Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Masih Rentan akibat Capital Flight Global Menurut BI

Merry by Merry
October 9, 2026
in Market
0
Rupiah Masih Rentan akibat Capital Flight Global Menurut BI
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa rupiah saat ini berada dalam kondisi yang sangat rentan. Salah satu faktor utama yang menyebabkannya adalah adanya pelarian modal atau capital flight yang dilakukan oleh investor asing kembali ke negara asal mereka.

You might also like

Dana Masuk RI Mencapai Rp131,1 T di 2026, SBN Semakin Menarik

Rayakan HUT ke-28, Bank Tebar Dividen Interim Rp 6,16 Triliun

OJK Berencana Perpanjang Batas Kredit Macet Pinjaman Online Menjadi 180 Hari

Capital flight ini diartikan sebagai fenomena di mana dana atau arus modal keluar besar-besaran dari suatu negara dan bergerak menuju negara yang dianggap lebih stabil. Ketika investor merasa tidak nyaman, mereka cenderung menarik investasinya dan mencari tempat yang lebih aman untuk menyimpan uang mereka.

Investor asing saat ini tengah berupaya untuk mengalihkan aset mereka ke negara-negara dengan risiko yang lebih rendah. Destry menjelaskan bahwa situasi ini menyebabkan tekanan pada nilai rupiah serta berdampak pada kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN), yang baru-baru ini mengalami outflow yang signifikan.

Risiko Investasi dan Dampaknya Terhadap Rupiah

Menurut Destry, potensi pelarian modal global adalah masalah yang harus diwaspadai. Investor asing yang berinvestasi di Indonesia kini lebih cenderung menarik dana mereka dan memilih untuk berinvestasi di negara dengan keamanan yang lebih terjamin. Keputusan ini mulai terlihat dari statistik yang menunjukkan peningkatan arus keluar modal dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Akibat dari fenomena ini, rupiah mengalami pelemahan dan tekanan yang tidak dapat dihindari. Investor asing yang melepas kepemilikannya di SBN turut menambah persentase outflow, menyebabkan pasar obligasi Indonesia menjadi lebih rentan. Dalam jangka panjang, pengaruh ini dapat membahayakan stabilitas perekonomian nasional.

Dari luar negeri, banyak investor yang saat ini lebih memilih untuk memegang dolar AS, yang dinilai lebih aman dibandingkan dengan aset di negara yang dianggap berisiko tinggi. Rasa ketidakpastian ini menjadi pemicu utama pelarian modal dan mempersulit posisi rupiah di pasar valuta asing.

Akibat Capital Flight Terhadap Yield dan Spread SBN

Selanjutnya, fenomena outflow ini juga menyebabkan imbal hasil (yield) dari SBN mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Destry menekankan bahwa saat ini terjadi penurunan spread antara yield SBN dengan obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury). Hal ini menunjukkan bahwa ketidakpastian yang ada di pasar obligasi dalam negeri mulai nampak nyata di hadapan investor.

Dengan yield US Treasury yang meningkat hingga 5,3% dan yield SBN yang berada di posisi sekitar 7,2%, semakin jelas terlihat adanya pergeseran preferensi di kalangan investor. Kondisi ini membuat surat berharga negara menjadi kurang menarik, mendorong lebih banyak investor asing untuk menarik dananya dari Indonesia.

Sebelumnya, banyak investor melihat SBN sebagai alternatif yang baik, namun saat ini situasinya mulai berubah akibat adanya pelarian modal tersebut. Dalam konteks ini, spread yang semakin menyempit menjadi indikasi bahwa pasar sedang menghadapi tantangan besar.

Pandangan ke Depan tentang Stabilitas Ekonomi Indonesia

Melihat kondisi ini, gubernur BI menambahkan bahwa perlu adanya langkah-langkah strategis dari pemerintah dan stakeholders lainnya untuk mempertahankan stabilitas ekonomi Indonesia. Intervensi yang tepat dan responsif sangat dibutuhkan agar pelarian modal tidak berlanjut. Jika tidak, nilai rupiah maupun perekonomian secara keseluruhan dapat mengalami dampak negatif yang lebih dalam.

