Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Style

Sepinya Perusahaan IPO di Pasar Modal RI dan Penyebabnya

Merry by Merry
October 4, 2026
in Style
0
Sepinya Perusahaan IPO di Pasar Modal RI dan Penyebabnya
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Minat perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hingga akhir Agustus 2026, hanya tujuh perusahaan yang berhasil mencatatkan saham mereka, dengan total dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp2,16 triliun, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

You might also like

Risiko Eksistensial AI Diterima Dalam Prospektus IPO Anthropic

Menteri RI Dijatuhi Hukuman Mati Akibat Korupsi dan Penyitaan Hartanya

Siap Jadi Alat Fiskal untuk Ekonomi Hijau oleh Geo Dipa

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa penurunan jumlah calon emiten disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab utama adalah kondisi pasar global yang berfluktuasi dan ketidakpastian geopolitik yang membuat perusahaan ragu dalam mengambil langkah untuk melaksanakan penawaran umum.

“Penurunan calon perusahaan untuk melakukan IPO dipengaruhi oleh dinamika kondisi pasar global, termasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi timing perusahaan,” ungkap Hasan dalam keterangan resminya.

Penurunan Jumlah IPO dan Dana yang Dihimpun di BEI

Data dari BEI menunjukkan adanya penurunan jumlah IPO hingga Agustus 2026, yaitu sekitar 68,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 22 perusahaan. Selain itu, penghimpunan dana pun juga mengalami penurunan drastis, sekitar 79,2%, dari Rp10,39 triliun pada tahun lalu menjadi hanya Rp2,16 triliun dalam periode ini.

Dalam konteks ini, OJK mencatat bahwa meski ada penurunan yang signifikan, masih terdapat tujuh perusahaan yang terdaftar dalam pipeline per 6 September 2026. Target dari perusahaan-perusahaan tersebut adalah untuk menghimpun dana maksimal sekitar Rp4,02 triliun, meskipun belum semua rencana IPO mendapatkan persetujuan.

Menurut Hasan, kemajuan masih diperlukan dalam hal kualitas keterbukaan informasi bagi perusahaan-perusahaan tersebut sebelum dapat melanjutkan rencana IPO mereka. “Terdapat beberapa rencana IPO yang belum memperoleh persetujuan karena kualitas keterbukaan informasi yang masih perlu ditingkatkan,” tambahnya.

Rata-rata Dana yang Dihimpun Turun Signifikan

Penyusutan aktivitas IPO tidak hanya terlihat dari jumlah, tetapi juga dari nilai transaksi yang terjadi. Rata-rata dana yang dihimpun oleh setiap emiten menurun dari Rp471,91 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp308,76 miliar pada tahun 2026, berkurang sekitar 34,6%. Hal ini menunjukkan adanya tantangan yang harus dihadapi oleh pasar modal.

Walaupun banyak yang merasa pesimis dengan kondisi ini, Hasan menekankan bahwa OJK tidak hanya mengejar jumlah IPO yang terjadi. Fokus utama mereka adalah memastikan total penghimpunan dana di pasar modal tetap optimal, dengan target sebesar Rp250 triliun pada tahun 2026.

Hingga 6 September 2026, dana yang berhasil dihimpun sudah mencapai Rp148,3 triliun. Dalam mencapai target ini, OJK akan terus memperhatikan kualitas dari keterbukaan informasi dan kesiapan calon emiten agar tidak hanya berorientasi pada jumlah.

Persepsi Investor terhadap Saham Baru

Minimnya jumlah IPO di tahun ini tidak berarti bahwa saham-saham baru kehilangan daya tarik di mata investor. Beberapa saham yang melantai di tahun 2026 tetap mencatatkan kenaikan harga yang signifikan setelah debutnya. Meski demikian, situasi ini belum cukup untuk membuktikan adanya pemulihan yang nyata dari fungsi pasar perdana sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan.

