Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Style

Mantan Menteri Terpergok Jual Beras di Glodok Tanpa Menginformasikan Keluarga

Merry by Merry
October 10, 2026
in Style
0
Mantan Menteri Terpergok Jual Beras di Glodok Tanpa Menginformasikan Keluarga
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nasib para pejabat negara setelah mengakhiri jabatannya selalu menarik perhatian masyarakat. Beberapa di antara mereka memilih menjalani hidup dalam kemewahan, sedangkan yang lain harus berjuang untuk bertahan hidup dengan cara yang sederhana.

You might also like

Intervensi Bank Indonesia untuk Stabilkan Rupiah Jika Kondisi Global Memanas

Peraturan Baru BEI Mulai Hari Ini, Calon Emiten Harus Miliki Keuangan Sehat

Emiten Tak Penuhi Free Float 15 Persen? Bursa Siapkan Kebijakan Keluar

Salah satu kisah menarik datang dari mantan Menteri Agama, Saifuddin Zuhri, yang memilih untuk hidup dalam kesederhanaan yang ekstrem. Ia bahkan terlibat dalam perdagangan beras di pasar tradisional yang menunjukkan sisi berbeda dari seorang mantan pejabat tinggi.

Saifuddin Zuhri yang menjabat sebagai Menteri Agama RI ke-10 dari tahun 1962 hingga 1967, tidak hanya dikenal sebagai pejabat pemerintahan. Setelah masa jabatannya berakhir, ia aktif kembali dalam dunia politik sebagai anggota DPR hingga pemilihan umum pada tahun 1971.

Namun, setelah pensiun dari panggung politik, kehidupan Saifuddin sangat berbeda. Ia menjadikan berdagang beras sebagai profesinya dan menjalaninya hampir setiap hari dengan penuh dedikasi.

Kisah Sederhana Seorang Mantan Menteri yang Berjuang Hidup

Sebelum terjun ke dunia dagang, Saifuddin juga dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana dan tegas dalam prinsipnya. Sebagai mantan menteri, ia merasa bahwa jabatan yang diembannya adalah sebuah amanah yang tidak boleh disalahgunakan.

Di tahun 1980-an, Saifuddin mulai berjualan beras di Pasar Glodok, Jakarta. Rutinitasnya dimulai setiap pagi, di mana setelah menunaikan salat Dhuha, ia mengemudikan mobilnya sendiri sambil membawa karung-karung beras untuk dijual.

Menariknya, kebiasaan berdagang ini ia sembunyikan dari keluarga. Istri dan anak-anaknya tidak mengetahui sumber penghasilannya yang sebenarnya, hingga suatu ketika salah satu anaknya melihatnya berjualan di pasar.

Berdagang bukanlah hal yang baru bagi Saifuddin. Dalam autobiografi yang ditulisnya, ia bercerita bahwa saat anak pertamanya lahir pada tahun 1942, ia sempat menjual berbagai barang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Integritas dan Kesederhanaan yang Menginspirasi

Jiwa kesederhanaan Saifuddin sudah terlihat saat ia menjabat sebagai menteri. Ia menolak dengan tegas fasilitas rumah dinas yang seharusnya ia tempati, karena prinsipnya yang menghargai amanah.

Saifuddin berpendapat bahwa jika seorang menteri sudah serakah mengambil fasilitas yang mewah, maka pelanggaran etika akan terjadi. Dengan tekad yang bulat, ia tetap tinggal di rumah pribadinya dan memilih untuk mencicil rumah di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Setelah cicilan rumahnya lunas, ia bahkan menghibahkannya untuk tujuan sosial. Keputusan ini diambil sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan kehormatan bagi Nahdlatul Ulama.

Walaupun hidup dalam kesederhanaan, semangat pengabdian Saifuddin tetap melekat dalam diri dan warisannya. Ketika ia mengembuskan napas terakhir pada 25 Februari 1986, nilai-nilai yang ia pegang teguh tetap menjadi teladan bagi generasi berikutnya.

