Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Market

Gempur Iran Harga Minyak Meroket Jadi 96 Dolar AS

Merry by Merry
May 28, 2026
in Market
0
Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Turun ke 110 Dolar AS
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Harga minyak dunia mengalami peningkatan signifikan pada hari Kamis, 28 Mei 2026. Lonjakan harga ini dipicu oleh serangan terbaru yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap target di Iran, yang menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan pengiriman komersial melalui Selat Hormuz.

You might also like

Kepercayaan Nasabah Tingkatkan Penghimpunan Dana, DPK Mencapai 1.580 Triliun

K/L Minta Tambahan Anggaran Rp1.000 T, Berikut Jawaban Purbaya

Literasi Keuangan Indonesia Capai Target 2029, Tiga Tahun Lebih Cepat

Data perdagangan menunjukkan bahwa minyak Brent melonjak sekitar 2% ke level 96,28 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah tipe West Texas Intermediate (WTI) juga menguat sekitar 2% dan mencapai harga 90,75 dolar AS per barel.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengonfirmasi bahwa mereka menargetkan sebuah pangkalan udara AS pada pukul 04.50 waktu setempat tanpa mengungkapkan lokasi persisnya. Tindakan ini dilakukan setelah militer AS meluncurkan serangan terhadap fasilitas militer di Iran yang dianggap mengancam pasukan serta jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Serangan AS terhadap fasilitas militer Iran dan respons global

Pernyataan tersebut muncul menyusul serangan yang diluncurkan oleh militer AS, yang menyebutkan bahwa mereka berhasil mencegat sejumlah drone Iran. Ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat di wilayah tersebut dan dampaknya terhadap pasar energi global.

Meskipun harga minyak naik baru-baru ini, sebenarnya harga tersebut telah mengalami penurunan lebih dari 10% sejak 18 Mei 2026. Penurunan ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS yang mengindikasikan penundaan serangan militer besar terhadap Iran untuk memberikan ruang bagi negosiasi.

Menteri Luar Negeri AS menekankan adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran, mengindikasikan bahwa jalur diplomasi masih diutamakan. Upaya tersebut berupaya mencegah kekacauan lebih lanjut di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak global.

Kesepakatan dan kebuntuan dalam pengelolaan Selat Hormuz

Meskipun sebelumnya ada kesepakatan gencatan senjata yang rapuh pada bulan April, AS dan Iran masih terjebak dalam kebuntuan mengenai pengelolaan Selat Hormuz. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Iran dan AS telah menyetujui draft nota kesepahaman yang dapat membuka kembali jalur pelayaran komersial di Hormuz.

Namun, Gedung Putih segera membantah klaim tersebut, menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar. Ini menegaskan bahwa situasi di wilayah tersebut tetap tegang dan ketidakpastian terus menghantui pasar energi dunia.

Mantan penasihat energi senior di pemerintahan sebelumnya menyatakan bahwa banyak pemimpin di Timur Tengah percaya bahwa Iran telah secara efektif menguasai Selat Hormuz. Persepsi ini dapat memperburuk ketidakpastian dalam negosiasi yang sedang berlangsung.

Dampak terhadap pasar minyak global dan inflasi

Citigroup mengungkapkan bahwa pasar minyak telah menunjukkan tanda-tanda stabilitas, dengan investor mulai mengurangi kekhawatiran mengenai kemungkinan gangguan pasokan energi yang ekstrem. Namun, ketidakpastian seputar kesepakatan masih membuat para analis waspada terhadap risiko inflasi yang dapat muncul akibat lonjakan harga energi.

Peringatan dari lembaga keuangan menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak yang berkepanjangan dapat memicu tekanan inflasi yang lebih luas. Hal ini berpotensi mendorong beberapa bank sentral di berbagai negara untuk mengambil langkah-langkah kebijakan moneter yang lebih ketat.

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi situasi saat ini, termasuk serangan bersenjata dan ketidakpastian politik, dampak pada pasar minyak dan ekonomi global bisa jauh lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

Tags: DolarGempurHargaIranJadiMeroketMinyak
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Kepercayaan Nasabah Tingkatkan Penghimpunan Dana, DPK Mencapai 1.580 Triliun

by Merry
September 8, 2026
0
Kepercayaan Nasabah Tingkatkan Penghimpunan Dana, DPK Mencapai 1.580 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah mencatatkan kemajuan yang signifikan dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga mencapai Rp1.580,7 triliun pada akhir Triwulan II 2026. Angka ini menunjukkan...

Read more

K/L Minta Tambahan Anggaran Rp1.000 T, Berikut Jawaban Purbaya

by Merry
September 8, 2026
0
K/L Minta Tambahan Anggaran Rp1.000 T, Berikut Jawaban Purbaya

Keputusan pemerintah untuk mengalokasikan anggaran tahun 2027 telah menjadi topik hangat di kalangan berbagai Kementerian dan Lembaga. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa permintaan anggaran yang masuk...

Read more

Literasi Keuangan Indonesia Capai Target 2029, Tiga Tahun Lebih Cepat

by Merry
September 7, 2026
0
Warga Indonesia Semakin Mengurangi Penggunaan Uang Tunai

Dalam era digital yang semakin berkembang, literasi dan inklusi keuangan menjadi topik yang sangat penting bagi masyarakat. Pencapaian yang telah diraih Indonesia dalam bidang ini menunjukkan bahwa kesadaran...

Read more

Rupiah Menguat 0,11%, Dolar AS Turun ke Rp17.610

by Merry
September 7, 2026
0
Rupiah Menguat 0,11%, Dolar AS Turun ke Rp17.610

Rupiah Indonesia sedang mengalami tren penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada awal pekan ini. Pada pembukaan perdagangan, nilai tukar rupiah menguat hingga 0,11% dan mencapai posisi Rp17.610 per...

Read more

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank per September 2026

by Merry
September 6, 2026
0
Warga AS Menyesal Tentang Tabungan, Kenapa Bisa Terjadi?

Setiap institusi perbankan memiliki syarat dan produk yang bervariasi bagi nasabahnya, terutama terkait dengan saldo minimum yang harus dipenuhi. Hal ini berpengaruh besar terhadap fasilitas yang bisa didapatkan...

Read more
Next Post
Pemilik Travel Dipolisikan Terkait Dugaan Penipuan Umrah

Pemilik Travel Dipolisikan Terkait Dugaan Penipuan Umrah

Related News

Daya Beli Turun, Penggunaan Industri Elektronik Hanya 65 Persen

Daya Beli Turun, Penggunaan Industri Elektronik Hanya 65 Persen

July 23, 2026
Asbisindo Minta PFII Menjadi Pusat Keuangan Syariah Global

Asbisindo Minta PFII Menjadi Pusat Keuangan Syariah Global

July 10, 2026
Strategi Allo Bank di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga

Strategi Allo Bank di Tengah Tren Kenaikan Suku Bunga

June 26, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Bos Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran Kredit Laba Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?