Polda Kalimantan Selatan mengeluarkan permohonan maaf setelah salah satu anggota perwira menengah, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), terlibat dalam insiden yang menjadi viral di media sosial. Dalam video yang tersebar luas, tampak perwira tersebut sedang mengemudikan mobil tanpa mengenakan sabuk pengaman, serta merokok dengan jendela mobil terbuka di jalan raya.
Lebih parahnya, ketika mendapatkan teguran dari warga, perwira itu bersikap arogan dengan merekam balik warga menggunakan ponselnya, sambil mengeluarkan komentar merendahkan. Tindakan ini menimbulkan banyak reaksi negatif dari masyarakat, menunjukkan bahwa tindakan kurang profesional ini tidak dapat diterima.
Keharusan Profesionalisme di Lingkungan Kepolisian
Insiden ini menuntut perhatian serius mengenai profesionalisme di kalangan anggota kepolisian. Tindakan anggota yang membahayakan diri sendiri dan orang lain harus menjadi bahan evaluasi. Terlebih lagi, sosok polisi seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat.
Pelanggaran terhadap kode etik kepolisian bukan hanya merusak citra institusi, tetapi juga mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum. Oleh karena itu, langkah tegas harus diambil terhadap anggota yang melanggar aturan demi menjunjung tinggi integritas.
Polda Kalsel menyatakan bahwa tindakan tidak patut ini akan diproses lebih lanjut oleh Propam. Mereka berkomitmen untuk memastikan bahwa kasus serupa tidak terulang di masa depan.
Pentingnya Tindakan Tegas dan Evaluasi Berkelanjutan
Menindaklanjuti insiden negatif ini, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Adam Erwindi, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh anggota kepolisian. Tindakan yang dipicu oleh tindakan egois dari perwira tersebut sangat disesalkan.
Setiap anggota perlu diingatkan tentang tanggung jawab dan kewajiban mereka sebagai pelayan masyarakat. Tindakan mereka akan selalu diawasi, dan publik berhak mendapatkan pelayanan yang baik dan profesional.
Melalui kejadian ini, Polda Kalsel berharap dapat belajar dan meningkatkan kesadaran setiap anggota dalam bertugas. Penting untuk menjadikan setiap pelanggaran sebagai pelajaran bagi masa depan.
Pemulihan Citra dan Membangun Kepercayaan Publik
Setelah insiden yang mencoreng nama baik, pemulihan citra menjadi tantangan besar bagi Polda Kalsel. Dalam upaya ini, keterbukaan dan komunikasi dengan masyarakat menjadi kunci utama. Masyarakat berhak mengetahui langkah-langkah yang diambil untuk mencegah kejadian serupa.
Selain itu, programs pelatihan dan penyuluhan kepada anggota polisi akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas profesionalisme. Dengan pendekatan ini, diharapkan kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan secara bertahap.
Polda juga berkomitmen untuk mengambil sanksi yang sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan Propam agar ke depannya anggota lain tidak berani melakukan kesalahan serupa. Penegakan disiplin sangat penting untuk menjaga integritas lembaga.









