Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Market

Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

Merry by Merry
June 7, 2026
in Market
0
Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena saham yang dikenal sebagai ‘saham gorengan’ sebenarnya bukan hal baru dalam dunia investasi. Dalam sejarah pasar keuangan, terdapat berbagai kejadian yang menggambarkan betapa berbahayanya spekulasi dan manipulasi dalam perdagangan saham. Salah satu contoh paling terkenal adalah peristiwa yang melibatkan South Sea Company di Inggris yang terjadi lebih dari 300 tahun yang lalu.

You might also like

IHSG Mengalami Penurunan 1,88 Persen Menjadi 6.196

Investor Jauhi Saham Elon Musk, Bisnis Tesla dan SpaceX Terancam?

Cicilan Pertama Himbara Jatuh Tempo Bulan September

South Sea Company didirikan dengan tujuan ambisius, yaitu membantu pemerintah Inggris dalam mengatasi utang negara yang terus membengkak akibat berbagai peperangan. Dalam kesepakatan yang diambil, perusahaan ini diberikan hak monopoli untuk melakukan perdagangan dengan wilayah Amerika Selatan yang menawari sumber daya melimpah. Hal ini menimbulkan ekspektasi yang tinggi di kalangan investor.

Masyarakat berlomba-lomba untuk membeli saham South Sea Company, memandang perusahaan ini sebagai peluang investasi yang menjanjikan. Dengan harapan keuntungan besar dari perdagangan emas, perak, dan rempah-rempah, harga saham perusahaan melonjak tajam. Namun, kenyataan di lapangan jauh dari harapan tersebut, dan investor mulai memasuki dunia spekulasi.

Kehidupan Singkat South Sea Company dan Gelembung Saham

South Sea Company beroperasi pada awal tahun 1720, di mana Inggris mengalami krisis keuangan setelah perang panjang melawan negara-negara Eropa. Meskipun di atas kertas terlihat sangat menjanjikan, kenyataan di lapangan menunjukkan banyak kendala, termasuk ketegangan politik dan perang. Dalam situasi yang tidak menguntungkan ini, harga saham perusahaan justru terus melejit.

Peningkatan harga saham ini lebih didorong oleh spekulasi daripada kinerja nyata perusahaan. Banyak orang membeli saham hanya berdasarkan harapan akan selalu ada pembeli lain di luar sana. Fenomena ini dikenal dengan istilah “pom-pom,” di mana harga saham meningkat bukan karena kinerja, melainkan semata-mata spekulasi.

Namun, kabar buruk mulai muncul ketika para petinggi perusahaan mulai menjual saham mereka secara diam-diam. Mereka memahami bahwa harga saham tidak didukung oleh kinerja nyata perusahaan. Keputusan ini menyebabkan kekacauan ketika para investor menyadari bahwa harapan mereka tidak akan terwujud. Kepanikan pun menyebar dengan cepat di kalangan investor.

Dampak dari Kejadian Sejarah Ini

Saat runtuhnya harga saham terjadi, ribuan individu kehilangan seluruh tabungan mereka dalam sekejap mata. Banyak bangsawan dan pengusaha terjebak dalam jebakan spekulatif ini, yang menyebabkan mereka jatuh miskin secara drastis. Salah satu korban terkenal adalah Isaac Newton, yang sempat meraih keuntungan namun terjebak saat harga saham memuncak.

Setelah kejadian tersebut, pemerintah melakukan penyelidikan yang mengungkapkan praktik-praktik suap, konflik kepentingan, dan manipulasi pasar oleh elite politik. Hal ini menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi tidak hanya berada di dunia bisnis, tetapi juga terkait dengan integritas institusi pemerintah. Kepercayaan publik terhadap pasar modal pun mengalami kehancuran yang mendalam.

Puncak dari skandal ini tidak hanya mengubah wajah pasar saham di Inggris, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi dunia investasi modern. Banyak orang mulai menjauh dari pasar operasi yang penuh risiko, terutama ketika mereka menyadari bahwa tidak ada jaminan dalam spekulasi. Kejadian ini menjadikan praktik penggorengan saham sebagai catatan kelam dalam sejarah investasi.

