Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Style

Saham Dibuang Investor, RANS Boyong Konglomerat JELI dan BACH

Merry by Merry
July 12, 2026
in Style
0
Saham Dibuang Investor, RANS Boyong Konglomerat JELI dan BACH
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dua perusahaan yang baru saja melantai di bursa saham, PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH), mengalami penurunan signifikan dalam aksi jual pada Jumat (10/7/2026). Sementara itu, PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menunjukkan kinerja yang sebaliknya dengan lonjakan harga saham.

You might also like

Perkuat Ekosistem Baterai EV, Insentif Diperlukan untuk Industri Nikel

Rupiah Menguat Kembali, Apakah Bisa Kembali ke Kisaran Rp17.000?

Investor Cerna Isu Global IHSG Sesi I Naik 0,1 Persen ke Level 5.918

Saham JELI, yang dikenal sebagai produsen makanan dengan merek INACO, mencatatkan penurunan terparah pada hari itu. Harga sahamnya merosot hingga 14,81% menjadi Rp1.495 per lembar, menjadikannya berada di bawah batas Auto Rejection Bawah (ARB) di bursa. Di sisi lain, saham BACH, yang bergerak dalam sektor genset dan infrastruktur telekomunikasi, anjlok nyaris 10% menjadi Rp500 per lembar.

Keberlangsungan perusahaan-perusahaan ini tampak terancam oleh valuasi yang tidak sesuai dengan kinerja keuangan mereka. JELI, meskipun mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 235,5% dari tahun sebelumnya, tetap saja laba tersebut sangat kecil dan tidak mencukupi untuk mendukung lonjakan harga sahamnya. Untuk memahami bagaimana fenomena ini bisa terjadi, penting bagi para investor untuk menganalisis lebih dalam terkait situasi yang tengah dihadapi oleh kedua perusahaan ini.

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi anjloknya saham JELI adalah perkembangan dalam laporan keuangannya. Meski laba bersihnya naik, pendapatan perusahaan justru mengalami penurunan selama tiga tahun berturut-turut, dari Rp838,94 miliar pada 2023 menjadi Rp753,05 miliar di 2025. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan pertumbuhan di masa depan.

Analisis Mendalam terhadap Kinerja Saham JELI di Pasar Modal

Selanjutnya, perhatian seharusnya tertuju pada rasio harga terhadap laba (PER) yang sangat mengkhawatirkan. Dengan PER berada di kisaran 31-39 kali, harga IPO JELI terlihat sangat tinggi dibandingkan emiten sejenis yang berada di kisaran 12-18 kali. Hal ini menunjukkan bahwa pasar mungkin telah memberikan valuasi yang berlebihan terhadap saham ini, mengabaikan potensi risiko yang ada.

Pertumbuhan laba JELI tampaknya berasal dari upaya efisiensi dan perbaikan marjin kerja, bukan dari pertumbuhan penjualan yang konsisten. Ketika peluang untuk meningkatkan efisiensi habis, tantangan berikutnya adalah apakah penjualan dapat kembali tumbuh dengan baik dan signifikan. Krisis yang lebih dalam muncul dari hasil analisis arus kas perusahaan, yang menunjukkan penurunan drastis dalam arus kas dari aktivitas operasi sekitar 83% pada 2025.

Lonjakan piutang yang signifikan juga menjadi masalah. Piutang usaha JELI melonjak dari Rp104,21 miliar menjadi Rp174,13 miliar, akibat meningkatnya penjualan kredit. Perilaku ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas laba yang dilaporkan—laba yang ada di kertas tidak selalu dapat menjadi kas yang aktual. Hal ini mengakibatkan risiko lengkapnya likuiditas, yang menjadi indikator kesehatan keuangan perusahaan.

Penyebab Penurunan Saham BACH dan Implikasinya untuk Investor

Menilai saham BACH, penurunan harga di awal perdagangan tidak lepas dari banyaknya investor yang bereaksi negatif terhadap signalisasi dari broker. Badan riset menunjukkan bahwa satu broker menjadi net seller dengan total transaksi mencapai sekitar Rp117,4 miliar. Situasi semacam ini sering kali menandakan fase distribusi besar, yang bisa menjadi pertanda akan potensi penurunan harga lebih lanjut.

Dari sudut pandang likuiditas, rasio kas BACH hanya tercatat 0,02 kali, jauh dari angka yang bisa dianggap sehat. Ini dapat membahayakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Kekhawatiran ini semakin diperburuk oleh fakta bahwa sebagian besar klien BACH berasal dari Grup Djarum, sehingga sangat bergantung pada keputusan internal grup dan bukan murni pada dinamika pasar.

