di tingkat desa menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendorong perekonomian masyarakat. Konsep Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diterapkan untuk memfasilitasi kebutuhan pokok dan menciptakan lapangan...

Read more

Rekor Laba Operasional Rp27,5 Triliun di Kuartal III 2026

by Merry
October 27, 2026
0
Rekor Laba Operasional Rp27,5 Triliun di Kuartal III 2026

Pertumbuhan ekonomi yang semakin baik di Indonesia telah membawa dampak positif bagi sektor perbankan. Peningkatan dalam pendapatan bunga bersih menjadi salah satu indikator penting dalam perkembangan ini, mencerminkan...

Read more
Next Post
Jumlah Titik Panas Karhutla di Papua Selatan Turun Tersisa 65 Hotspot

Jumlah Titik Panas Karhutla di Papua Selatan Turun Tersisa 65 Hotspot

Related News

Pria India Ubah Rp1 Juta Menjadi Rp95 Triliun, Simak Metodenya

Pria India Ubah Rp1 Juta Menjadi Rp95 Triliun, Simak Metodenya

May 10, 2026
Maling Motor Ditangkap Polisi Saat Resepsi Pernikahan di Garut

Maling Motor Ditangkap Polisi Saat Resepsi Pernikahan di Garut

May 19, 2026
Dua Kategori Aset Kripto Mendapat Sertifikasi Halal dari MUI, Berikut Bocorannya

Dua Kategori Aset Kripto Mendapat Sertifikasi Halal dari MUI, Berikut Bocorannya

October 25, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Bos Dalam dan Dana Dari dengan Dolar DPR Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran KPK Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?