Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Puteri Komarudin, mengajak pemerintah desa untuk lebih mengoptimalkan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam membangun ekosistem perekonomian di tingkat desa. Dalam workshop yang digelar di Kabupaten Bekasi, Puteri menekankan pentingnya peran KDMP sebagai motor penggerak yang dapat mempercepat pembangunan perekonomian lokal.
Dalam pernyataannya, Puteri menegaskan bahwa tahun ini ada penyesuaian dalam prioritas penggunaan Dana Desa, dengan fokus pada pengembangan kopdes. Hal ini bertujuan agar aset yang dibangun melalui koperasi desa dapat menjadi sumber pendapatan asli bagi desa sehingga dapat mandiri dan berkelanjutan.
“Perubahan tata kelola ini penting karena aset yang dihasilkan dari koperasi desa akan menjadi milik desa. Dengan demikian, diharapkan desa dapat semakin mandiri dalam mengelola ekonomi mereka,” tuturnya saat acara tersebut.
Strategi Pembangunan Ekonomi Desa Melalui Koperasi
Data dari Kementerian Desa menunjukkan bahwa saat ini terdapat sekitar 34.000 unit KDMP yang sedang dalam tahap pengadaan, dan 5.500 unit di antaranya sudah selesai dibangun. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem perekonomian desa melalui koperasi.
Puteri menambahkan bahwa pembangunan Kopdes Merah Putih merupakan langkah strategis yang dapat memperkuat ekonomi lokal. Dengan beragam fungsinya, seperti menjadi offtaker hasil pertanian dan penyedia bantuan sosial, diharapkan KDMP dapat menggerakkan ekonomi pedesaan secara lebih terintegrasi.
“Peran koperasi dalam perekonomian desa sangat penting, mulai dari produksi hingga distribusi. Dengan berbagai fungsi ini, kami berharap dapat menciptakan efek ganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.
Peluang dan Tantangan Kemandirian Desa
Pada kesempatan yang sama, Plt Bupati Kabupaten Bekasi Asep Surya Atmaja menyatakan bahwa keberadaan pemerintah desa memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah desa memiliki peran kunci dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan pengembangan potensi ekonomi lokal.
Asep menambahkan bahwa pembangunan sarana dan prasarana serta pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara berkelanjutan. Ini menjadi sangat penting untuk menciptakan desa yang mandiri dan mampu mengelola sumber daya yang ada.
Pengembangan potensi lokal, lanjut Asep, harus dilakukan dengan sinergi antara berbagai pihak. “Dengan begitu, kita berharap desa bisa lebih mandiri dan lebih sejahtera ke depannya,” katanya.
Sinergi Antar Pelaku Ekonomi Desa dalam Mendorong Pembangunan
Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat, Ikhwan Mulyawan, menggarisbawahi pentingnya sinergi antara semua pelaku ekonomi di tingkat desa. Dia menegaskan bahwa meskipun ide Kopdes sangat luar biasa, perlu perhatian untuk menghindari kemungkinan persaingan yang tidak sehat antar unit usaha desa.
“Penting untuk menciptakan kolaborasi yang baik antara Koperasi Desa dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Sinergi tersebut akan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat dan saling mendukung,” ujarnya.
Dalam acara ini, hadir pula berbagai pihak terkait, termasuk kepala kantor wilayah DJPb Provinsi Jawa Barat dan kepala kejaksaan negeri Kabupaten Bekasi. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang kuat terhadap pengembangan koperasi desa dan kolaborasi antar lembaga.







