Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya pembangunan kota yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia percaya bahwa kemajuan harus terlihat melalui manfaat nyata bagi semua warga, termasuk kelompok yang paling rentan.
Dalam pernyataan tersebut, Pramono menegaskan bahwa kemajuan tidak hanya bisa diukur dari proyek fisik besar tetapi juga dari akses ke pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial yang lebih baik.
Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Dialog dan Orasi Kebangsaan dengan tema “Jakarta dan Problematika Kebangsaan” yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, di hadapan para alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Pentingnya Pembangunan Berbasis Kemaslahatan Bersama
Pramono menyatakan bahwa tugas seorang pemimpin adalah melanjutkan hal-hal baik yang sudah ada dan memperbaiki yang masih kurang. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap kebijakan yang dikeluarkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selama kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Rano Karno, Pemprov DKI telah menetapkan tiga prioritas utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Ketiga hal ini menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan demi kebermanfaatan lebih luas.
Pramono juga mengingatkan bahwa keberpihakan pemerintah perlu mencakup semua golongan masyarakat. Termasuk di dalamnya adalah pekerja sektor informal, pengemudi transportasi publik, dan pelaku usaha mikro hingga generasi muda yang memerlukan kesempatan untuk berkembang.
Peran Alumni dalam Membangun Jakarta yang Responsif
Gubernur memanggil alumni GMNI untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Jakarta. Ia percaya bahwa pengalaman dan jejaring mereka dapat membantu dalam menyusun kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pembangunan kota menurutnya membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menciptakan kebijakan yang sejalan dengan kepentingan publik. Hal ini penting untuk mencapai kesejahteraan yang merata bagi semua warga Jakarta.
“Masa depan Jakarta adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkap Pramono. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini meliputi pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil, komunitas, media, hingga setiap warga Jakarta.
Menerjemahkan Pancasila ke dalam Kebijakan Publik
Pada kesempatan itu, Pramono juga menekankan perlunya menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kebijakan publik. Ia percaya bahwa semangat kebangsaan tidak cukup hanya diungkapkan dalam seremonial, tetapi harus terwujud dalam pembangunan yang inklusif.
Menurutnya, pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat akan menghasilkan lingkungan yang lebih baik dan mempercepat kemajuan Jakarta. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi langkah penting untuk mencapai tujuan tersebut.
Pramono berharap agar langkah-langkah ke depan dapat membantu Jakarta menjadi kota global yang tetap menghargai identitas dan kebudayaan lokal. “Kami berencana untuk menghadirkan pembangunan yang produktif dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Mewujudkan Jakarta yang Nyaman untuk Semua Warga
Gubernur menekankan bahwa pembangunan Jakarta harus mengutamakan kenyamanan warga. Dengan adanya pembangunan yang tepat, Jakarta bisa bukan hanya menjadi kota yang kompetitif, namun juga ramah bagi setiap orang yang tinggal di dalamnya.
Komitmen untuk menjaga lingkungan dan memperhatikan kebutuhan masyarakat harus terus digalakkan oleh pemerintah. Baik dalam hal penyediaan infrastruktur maupun dalam peningkatan layanan publik yang lebih baik.
Pramono menutup pembicaraan dengan mengajak semua elemen masyarakat untuk berkolaborasi demi Jakarta yang lebih baik. “Mari kita satukan langkah kita untuk mencapai Jakarta yang produktif sekaligus berkelanjutan,” pungkasnya.








