Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Finansial

IHSG Tiba-Tiba Turun 1% Lebih, Apakah Ini Akibat Aksi Profit Taking?

Merry by Merry
June 11, 2026
in Finansial
0
IHSG Tiba-Tiba Turun 1% Lebih, Apakah Ini Akibat Aksi Profit Taking?
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi yang signifikan pada perdagangan Kamis (11/6/2026). Setelah sempat menguat di awal sesi, IHSG akhirnya berbalik arah dan tertekan ke zona merah, menandakan ketidakpastian yang melanda pasar saham.

You might also like

RUPST Sepakati Pembagian Dividen Rp4,12 M

Proyek Hilirisasi Nikel dan Mobil Listrik oleh Antam Siap Dilaksanakan

Warga RI Waspada Dompet Menipis dan Beban Cicilan Kredit yang Berat

Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan, saat itu terdapat 212 saham yang mengalami penguatan, sementara 454 saham lainnya melemah. Dengan total nilai transaksi yang mencapai Rp9,26 triliun, volume perdagangan juga mencatatkan angka yang cukup tinggi dengan 14 miliar saham pada lebih dari satu juta kali transaksi.

Kondisi IHSG masih menunjukkan volatilitas yang tinggi pada hari tersebut. Meskipun sempat mencapai level tertinggi di 6.010 atau naik 1,82%, IHSG tidak mampu mempertahankan momentum tersebut dan jatuh lebih dari 1% hingga pukul 10.36 WIB.

Pengaruh Sentimen Global Terhadap IHSG dan Rupiah

Pelaku pasar saat ini sangat memperhatikan perkembangan sentimen global, yang berpotensi mempengaruhi arus modal asing. Meskipun IHSG sempat ditutup dengan penguatan sebelumnya, investor asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp3,13 triliun di seluruh pasar, menambah ketidakpastian di kalangan investor lokal.

Situasi pasar keuangan Indonesia semakin menantang dengan berbagai dinamika yang melibatkan aspek internal dan eksternal. Terlebih lagi, pelaku pasar saat ini juga mencermati ketahanan fiskal di dalam negeri sekaligus kelanjutan makroekonomi global, menjadikan kondisi semakin kompleks.

Meskipun ada penguatan pada IHSG dan nilai tukar rupiah, berita buruk dari luar negeri bisa mendatangkan dampak negatif. Khususnya, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang memanas kembali, serta lonjakan inflasi yang terjadi di AS, berpotensi menambah tekanan terhadap pasar Indonesia.

Ketegangan Baru antara Iran dan Amerika Serikat

Situasi kembali memanas antara Iran dan Amerika Serikat setelah serangan militer AS yang dilancarkan pada Rabu. Dalam pernyataan resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM), mereka menyebutkan bahwa serangan ini dilakukan untuk membela diri terhadap ancaman dari Iran.

Melalui unggahan di platform media sosial, CENTCOM mengonfirmasi bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap beberapa serangan Iran yang dianggap agresif dan tidak beralasan. Iranya sendiri melaporkan bahwa mereka menargetkan kapal-kapal AS di Selat Hormuz menggunakan rudal dan drone, menunjukkan eskalasi yang signifikan dalam konflik ini.

Presiden AS juga secara terbuka mengungkapkan niatnya untuk melanjutkan serangan terhadap Iran dan bertindak tegas. Hal ini menciptakan ketidakpastian yang lebih besar di pasar keuangan yang sudah rentan, termasuk di Indonesia.

Data Inflasi yang Mempengaruhi Kebijakan Moneter AS

Sementara itu, berita lain yang turut mempengaruhi sentimen pasar adalah rilis data inflasi dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Inflasi tahunan pada bulan Mei meningkat ke level 4,2% dari sebelumnya 3,8%, mencetak rekor tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir.

Kenaikan inflasi yang signifikan ini sebagian besar disebabkan oleh melonjaknya indeks harga energi yang meningkat hingga 3,9% dalam sebulan. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap perubahan harga komoditas global, yang berujung pada dampak langsung terhadap inflasi konsumen.