Warisan yang Tak Lekang oleh Waktu

Pentingnya integritas dan kesederhanaan semakin tersirat dalam perjalanan hidup Saifuddin Zuhri. Sejak masa jabatannya hingga akhir hayat, ia menunjukkan komitmennya untuk melayani masyarakat dengan tulus.

Kisahnya menjadi inspirasi bagi pejabat-pejabat masa kini untuk tetap menjaga amanah yang diberikan kepada mereka. Saifuddin telah membuktikan bahwa kekuasaan tidak menjamin kebahagiaan; yang terpenting adalah bagaimana bertindak dalam menjalani kehidupan.

Melalui contoh hidup yang sederhana, Saifuddin mampu menyampaikan pesan bahwa nilai-nilai moral harus dipegang teguh. Ketekunannya dalam berjuang untuk hidup menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari kekayaan.

Sampai saat ini, sosok Saifuddin Zuhri diingat sebagai contoh ideal bagi banyak orang yang ingin berkontribusi kepada masyarakat. Meskipun telah tiada, semangat dan prinsip yang ia ajarkan terus menginspirasi generasi mendatang.

Tags: BerasGlodokJualKeluargaMantanMenginformasikanMenteriTanpaTerpergok
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Intervensi Bank Indonesia untuk Stabilkan Rupiah Jika Kondisi Global Memanas

by Merry
October 9, 2026
0
Intervensi Bank Indonesia untuk Stabilkan Rupiah Jika Kondisi Global Memanas

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, baru-baru ini mengungkapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak pasar global yang semakin tidak menentu. Ia menekankan pentingnya intervensi yang...

Read more

Peraturan Baru BEI Mulai Hari Ini, Calon Emiten Harus Miliki Keuangan Sehat

by Merry
October 9, 2026
0
Peraturan Baru BEI Mulai Hari Ini, Calon Emiten Harus Miliki Keuangan Sehat

Perkembangan di dunia pasar modal Indonesia semakin menarik perhatian dengan adanya perubahan aturan baru yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Aturan ini bertujuan untuk memperketat syarat bagi...

Read more

Emiten Tak Penuhi Free Float 15 Persen? Bursa Siapkan Kebijakan Keluar

by Merry
October 8, 2026
0
Emiten Tak Penuhi Free Float 15 Persen? Bursa Siapkan Kebijakan Keluar

Jakarta telah menjadi pusat perhatian banyak investor dengan kebijakan yang diambil oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu emiten-pemiten yang kesulitan dalam memenuhi ketentuan minimum free float 15%....

Read more

Rombak Direksi Bank Raya AGRO Susunan Terbaru Terungkap

by Merry
October 8, 2026
0
Rombak Direksi Bank Raya AGRO Susunan Terbaru Terungkap

PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) baru-baru ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Oktober 2026. Dalam pertemuan tersebut, berbagai agenda penting disetujui, termasuk...

Read more

BUMN Ungkap Strategi Menghadapi Peningkatan Kebutuhan Energi Listrik

by Merry
October 7, 2026
0
BUMN Ungkap Strategi Menghadapi Peningkatan Kebutuhan Energi Listrik

Perusahaan milik negara, PT PLN (Persero), menghadapi peningkatan kebutuhan listrik yang signifikan di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Dalam konteks ini, EVP Manajemen Aset dan Sistem Manajemen...

Read more
Next Post
Kronologi dan Alasan Singapura Sita Dana Anak Usaha Sawit RI Rp1,9 T

Kronologi dan Alasan Singapura Sita Dana Anak Usaha Sawit RI Rp1,9 T

Related News

Juara 1 Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2026 Diraih oleh CNN Indonesia

Juara 1 Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2026 Diraih oleh CNN Indonesia

September 7, 2026
Menteri RI Dijatuhi Hukuman Mati Karena Korupsi dan Semua Harta Disita

Menteri RI Dijatuhi Hukuman Mati Akibat Korupsi dan Penyitaan Hartanya

October 3, 2026
IHSG Turun 0,64% dan Tertinggal dari Level 6.100

IHSG Turun 0,64% dan Tertinggal dari Level 6.100

July 29, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Bos Dalam dan Dana Dari dengan Dolar DPR Emiten Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran Kredit Menjadi Naik OJK oleh Pasar Persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?