Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Ekonomi

KPK Tangkap Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Merry by Merry
June 2, 2026
in Ekonomi
0
KPK Tangkap Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja menetapkan dan menahan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada pembangunan Gedung Pemkab Lamongan yang berlangsung antara tahun 2017 hingga 2019. Penahanan ini dilakukan setelah serangkaian pemeriksaan yang dilaksanakan di Gedung Merah Putih pada Selasa, 2 Juni lalu, dan ini menandakan langkah tegas KPK dalam memberantas praktik korupsi.

You might also like

KPK Umumkan 2 Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Rejang Lebong

Pembangunan Jakarta Harus Memperhatikan Kelompok Rentan Menurut Gubernur DKI

KSP Sigit Berkomentar tentang Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

Tersangka yang ditahan meliputi pejabat dari pemerintah daerah dan beberapa pihak swasta yang terlibat dalam proyek tersebut. Penahanan ini merupakan tindak lanjut dari bukti yang terkumpul selama proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh KPK.

Proses Hukum dan Penahanan Terkait Kasus Korupsi

Dalam konferensi pers, Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan bahwa ketiga tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Cabang KPK. Hal ini bertujuan untuk memperlancar proses hukum yang sedang berlangsung dan untuk mencegah tersangka menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.

Salah satu tersangka adalah Mokh Sukiman, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Penataan Bangunan dan Lingkungan Dinas Perumahan Rakyat di Lamongan. Dua tersangka lainnya, Ahmad Abdillah dan Herman Dwi Haryanto, berasal dari pihak swasta, dengan yang satu merupakan direktur perusahaan dan yang lainnya adalah mantan General Manager di sebuah BUMN.

Penyidik KPK juga telah menetapkan Muhammad Yanuar Marzuki sebagai tersangka, meskipun penahanannya belum dilakukan karena yang bersangkutan tidak hadir pada hari itu. Situasi ini menunjukkan kompleksitas kasus serta meluasnya jaringan yang terlibat dalam kasus ini.

Sejarah dan Latar Belakang Korupsi dalam Pembangunan

Kasus ini berawal dari perintah Bupati Lamongan, Fadeli, pada tahun 2016, untuk membangun Gedung Pemkab Lamongan. Pada tahun selanjutnya, proses lelang untuk proyek ini dimulai dengan estimasi harga yang cukup tinggi, mencapai Rp154 miliar, dan memicu sejumlah dugaan kecurangan.

Proses lelang yang dipilih adalah PT AB KSO sebagai pemenang, namun menurut informasi yang terungkap, pemilihan ini tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dugaan bahwa pembentukan kemitraan dengan PT AB KSO hanya sebagai formalitas untuk mengikuti proses lelang juga semakin memperkeruh isu ini.

Achmad Taufik menambahkan bahwa proses pelaksanaan kontrak, termasuk pemeriksaan, pembayaran, serta serah terima pekerjaan, tidak mengikuti standar yang seharusnya. Hal ini menunjukkan adanya kelalaian yang disengaja dari pihak-pihak tertentu.

Dampak Keuangan dan Hukum yang Dihadapi

Apa yang terjadi di lapangan diakibatkan oleh tindakan penyalahgunaan wewenang dan penggelapan anggaran yang merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp35,7 miliar. Kejadian ini sangat memprihatinkan, terutama bagi masyarakat yang seharusnya mendapatkan pembangunan yang optimal.

Atas perbuatannya, para tersangka kini dihadapkan pada pasal-pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang memiliki ancaman hukuman berat. KPK berkomitmen untuk menuntaskan proses hukum ini dan memberikan efek jera bagi pelaku korupsi lainnya.

Pihak KPK juga menegaskan perlunya dukungan masyarakat dalam memberantas korupsi. Pengawasan yang ketat serta pelaporan yang transparan menjadi kunci dalam menciptakan pemerintahan yang bersih.

Tags: GedungKorupsiKPKLamonganPembangunanPemkabTangkapTersangkaTiga
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

KPK Umumkan 2 Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Rejang Lebong

by Merry
October 20, 2026
0
KPK Umumkan 2 Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Rejang Lebong

Jakarta baru saja menjadi sorotan dalam perkembangan kasus dugaan suap yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong serta daerah lain di Provinsi Bengkulu. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan...

Read more

Pembangunan Jakarta Harus Memperhatikan Kelompok Rentan Menurut Gubernur DKI

by Merry
October 20, 2026
0
Pembangunan Jakarta Harus Memperhatikan Kelompok Rentan Menurut Gubernur DKI

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya pembangunan kota yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia percaya bahwa kemajuan harus terlihat melalui manfaat nyata bagi semua warga, termasuk kelompok...

Read more

KSP Sigit Berkomentar tentang Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

by Merry
October 19, 2026
0
KSP Sigit Berkomentar tentang Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

Kepala Staf Kepresidenan baru-baru ini memberikan tanggapan mengenai insiden penembakan yang melibatkan anggota Ditpoludara. Kasus ini terjadi di Mako Polairud Pondok Cabe dan menjadi perhatian publik karena menewaskan...

Read more

Bocah 3 Tahun di Karawang Menjadi Korban Bully Digunting Kelamin

by Merry
October 19, 2026
0
Bocah 3 Tahun di Karawang Menjadi Korban Bully Digunting Kelamin

Di tengah ketenangan kota, sebuah insiden tragis terjadi yang melibatkan seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun di Karawang, Jawa Barat. Korban, yang dikenal dengan inisial MAM, mengalami perundungan...

Read more

Soroti Etika dan Integritas dalam Regenerasi Humas oleh PERHUMAS

by Merry
October 18, 2026
0
Soroti Etika dan Integritas dalam Regenerasi Humas oleh PERHUMAS

Di tengah arus informasi yang begitu cepat dan perubahan perilaku publik di dunia digital, praktisi humas dihadapkan pada tantangan untuk membangun kepercayaan serta memastikan bahwa komunikasi yang dilakukan...

Read more
Next Post
Kredit Nganggur di RI Capai Rp2.527 T, Numpuk di Bank Besar Pertanda Apa?

Kredit Nganggur di RI Capai Rp2.527 T, Numpuk di Bank Besar Pertanda Apa?

Related News

Penambahan CCTV dan Pengeras Suara di Pelican Crossing oleh Dishub DKI

Penambahan CCTV dan Pengeras Suara di Pelican Crossing oleh Dishub DKI

July 25, 2026
4 Tersangka Pembunuhan Sadis Lansia di Riau Terbukti Menggunakan Ekstasi

4 Tersangka Pembunuhan Sadis Lansia di Riau Terbukti Menggunakan Ekstasi

May 3, 2026
Demo Bubar, Jalur Tol Dalam Kota Jakarta Kembali Dibuka

Demo Bubar, Jalur Tol Dalam Kota Jakarta Kembali Dibuka

August 27, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Bos Dalam dan Dana Dari dengan Dolar DPR Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Karena Kasus Kebakaran Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?