Inflasi inti, yang tidak memasukkan sektor pangan dan energi, juga meningkat, namun masih menunjukkan angka yang lebih moderat. Pelaku pasar kini menerka kemungkinan kebijakan suku bunga yang akan diambil oleh The Fed dalam pertemuan mendatang, dengan proyeksi penahanan suku bunga pada bulan Juni.

Proyeksi Kebijakan Moneter di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Ketua baru The Fed, Kevin Warsh, menyatakan bahwa di tengah inflasi yang meningkat, terdapat ruang bagi suku bunga untuk diturunkan lebih lanjut. Hal ini memberikan gambaran bahwa The Fed masih memiliki strategi untuk menghadapi tantangan inflasi tanpa memperburuk keadaan ekonomi.

Warsh berpendapat bahwa produktivitas yang meningkat dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa ada harapan bagi pengendalian inflasi yang lebih baik di masa depan.

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi stabilitas ekonomi, pelaku pasar diharapkan untuk tetap cermat dalam mengambil keputusan investasi. Kondisi makroekonomi global yang berfluktuasi sangat mungkin akan terus berkontribusi terhadap dinamika pasar di dalam negeri.

Tags: AkibatAksiApakahIHSGIniLebihProfitTibaTibaTurun
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

RUPST Sepakati Pembagian Dividen Rp4,12 M

by Merry
June 11, 2026
0
RUPST Sepakati Pembagian Dividen Rp4,12 M

Jakarta, pada tahun 2025, PT Phapros Tbk (PEHA) menerbitkan pengumuman yang cukup signifikan terkait pembagian dividen tunai. Perusahaan farmasi ini memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp4,12 miliar, yang...

Read more

Proyek Hilirisasi Nikel dan Mobil Listrik oleh Antam Siap Dilaksanakan

by Merry
June 10, 2026
0
Proyek Hilirisasi Nikel dan Mobil Listrik oleh Antam Siap Dilaksanakan

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung program hilirisasi nikel serta pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Direktur...

Read more

Warga RI Waspada Dompet Menipis dan Beban Cicilan Kredit yang Berat

by Merry
June 10, 2026
0
Warga RI Waspada Dompet Menipis dan Beban Cicilan Kredit yang Berat

Ekonom memprediksi suku bunga acuan BI akan naik menjadi 6% hingga akhir 2026, dampak inflasi dan geopolitik. Warga RI bersiap menghadapi tekanan ekonomi. Kondisi perekonomian di Indonesia saat...

Read more

Luhut Cs Peringatkan Prabowo Terhadap Risiko Kenaikan Harga Akibat Dolar Rp 18000

by Merry
June 9, 2026
0
Luhut Cs Peringatkan Prabowo Terhadap Risiko Kenaikan Harga Akibat Dolar Rp 18000

Perekonomian Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang cukup signifikan, terutama dengan adanya penurunan nilai tukar Rupiah yang sudah mencapai Rp 18.000 per dolar AS. Hal ini turut berdampak...

Read more

IHSG Naik 3,5% Setelah Pertemuan Dasco dengan Pimpinan Himbara

by Merry
June 9, 2026
0
IHSG Naik 3,5% Setelah Pertemuan Dasco dengan Pimpinan Himbara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan terbaru. Meningkat 3,51% saat sesi pertama hampir ditutup menunjukkan bahwa pasar mulai pulih setelah beberapa hari dalam tekanan...

Read more
Next Post
Uang Primer Tumbuh 14,3% di April 2026 menurut BI

DPR Menolak Pernyataan BI Tentang Kehilangan Independensi

Related News

20 Persen Saham GE Life Dibeli oleh OCBC NISP

20 Persen Saham GE Life Dibeli oleh OCBC NISP

June 9, 2026
Warga AS Menyesal Tentang Tabungan, Kenapa Bisa Terjadi?

Warga AS Menyesal Tentang Tabungan, Kenapa Bisa Terjadi?

May 17, 2026
5 Ciri Utama Masyarakat Kelas Bawah Apakah Anda Termasuk?

5 Ciri Utama Masyarakat Kelas Bawah Apakah Anda Termasuk?

June 7, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Bank Baru Bos Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Dunia Emiten Harga IHSG Indonesia Ini Investasi Jadi Jakarta Kasus Menjadi Minyak Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terbaru Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?