Koalisi Masyarakat Sipil baru-baru ini mengeluarkan seruan kepada Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk menghentikan kewajiban bagi aparatur sipil negara mengikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan. Desakan ini muncul setelah insiden tragis yang mengakibatkan tewasnya seorang ASN Kementerian Ekonomi Kreatif saat menjalani latihan tersebut.
Insiden tersebut terjadi di Jakarta dan menimbulkan banyak pertanyaan mengenai prosedur keselamatan dalam pelatihan. Koalisi mendesak agar pemerintah memberikan penjelasan yang transparan terutama mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian tersebut, seperti kondisi cuaca dan beban latihan yang diterapkan.
Koalisi ini berpendapat bahwa adanya kewajiban bagi ASN untuk mengikuti program Komcad bertentangan dengan Undang-Undang yang ada, yang menyebutkan bahwa keikutsertaan dalam program tersebut seharusnya bersifat sukarela. Mereka menegaskan pentingnya menghormati hak asasi manusia dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah.
Desakan Koalisi Masyarakat Sipil kepada Pemerintah
Dalam sebuah pernyataan resmi, Koalisi Masyarakat Sipil mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai keselamatan ASN yang terlibat dalam latihan militer. Mereka menuntut agar pemerintah melakukan investigasi yang bank oleh pihak independen dan menyeluruh terhadap insiden yang menewaskan seorang ASN tersebut.
Koalisi juga menekankan bahwa keterangan medis awal saja tidak cukup untuk menjelaskan penyebab kematian tersebut. Mereka menjelaskan bahwa berbagai faktor seperti cuaca dan kondisi fisik peserta latihan harus dipertimbangkan secara serius dalam penyelidikan.
Perlunya pemahaman yang jelas mengenai prosedur pelatihan dan keselamatan menjadi sorotan utama. Masyarakat sipil berharap bahwa langkah-langkah konkret akan diambil untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Aspirasi terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Mengatur ASN
Koalisi ini juga menyoroti pentingnya adanya kebijakan yang lebih manusiawi dalam melibatkan ASN dalam program semacam Komcad. Mereka berpendapat bahwa pelibatan ASN tidak seharusnya bersifat memaksa, apalagi dijadikan syarat untuk kedinasan atau pengembangan karier.
Hal ini diatur dalam Pasal 28 ayat (2) dari Undang-Undang yang ada, yang menekankan bahwa keikutsertaan masyarakat dalam pertahanan negara bukan berarti mereka harus menjadi anggota Komcad. Klaim bahwa program kelatihan ini diperlukan untuk pembentukan karakter ASN juga harus ditelaah dengan kritis.
Koalisi tidak ingin ada stigma terhadap ASN yang menolak untuk terlibat dalam pelatihan semacam ini. Mereka percaya bahwa sikap sukarela seharusnya menjadi landasan utama dalam setiap program yang melibatkan ASN.
Peristiwa Tragis dan Komunikasi yang Buruk
Insiden tewasnya ASN Vanreko Varkas Bagaskara di lokasi latihan memunculkan banyak spekulasi mengenai bagaimana program tersebut dilaksanakan. Diketahui bahwa korban mengalami heatstroke saat menjalani latihan yang seharusnya tidak terlalu membebani fisiknya.
Kepala RSAU setempat menjelaskan bagaimana peristiwa tersebut berlangsung, termasuk pengelolaan kesehatan peserta di lokasi latihan. Komunikasi antara tim medis dan peserta latihan sangat penting, terutama dalam situasi darurat seperti ini.
Masyarakat sipil menilai penting untuk meningkatkan standar keselamatan dalam pelatihan, agar kejadian yang merenggut nyawa tidak terjadi lagi. Upaya peningkatan ini harus melibatkan berbagai pihak, termasuk regulator dan pihak yang berwenang dalam pendidikan dan pelatihan militer.









