Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Style

Harga Minyak Rebound Setelah Tertekan

Merry by Merry
August 25, 2026
in Style
0
Harga Minyak Rebound Setelah Tertekan
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Harga minyak dunia menunjukkan tanda-tanda stabilitas pada perdagangan yang berlangsung, setelah mengalami penurunan signifikan pada sesi sebelumnya. Anjloknya harga minyak dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap dampak dari sanksi sekunder yang lebih ketat yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Iran.

You might also like

Mantan Menteri Terpergok Jual Beras di Glodok Tanpa Menginformasikan Keluarga

Intervensi Bank Indonesia untuk Stabilkan Rupiah Jika Kondisi Global Memanas

Peraturan Baru BEI Mulai Hari Ini, Calon Emiten Harus Miliki Keuangan Sehat

Saat ini, harga minyak brent terpantau menguat 0,58% menjadi US$ 92,71 per barel, sementara minyak WTI juga mengalami kenaikan sebesar 0,71%, mencapai US$ 85,61 per barel. Peningkatan ini menjadi berita baik bagi pasar, setelah harga minyak brent mengalami penurunan tajam hingga 2,35% pada sesi sebelumnya.

Penurunan harga minyak pada hari Senin menandai akhir dari reli selama enam hari beruntun yang sebelumnya terjadi. Aksi ambil untung menjadi penyebab utama penurunan harga tersebut, yang terjadi setelah dua pekan kenaikan yang menggembirakan.

Dampak Sanksi terhadap Pasar Minyak Global

Investor kini lebih memperhatikan dampak dari kebijakan baru pemerintah AS yang memperluas sanksi terhadap Iran. Menteri Keuangan AS menyatakan bahwa negara-negara yang masih menjalin hubungan bisnis dengan Iran akan terpaksa memutuskan hubungan tersebut atau menghadapi konsekuensi berat dalam sistem keuangan dolar AS.

Kendati demikian, nama-nama negara yang akan menjadi target sanksi ini belum diumumkan, meninggalkan ketidakpastian di kalangan investor. Pemerintah AS memberikan waktu bagi negara-negara terkait untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan sanksi ini.

Lebih jauh, Menteri Pertahanan AS menunjukkan bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap Iran masih menjadi opsi, namun saat ini AS lebih memilih pendekatan melalui tekanan ekonomi. Kebijakan ini tampaknya memberikan harapan bahwa gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah tidak akan terjadi secepatnya.

Kekhawatiran Terhadap Gangguan Pelayaran

Meski demikian, analis mencemaskan potensi respon Iran dalam bentuk tindakan luar biasa yang dapat mengganggu pelayaran di wilayah strategis tersebut. Tidak sedikit pula yang menilai bahwa meskipun pendekatan ekonomi lebih diutamakan, risiko yang timbul dari kemampuan Iran untuk mengganggu pasokan tetap ada.

Ancaman nyata terlihat ketika sebuah kapal tanker minyak mengalami kerusakan akibat proyektil yang belum teridentifikasi, menjadikannya salah satu sinyal bahaya bagi pelayaran internasional. Insiden tersebut terjadi di dekat Ash Shishah, Oman, semakin memperkuat kekhawatiran akan ketidakstabilan di kawasan tersebut.

Iran juga tetap mengklaim kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya digunakan untuk pengangkutan sekitar 20% kebutuhan minyak dunia. Langkah keras Iran terlihat ketika mereka mengidentifikasi 45 kapal tanker yang dianggap melanggar aturan yang berlaku di perairan tersebut.

Perubahan Dinamika Pasokan Minyak Global

Dinamika pemasakan minyak global juga terpengaruh oleh konflik yang berkepanjangan antara AS dan Israel terhadap Iran. Perang yang dimulai pada akhir Februari ini telah memaksa sejumlah negara untuk menguras cadangan minyak strategis maupun komersial mereka lebih cepat dari biasanya.