Seiring dengan kondisi ini, OJK bersama dengan BEI terus berupaya untuk melakukan sosialisasi dan coaching clinic di berbagai wilayah. Ini bertujuan untuk mendorong lebih banyak perusahaan yang siap untuk melantai di bursa, menciptakan suasana yang kondusif bagi para investor.

Tindakan proaktif seperti ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah emiten yang berminat mendaftar untuk melakukan IPO di masa mendatang. Dengan adanya pendampingan dan pembinaan, perusahaan diharapkan bisa memenuhi standar yang diperlukan, sehingga kepercayaan investor terhadap pasar modal dapat terjaga dan tumbuh lagi.

Tags: danIPOModalPasarPenyebabnyaPerusahaanSepinya
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Risiko Eksistensial AI Diterima Dalam Prospektus IPO Anthropic

by Merry
October 3, 2026
0
Risiko Eksistensial AI Diterima Dalam Prospektus IPO Anthropic

Anthropic, pengembang model kecerdasan buatan (AI) Claude, baru-baru ini memberikan peringatan yang cukup serius mengenai pengaruh sikap pemerintah terhadap perusahaan dan teknologi yang mereka kembangkan. Dalam prospektus penawaran...

Read more

Menteri RI Dijatuhi Hukuman Mati Akibat Korupsi dan Penyitaan Hartanya

by Merry
October 3, 2026
0
Menteri RI Dijatuhi Hukuman Mati Karena Korupsi dan Semua Harta Disita

Jusuf Muda Dalam (JMD) adalah sosok yang tak terlupakan dalam sejarah perbankan Indonesia. Ia menjabat sebagai Menteri Urusan Bank Sentral dari tahun 1963 hingga 1966, memberikan pengaruh besar...

Read more

Siap Jadi Alat Fiskal untuk Ekonomi Hijau oleh Geo Dipa

by Merry
October 2, 2026
0
Siap Jadi Alat Fiskal untuk Ekonomi Hijau oleh Geo Dipa

Bogor, Indonesia - Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis, mengungkapkan komitmen perusahaan untuk berperan lebih dalam pengembangan ekonomi hijau di Indonesia. Geo Dipa siap menjadi...

Read more

Jual Anak JPFA di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembeliannya

by Merry
October 2, 2026
0
Jual Anak JPFA di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembeliannya

Emiten olahan ayam, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), merencanakan strategi signifikan dengan menjual anak usahanya, PT Vaksindo Satwa Nusantara. Langkah ini dilakukan dengan transaksi senilai Rp1,8 triliun...

Read more

Divestasi 62 Juta Saham ABDA oleh OONA Indonesia, Raih Dana Rp305 Miliar

by Merry
October 1, 2026
0
Divestasi 62 Juta Saham ABDA oleh OONA Indonesia, Raih Dana Rp305 Miliar

OONA Indonesia Pte Ltd baru saja melakukan langkah strategis dengan divestasi saham PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA). Transaksi penting ini tercatat dengan nilai sekitar Rp305,04 miliar,...

Read more
Next Post
Analisis Ringgit dan SGD, Upaya Indonesia Perkuat Daya Saing Rupiah!

Analisis Ringgit dan SGD, Upaya Indonesia Perkuat Daya Saing Rupiah!

Related News

Pihak Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan Instansi Lain

Pihak Febrie Heran Tersangka Diperiksa Menggunakan Rujukan Instansi Lain

September 8, 2026
Kebakaran di Rumah Konveksi Rorotan Mengakibatkan Kerugian Rp550 Juta

Kebakaran di Rumah Konveksi Rorotan Mengakibatkan Kerugian Rp550 Juta

September 6, 2026
Gembok Saham BKDP dan JSKY Tiba-Tiba di BEI, Apa Penyebabnya?

Gembok Saham BKDP dan JSKY Tiba-Tiba di BEI, Apa Penyebabnya?

May 29, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Besar Bos Bunga Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Kasus Kebakaran Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?