Perjalanan KRL relasi Duri-Tangerang mengalami gangguan serius pada sore hari, tepatnya di jalur hulu petak antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya. KAI Commuter mengakui adanya masalah pada sarana dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada para pengguna.
“Kami mohon maaf atas gangguan pada perjalanan Commuter Line No. 1978A yang terjadi pada Selasa sore di jalur hulu petak jalan antara Stasiun Duri dan Rawabuaya,” ungkap Leza Arlan, Manajer Humas KAI Commuter. Penjelasan ini disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima media pada Selasa.
Pihak KAI menjelaskan bahwa petugas segera bergerak untuk menangani masalah setelah menerima laporan. Gangguan tersebut, menurut Leza, berhubungan dengan pemadaman Listrik Aliran Atas (LAA) yang mengakibatkan jalur tersebut tidak dapat dilalui.
“Setelah menerima informasi, petugas langsung berkoordinasi untuk penanganan di lokasi. Tujuan utama adalah memastikan keselamatan dan mempercepat normalisasi operasional perjalanan,” tambahnya.
Langkah Penanganan Gangguan Operasional pada Jalur KRL
Leza menjelaskan bahwa listrik aliran atas berhasil dinyalakan kembali pada pukul 17.56 WIB. Commuter Line No. 1978A kemudian digandeng dengan Commuter Line No. 1980A menuju jalur tiga Stasiun Rawabuaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selama proses penanganan berlangsung, perjalanan Commuter Line dari Duri menuju Tangerang mengalami penyesuaian operasional yang signifikan. Beberapa perjalanan, termasuk Commuter Line No. 898A dan 1982A, terdampak, baik ke arah hulu maupun hilir.
Petugas berupaya untuk meminimalkan dampak dari keterlambatan perjalanan yang dialami oleh para penumpang. KAI berkomitmen untuk melakukan segala upaya yang diperlukan demi kenyamanan pengguna.
Diketahui bahwa gangguan ini terjadi saat jam pulang kerja, menyulitkan banyak penumpang yang ingin pulang ke rumah. Gangguan ini juga dilaporkan terjadi dalam perjalanan menuju Stasiun Taman Kota dan Bojong Indah.
Permohonan Maaf dan Penjelasan dari Pihak KAI
“Kami mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Lintas Tangerang. Hal ini disebabkan oleh gangguan operasional pada KA 1978A di antara Stasiun Taman Kota dan Bojong Indah,” jelas KAI dalam pernyataan resminya.
Pihak KAI menyampaikan informasi ini melalui akun media sosial mereka, guna memberikan transparansi kepada publik. Hingga saat ini, KAI belum bisa memberikan penjelasan mendalam mengenai penyebab gangguan yang terjadi.
Petugas masih mengupayakan penanganan dan pengecekan pada seluruh rangkaian. Masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi terbaru terkait perjalanan KRL melalui saluran resmi KAI.
Masalah ini tentunya akan menjadi perhatian lebih, terutama saat jam sibuk di mana banyak pengguna mengandalkan jasa KRL untuk beraktivitas. Upaya untuk memperbaiki sistem diharapkan dapat segera dilakukan.
Pengaruh Gangguan KRL terhadap Penumpang dan Aktivitas Sehari-hari
Gangguan ini jelas berdampak pada banyak penumpang yang memiliki rutinitas harian yang sudah terjadwal. Penundaan dan ketidakpastian waktu tiba menambah beban psikologis bagi mereka yang tergantung pada moda transportasi ini.
Banyak penumpang yang harus menunggu lebih lama dari jadwal biasanya, membuat mereka terpaksa mencari alternatif perjalanan lain. Hal ini menambah kesulitan, terutama bagi pekerja kantoran yang harus mengejar waktu.
KAI Commuter diharapkan untuk lebih proaktif dalam menginformasikan keadaan darurat semacam ini kepada pengguna. Komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan yang mereka berikan.
Pengguna diimbau untuk selalu memperhatikan jadwal terbaru dan situasi terkini di jalur KRL. Memanfaatkan aplikasi dan platform informasi yang tersedia bisa menjadi langkah bijak bagi para penumpang.