Salah satu solusi yang mungkin adalah memperkuat fundamental ekonomi domestik guna menarik kembali kepercayaan investor. Hal ini bisa dicapai melalui reformasi kebijakan yang memperbaiki iklim investasi, serta menjaga stabilitas politik dan keamanan ekonomi dalam negeri.

Penting juga untuk terus memonitor kondisi global dan dampak yang ditimbulkan terhadap ekonomi Indonesia. Dengan memahami perubahan yang terjadi di arena internasional, para pembuat kebijakan dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Tags: AkibatCapitalFlightGlobalMasihMenurutRentanRupiah
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Dana Masuk RI Mencapai Rp131,1 T di 2026, SBN Semakin Menarik

by Merry
October 9, 2026
0
Dana Masuk RI Mencapai Rp131,1 T di 2026, SBN Semakin Menarik

Indonesia, sebagai salah satu negara dengan potensi ekonomi yang besar, terus menunjukkan daya tarik bagi para investor baik domestik maupun internasional. Baru-baru ini, Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan...

Read more

Rayakan HUT ke-28, Bank Tebar Dividen Interim Rp 6,16 Triliun

by Merry
October 8, 2026
0
Rayakan HUT ke-28, Bank Tebar Dividen Interim Rp 6,16 Triliun

Pada tanggal 2 Oktober 2026, Bank Mandiri telah melaksanakan pembayaran dividen interim untuk tahun buku yang sama, di mana setiap saham mendapatkan Rp66. Total pembayaran dividen ini mencapai...

Read more

OJK Berencana Perpanjang Batas Kredit Macet Pinjaman Online Menjadi 180 Hari

by Merry
October 8, 2026
0
OJK Berencana Perpanjang Batas Kredit Macet Pinjaman Online Menjadi 180 Hari

Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini mengumumkan rencana perubahan signifikan yang berkaitan dengan batas kategori pendanaan macet. Perubahan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan...

Read more

Cadev RI Turunkan US$ 200 Juta, September 2026 Capai US$ 146,3 Miliar

by Merry
October 7, 2026
0
Cadev RI Turunkan US$ 200 Juta, September 2026 Capai US$ 146,3 Miliar

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini mengumumkan bahwa posisi cadangan devisa negara pada akhir September 2026 tetap terjaga di angka 146,3 miliar dolar AS. Meskipun terjadi penurunan tipis sekitar...

Read more

Saham SpaceX Naik Hampir 8 Persen Elon Musk Kembali Jadi Triliuner

by Merry
October 6, 2026
0
Saham SpaceX Naik Hampir 8 Persen Elon Musk Kembali Jadi Triliuner

Saham perusahaan luar angkasa SpaceX mengalami lonjakan signifikan hampir mencapai 8% pada tanggal 6 Oktober 2026 di pasar Amerika Serikat. Kenaikan ini mengangkat kembali kekayaan Elon Musk, yang...

Read more
Next Post
Asuransi dan Dana Pensiun Kuasai 27 Persen Surat Utang RI dengan Nilai Rp137,4 T

Asuransi dan Dana Pensiun Kuasai 27 Persen Surat Utang RI dengan Nilai Rp137,4 T

Related News

DPR Desak Operator Laksanakan Putusan MK Terkait Penghapusan Kuota Hangus

DPR Desak Operator Laksanakan Putusan MK Terkait Penghapusan Kuota Hangus

July 25, 2026
Prospek Keuntungan Investasi di Bursa Berjangka Saat AS dan Iran Berdamai

Prospek Keuntungan Investasi di Bursa Berjangka Saat AS dan Iran Berdamai

June 16, 2026
Saldo Minimum Terbaru Bank Mandiri BRI dan BNI

Saldo Minimum Terbaru Bank Mandiri BRI dan BNI

June 21, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Bos Bunga Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Emiten Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?