Selain itu, BACH menghadapi risiko yang cukup besar dalam rantai pasok. Ketergantungan pada prinsipal genset luar negeri membuat mereka rentan terhadap fluktuasi nilai tukar dan potensi gangguan pasokan. Sebagai tambahan, struktur utang yang meningkat mengharuskan mereka untuk mematuhi sejumlah batasan ketat dari lender, yang selanjutnya dapat membatasi ruang gerak keputusan korporasi.

Dampak Kinerja RANS dan Perbandingan dengan JELI dan BACH

Berbeda dengan JELI dan BACH, RANS mengawali debutnya di bursa dengan performa mengesankan, mencatat lonjakan harga hingga mencapai Auto Reject Atas (ARA). Ini menjadi pertanda bahwa minat investor terhadap saham RANS cukup tinggi, terpicu oleh ketokohan Raffi Ahmad dan sejumlah pejabat penting yang mendukung perusahaan.

Setelah mencatat harga pembukaan Rp228 per lembar, saham RANS naik hingga 34,12% pada hari perdananya. Momen ini menjadi berkah tersendiri bagi para investor yang mengincar peluang di sektor hiburan. Dengan dukungan figur publik, RANS berhasil menciptakan buzz positif di pasar.

Perayaan IPO RANS bahkan dimeriahkan oleh kehadiran tokoh-tokoh besar, menciptakan daya tarik tersendiri bagi pemegang saham dan calon investor. Hal ini memperkuat dugaan bahwa sektor hiburan memiliki daya tahan yang baik meskipun pasar mengalami ketidakpastian. Oleh karena itu, RANS bisa dianggap sebagai outlier positif dalam konteks emiten baru yang bertransaksi di bursa saat ini.

Tags: BACHBoyongdanDibuangInvestorJELIKonglomeratRANSSaham
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Perkuat Ekosistem Baterai EV, Insentif Diperlukan untuk Industri Nikel

by Merry
July 11, 2026
0
Perkuat Ekosistem Baterai EV, Insentif Diperlukan untuk Industri Nikel

Pengembangan hilirisasi nikel menjadi salah satu fokus utama dalam penguatan industri baterai listrik di Indonesia. Hal ini diakui oleh berbagai pihak yang terlibat dalam industri, terutama dalam konteks...

Read more

Rupiah Menguat Kembali, Apakah Bisa Kembali ke Kisaran Rp17.000?

by Merry
July 11, 2026
0
Rupiah Menguat Kembali, Apakah Bisa Kembali ke Kisaran Rp17.000?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan tanda penguatan yang signifikan pada akhir pekan ini. Fenomena ini sejalan dengan terjadinya penurunan pada indeks dolar AS (DXY),...

Read more

Investor Cerna Isu Global IHSG Sesi I Naik 0,1 Persen ke Level 5.918

by Merry
July 10, 2026
0
Investor Cerna Isu Global IHSG Sesi I Naik 0,1 Persen ke Level 5.918

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukan penguatan yang signifikan pada perdagangan hari Jumat (10/7/2026). Hal ini terjadi di tengah dominasi sentimen global yang sedang berfluktuasi, terutama karena ketegangan...

Read more

Fondasi Pasar Karbon di Indonesia melalui SRUK

by Merry
July 10, 2026
0
Fondasi Pasar Karbon di Indonesia melalui SRUK

Pemerintah baru saja meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas dalam pencatatan unit karbon. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antar berbagai lembaga...

Read more

Ukur Dampak Peringatan Keras S&P DJI dan Triliunan Outflow di Bursa

by Merry
July 9, 2026
0
Ukur Dampak Peringatan Keras S&P DJI dan Triliunan Outflow di Bursa

Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan mengenai proyeksi potensi investasi asing di pasar modal Indonesia. Diperkirakan bahwa eksposur saham dan instrumen Indonesia dalam exchange-traded funds (ETF)...

Read more
Next Post
Buron Asuransi RI Dikejar Interpol Ternyata Hidup Mewah di Amerika

Buron Asuransi RI Dikejar Interpol Ternyata Hidup Mewah di Amerika

Related News

Saldo Minimum Nasabah Prioritas BNI BRI dan Bank Mandiri Terbaru

Aturan Terbaru Saldo Minimum Nasabah Prioritas Bank Indonesia

June 7, 2026
Saham Perusahaan Mendadak Turun Setelah Peluncuran Produk Baru

Saham Perusahaan Mendadak Turun Setelah Peluncuran Produk Baru

May 28, 2026
Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Turun ke 110 Dolar AS

Gempur Iran Harga Minyak Meroket Jadi 96 Dolar AS

May 28, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Bank Baru Bos Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Emas Emiten Harga IHSG Indonesia Ini Investasi Jadi Jakarta Karena Kasus KPK Menjadi Minyak Naik OJK oleh Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?