Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Style

Penasihat Presiden Jelaskan Dampak BI Rate 5,75% Terhadap Industri

Merry by Merry
June 29, 2026
in Style
0
Penasihat Presiden Jelaskan Dampak BI Rate 5,75% Terhadap Industri
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, memberikan tanggapan mengenai peningkatan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), yang kini mencapai 5,75%. Kenaikan tersebut banyak dianggap sebagai langkah yang tidak pro-industri dan merugikan pekerja, terutama di masa ketidakpastian ekonomi ini.

You might also like

Sepinya Perusahaan IPO di Pasar Modal RI dan Penyebabnya

Risiko Eksistensial AI Diterima Dalam Prospektus IPO Anthropic

Menteri RI Dijatuhi Hukuman Mati Akibat Korupsi dan Penyitaan Hartanya

Said Iqbal menyatakan bahwa keputusan untuk menaikkan suku bunga ini tidak terhindarkan dan diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurutnya, intervensi yang selama ini dilakukan BI dalam pasar dengan memanfaatkan cadangan devisa menjadi salah satu solusi sementara dalam menghadapi keadaan ini.

Namun, hal itu tidak bisa dilanjutkan tanpa batas. Permasalahan mendasar yang dihadapi adalah hilangnya kepercayaan investor asing. Dalam pandangannya, arus keluar modal dari investor asing menjadi tantangan besar bagi perekonomian Indonesia saat ini.

Menimbang Dampak Kenaikan Suku Bunga Terhadap Perekonomian

Said menjelaskan bahwa peningkatan suku bunga acuan dapat menjadi ‘buah simalakama’ bagi ekonomi Indonesia. Di satu sisi, langkah ini diperlukan untuk menjaga kestabilan, namun di sisi lain, bisa memicu berbagai masalah bagi industri dan tenaga kerja. Ia meyakini bahwa keputusan ini hanya bersifat sementara.

Dalam jangka pendek, suku bunga acuan yang lebih tinggi diharapkan bisa memperbaiki kondisi pasar. Namun, saat ekonomi kembali normal, katanya, suku bunga tersebut akan diturunkan kembali agar industri memiliki akses ke pinjaman dengan tingkat bunga lebih rendah.

Hal ini sangat penting terutama bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah yang biasanya lebih rentan terhadap fluktuasi ekonomi. Dengan suku bunga yang lebih tinggi, biaya pinjaman akan meningkat, sehingga kemungkinan terjadi penurunan investasi.

Implikasi Kenaikan Suku Bunga bagi Industri

Banyak perusahaan menghadapi tekanan berat akibat kenaikan suku bunga, khususnya mereka yang bergantung pada bahan baku impor. Said memberikan contoh perusahaan farmasi yang terpaksa melakukan langkah drastis karena meningkatnya biaya operasional yang disebabkan oleh melonjaknya nilai dolar AS. Ancaman pemutusan hubungan kerja menjadi salah satu solusi yang terpaksa mereka ambil.

Pendapatan yang dihasilkan dari penjualan produk dalam rupiah sementara biaya produksi yang berbasis dolar AS menciptakan sebuah kesenjangan yang sulit dijembatani. Hal ini bisa memperburuk keadaan ekonomi Indonesia, yang dalam beberapa tahun terakhir sudah mengalami tekanan.

Penting untuk diingat bahwa keputusan seperti ini tidak hanya berdampak pada perusahaan besar, tetapi juga membuat dampak domino pada supir, pekerja lokal, dan pelaku ekonomi kecil lainnya. Oleh karena itu, keterlibatan pemerintah dalam mencarikan solusi yang komprehensif menjadi sangat urgent.

Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Kenaikan Suku Bunga

Pemerintah dan Bank Indonesia perlu merumuskan strategi yang tepat agar dampak negatif dari kebijakan ini bisa diminimalisir. Salah satu pendekatan yang dapat diambil adalah memberikan dukungan bagi perusahaan yang kesulitan akibat kenaikan biaya. Ini bisa dilakukan dengan memberikan insentif atau kemudahan dalam akses pembiayaan.

Dengan demikian, perusahaan dapat beradaptasi dan mempertahankan pekerjaan tanpa harus mengorbankan tenaga kerja. Selain itu, upaya peningkatan kepercayaan investor asing menjadi kunci untuk memulihkan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Langkah-langkah strategis ini sangat penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian yang ada. Seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi global, diharapkan suku bunga bisa diturunkan kembali tanpa mempengaruhi kestabilan nilai tukar dan inflasi di dalam negeri.

Tags: DampakIndustriJelaskanPenasihatPresidenRateTerhadap
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Sepinya Perusahaan IPO di Pasar Modal RI dan Penyebabnya

by Merry
October 4, 2026
0
Sepinya Perusahaan IPO di Pasar Modal RI dan Penyebabnya

Minat perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hingga akhir Agustus 2026, hanya tujuh perusahaan yang berhasil mencatatkan saham...

Read more

Risiko Eksistensial AI Diterima Dalam Prospektus IPO Anthropic

by Merry
October 3, 2026
0
Risiko Eksistensial AI Diterima Dalam Prospektus IPO Anthropic

Anthropic, pengembang model kecerdasan buatan (AI) Claude, baru-baru ini memberikan peringatan yang cukup serius mengenai pengaruh sikap pemerintah terhadap perusahaan dan teknologi yang mereka kembangkan. Dalam prospektus penawaran...

Read more

Menteri RI Dijatuhi Hukuman Mati Akibat Korupsi dan Penyitaan Hartanya

by Merry
October 3, 2026
0
Menteri RI Dijatuhi Hukuman Mati Karena Korupsi dan Semua Harta Disita

Jusuf Muda Dalam (JMD) adalah sosok yang tak terlupakan dalam sejarah perbankan Indonesia. Ia menjabat sebagai Menteri Urusan Bank Sentral dari tahun 1963 hingga 1966, memberikan pengaruh besar...

Read more

Siap Jadi Alat Fiskal untuk Ekonomi Hijau oleh Geo Dipa

by Merry
October 2, 2026
0
Siap Jadi Alat Fiskal untuk Ekonomi Hijau oleh Geo Dipa

Bogor, Indonesia - Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis, mengungkapkan komitmen perusahaan untuk berperan lebih dalam pengembangan ekonomi hijau di Indonesia. Geo Dipa siap menjadi...

Read more

Jual Anak JPFA di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembeliannya

by Merry
October 2, 2026
0
Jual Anak JPFA di India dan Vietnam Rp1,8 Triliun, Ini Pembeliannya

Emiten olahan ayam, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), merencanakan strategi signifikan dengan menjual anak usahanya, PT Vaksindo Satwa Nusantara. Langkah ini dilakukan dengan transaksi senilai Rp1,8 triliun...

Read more
Next Post
Energi Naik Akibat Perang, BI Jamin Stabilitas Ekonomi Terjaga

Energi Naik Akibat Perang, BI Jamin Stabilitas Ekonomi Terjaga

Related News

Sempat Tembus Rp 17.400 per USD, Kapan Rupiah Bisa Kembali Menguat?

Sempat Tembus Rp 17.400 per USD, Kapan Rupiah Bisa Kembali Menguat?

May 6, 2026
Ekonomi Indonesia Stabil, Tim Purbaya Menyajikan Buktinya

Ekonomi Indonesia Stabil, Tim Purbaya Menyajikan Buktinya

September 6, 2026
Dapil Neraka Kandang Banteng yang Diganggu Kaesang

Dapil Neraka Kandang Banteng yang Diganggu Kaesang

July 27, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Besar Bos Bunga Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Kasus Kebakaran Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?