Pelajaran Berharga dari Sejarah Saham Gorengan

Peristiwa South Sea Company menjadi pengingat bahwa harapan dan keyakinan yang berlebihan dapat mengarah pada kehancuran. Pelajaran ini seharusnya mengajarkan investor untuk bijaksana dalam mengambil keputusan investasi. Keberhasilan dalam dunia investasi tidak semata-mata ditentukan oleh angka dan grafik, tetapi juga atas pemahaman yang mendalam mengenai fundamental perusahaan.

Praktik penggorengan saham masih ada hingga saat ini, meskipun dengan bentuk yang lebih modern. Di era digital, investasi saham dapat dilakukan secara lebih cepat dan luas, tetapi risiko tetap ada. Menyadari potensi risiko dan tidak terjebak dalam euforia investasi menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan.

Selain itu, pentingnya pendidikan finansial tidak dapat disepelekan. Dengan pengetahuan yang baik, investor dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan tidak bergantung pada spekulasi. Keberhasilan berinvestasi tidak hanya didapat dari pengalaman, tetapi juga dari pemahaman sistem dan analisis yang mendalam.

Tags: BalikBanyakGorenganInvestorMerugikanSahamSosokyang
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

IHSG Mengalami Penurunan 1,88 Persen Menjadi 6.196

by Merry
July 25, 2026
0
IHSG Mengalami Penurunan 1,88 Persen Menjadi 6.196

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada hari perdagangan ini, mencerminkan kondisi pasar yang semakin menantang. Penurunan hampir mencapai 2% seiring dengan aksi jual yang masif...

Read more

Investor Jauhi Saham Elon Musk, Bisnis Tesla dan SpaceX Terancam?

by Merry
July 24, 2026
0
Investor Jauhi Saham Elon Musk, Bisnis Tesla dan SpaceX Terancam?

Elon Musk, sosok yang dikenal sebagai salah satu miliarder yang paling berpengaruh di dunia, kini menghadapi tantangan serius dalam bisnisnya. Setelah menerima gelar triliuner pertama dunia berkat lonjakan...

Read more

Cicilan Pertama Himbara Jatuh Tempo Bulan September

by Merry
July 23, 2026
0
Cicilan Pertama Himbara Jatuh Tempo Bulan September

Dalam sebuah pertemuan penting yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membahas berbagai hal terkait program koperasi di Indonesia. Rapat tersebut dipimpin oleh...

Read more

Daya Beli Turun, Penggunaan Industri Elektronik Hanya 65 Persen

by Merry
July 23, 2026
0
Daya Beli Turun, Penggunaan Industri Elektronik Hanya 65 Persen

Gejolak geopolitik dan kondisi ekonomi yang berfluktuasi secara global memberikan dampak yang signifikan terhadap industri manufaktur di Indonesia, khususnya sektor elektronik. Penurunan daya beli masyarakat ditambah dengan tekanan...

Read more

Airlangga Sambut Penahanan Suku Bunga BI untuk Mendorong Kredit

by Merry
July 22, 2026
0
Airlangga Sambut Penahanan Suku Bunga BI untuk Mendorong Kredit

Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI-Rate pada tingkat 5,75% mengundang perhatian luas di kalangan pelaku ekonomi. Selain itu, suku bunga Deposit Facility tetap di angka 4,75% dan...

Read more
Next Post
Satgas Ringkus Pemasok Senjata KKB di Papua Pegunungan

Satgas Ringkus Pemasok Senjata KKB di Papua Pegunungan

Related News

Seluruh Layanan di Armuzna Perlu Dievaluasi

Seluruh Layanan di Armuzna Perlu Dievaluasi

May 30, 2026
Pemotongan Kurban di Masjid Istiqlal dengan Sapi Prabowo

Pemotongan Kurban di Masjid Istiqlal dengan Sapi Prabowo

May 28, 2026
Alun-alun Ditutup dengan Pengamanan 1700 Personel

Alun-alun Ditutup dengan Pengamanan 1700 Personel

May 4, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Bank Baru Bos Bunga Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Emas Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Karena Kasus KPK Kredit Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?