Dalam laporan terbaru, Departemen Energi AS mengungkapkan bahwa stok minyak mentah dalam cadangan minyak strategis negara tersebut telah menurun tajam. Dengan penurunan sekitar 3,7 juta barel, total cadangan minyak termasuk dalam Strategic Petroleum Reserve kini berada di angka terendah sejak tahun 1982.

Keadaan ini menimbulkan pertanyaan mengenai ketahanan pasokan energi di masa depan, terutama ketika ketegangan geopolitik semakin meningkat di kawasan Timur Tengah. Stok minyak yang terus berkurang menjadi pertanda bahwa negara-negara bergantung pada pasokan lebih cepat sambil menghadapi ancaman yang tidak terduga dari konflik yang sedang berlangsung.

Tags: HargaMinyakReboundSetelahTertekan
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Mantan Menteri Terpergok Jual Beras di Glodok Tanpa Menginformasikan Keluarga

by Merry
October 10, 2026
0
Mantan Menteri Terpergok Jual Beras di Glodok Tanpa Menginformasikan Keluarga

Nasib para pejabat negara setelah mengakhiri jabatannya selalu menarik perhatian masyarakat. Beberapa di antara mereka memilih menjalani hidup dalam kemewahan, sedangkan yang lain harus berjuang untuk bertahan hidup...

Read more

Intervensi Bank Indonesia untuk Stabilkan Rupiah Jika Kondisi Global Memanas

by Merry
October 9, 2026
0
Intervensi Bank Indonesia untuk Stabilkan Rupiah Jika Kondisi Global Memanas

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, baru-baru ini mengungkapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak pasar global yang semakin tidak menentu. Ia menekankan pentingnya intervensi yang...

Read more

Peraturan Baru BEI Mulai Hari Ini, Calon Emiten Harus Miliki Keuangan Sehat

by Merry
October 9, 2026
0
Peraturan Baru BEI Mulai Hari Ini, Calon Emiten Harus Miliki Keuangan Sehat

Perkembangan di dunia pasar modal Indonesia semakin menarik perhatian dengan adanya perubahan aturan baru yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Aturan ini bertujuan untuk memperketat syarat bagi...

Read more

Emiten Tak Penuhi Free Float 15 Persen? Bursa Siapkan Kebijakan Keluar

by Merry
October 8, 2026
0
Emiten Tak Penuhi Free Float 15 Persen? Bursa Siapkan Kebijakan Keluar

Jakarta telah menjadi pusat perhatian banyak investor dengan kebijakan yang diambil oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu emiten-pemiten yang kesulitan dalam memenuhi ketentuan minimum free float 15%....

Read more

Rombak Direksi Bank Raya AGRO Susunan Terbaru Terungkap

by Merry
October 8, 2026
0
Rombak Direksi Bank Raya AGRO Susunan Terbaru Terungkap

PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) baru-baru ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, berbagai agenda penting disetujui, termasuk...

Read more
Next Post
Investor Kehilangan Kendali Dana Rp 730 T, Taruhan Berujung Petaka

Dana Kelolaan Rp534 Triliun Menghilang di Lantai Bursa

Related News

Harta Karun Emas 30000 Ton di Banten Heboh karena Pencurian oleh Kelompok Asing

Harta Karun Emas 30000 Ton di Banten Heboh karena Pencurian oleh Kelompok Asing

September 6, 2026
Rasio Uang Palsu Rupiah Menurun pada April 2026

Rasio Uang Palsu Rupiah Menurun pada April 2026

May 13, 2026
Warga AS Menyesal Tentang Tabungan, Kenapa Bisa Terjadi?

Bankir Cemas Likuiditas Menipis di Era Suku Bunga Tinggi

July 28, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Bos Dalam dan Dana Dari dengan Dolar DPR Emiten Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran Kredit Menjadi Naik OJK oleh Pasar Persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?