Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Style

Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar untuk Menyelamatkan Rupiah

Merry by Merry
July 26, 2026
in Style
0
Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar untuk Menyelamatkan Rupiah
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta menjadi saksi perjalanan krisis ekonomi yang menghantam Indonesia pada tahun 1998. Di masa itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merosot tajam hingga menyentuh angka Rp 18.000. Dalam situasi yang penuh tantangan tersebut, semakin banyak suara yang muncul mendorong tindakan nyata untuk memperkuat nilai rupiah.

You might also like

Astra International Bagi Dividen Rp3,89 T dan Tanggal Pencatatan yang Perlu Diketahui

Industri Gadai Tumbuh Pesat Pembiayaan Meningkat 44 Persen Menjadi Rp156 Triliun

Dampak Tingginya Harga Minyak Terhadap APBN IHSG dan Rupiah

Di tengah gejolak yang meresahkan ini, Siti Hardijanti Rukmana, yang akrab dikenal sebagai Tutut Soeharto, menginisiasi sebuah gerakan bernama Gerakan Cinta Rupiah (Getar). Tujuan dari gerakan ini adalah untuk mengajak masyarakat Indonesia terlibat aktif dalam upaya memperbaiki keadaan ekonomi yang memburuk saat itu.

Saat itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia terhambat akibat krisis finansial yang menyerang beberapa negara Asia, dimulai dari Thailand. Secara cepat, dampak dari krisis tersebut meluas, mengguncang kepercayaan negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, dan menjadikan kondisi ekonomi semakin rentan.

Sejarah Krisis Ekonomi 1998 dan Reaksinya

Krisis yang melanda Indonesia pada 1998 bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga masalah sosial dan politik. Nilai tukar rupiah jatuh dari sekitar Rp 2.000 per dolar AS menjadi Rp 10.000 hingga Rp 12.000. Kejadian ini memicu ketidakstabilan yang menyebabkan lonjakan harga barang kebutuhan pokok di pasaran.

Dalam analisis Jan Luiten van Zanden, krisis ini berakar dari gejolak mata uang yang terjadi pada negara-negara tetangga, terutama Thailand. Ini menunjukkan betapa rentannya ekonomi Indonesia terhadap guncangan dari luar. Masyarakat saat itu berhadapan dengan ancaman yang nyata terhadap kestabilan hidup mereka.

Menanggapi kondisi ini, Tutut Soeharto mengambil inisiatif dengan meluncurkan Gerakan Cinta Rupiah. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong masyarakat melepas simpanan dolar mereka dan berkontribusi pada penguatan mata uang rupiah. Melalui gerakan ini, diharapkan masyarakat bisa berpartisipasi langsung dalam pemulihan ekonomi nasional.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Cinta Rupiah

Gerakan Cinta Rupiah dimulai pada Januari 1998, dimana Tutut Soeharto melepaskan investasi pribadinya senilai US$50 ribu untuk ditukar dengan rupiah. Sikapnya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk melakukan hal serupa, memperlihatkan semangat kolektivitas di masa krisis.

Beberapa tokoh politik dan ekonomi Indonesia turut berpartisipasi dalam gerakan ini. Mereka secara simbolis menjadikan tindakan menukar dolar mereka ke rupiah sebagai bentuk kepedulian terhadap ekonomi bangsa. Pengalaman ini menunjukkan bahwa solidaritas dalam situasi sulit bisa menjadi pemicu harapan baru.

Dari partisipasi para pejabat dan masyarakat, dana yang terkumpul cukup signifikan. Di Gedung Bank Indonesia, tercatat dana yang terkumpul mencapai sekitar US$650 ribu. Meskipun kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan total negara untuk keluar dari krisis, tetapi langkah ini menjadi simbol harapan di tengah gelombang pesimisme.

Kritik dan Tantangan yang Dihadapi Gerakan Cinta Rupiah

Seiring berjalannya waktu, Gerakan Cinta Rupiah mulai mendapat kritik. Beberapa pengamat menilai bahwa tindakan tersebut tidak cukup kuat untuk menghadapi tekanan pasar yang semakin berat. Dikatakan bahwa pengumpulan dana yang tidak mencapai lebih dari US$5 juta tidak akan bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi Indonesia saat itu.

Fahmi Idris, seorang pengusaha, menegaskan bahwa kritik ini berdasar pada realita yang ada. Krisis yang melanda Indonesia bukan hanya masalah keuangan, tetapi juga dampaknya yang merambah ke aspek sosial dan politik, dengan potensi konflik yang berkepanjangan.

Dalam kondisi genting tersebut, meredakannya tidak hanya memerlukan tindakan simbolis tetapi juga strategi yang solid di tingkat kebijakan. Masyarakat berangsur angsur menyadari bahwa kontribusi individual, meski penting, tidak cukup untuk menanggulangi masalah yang jauh lebih besar.

Krisis yang Berkepanjangan dan Perubahan Politik di Indonesia

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia tidak hanya berhenti pada masalah nilai tukar rupiah. Pada bulan Mei 1998, ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan semakin menguat. Lonjakan harga dan kesulitan ekonomi memicu kerusuhan di berbagai daerah, yang menjadi penanda bahwa krisis telah menjalar ke aspek sosial.

Di tengah ketidakpastian tersebut, pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya setelah memimpin selama lebih dari 30 tahun. Pengunduran diri ini mencerminkan sebuah puncak dari ketidakstabilan yang telah berlangsung, mengubah arah perjalanan politik Indonesia menjadi era yang baru.

Dari rentetan peristiwa ini, sejarah mencatat bahwa meski Gerakan Cinta Rupiah dipandang sebagai tindakan simbolis, dampak dari krisis serta perubahan politiknya menjadi pelajaran berharga bagi bangsa. Kekuatan rakyat dalam menghadapi tantangan terukur melalui solidaritas, meskipun terhalang oleh berbagai kritik dan fakta yang tidak mudah dihadapi.

Tags: AjakAnakBuangDolarMenyelamatkanPresidenRupiahuntukWarga
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Astra International Bagi Dividen Rp3,89 T dan Tanggal Pencatatan yang Perlu Diketahui

by Merry
October 6, 2026
0
Astra International Bagi Dividen Rp3,89 T dan Tanggal Pencatatan yang Perlu Diketahui

PT Astra International Tbk (ASII) baru saja mengumumkan rencana untuk membagikan dividen interim untuk tahun buku 2026, yang akan memberikan imbal hasil dividen sebesar 2,1% berdasarkan harga penutupan...

Read more

Industri Gadai Tumbuh Pesat Pembiayaan Meningkat 44 Persen Menjadi Rp156 Triliun

by Merry
October 5, 2026
0
Industri Gadai Tumbuh Pesat Pembiayaan Meningkat 44 Persen Menjadi Rp156 Triliun

Industri pegadaian di Indonesia mengalami lonjakan pembiayaan yang signifikan. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), peningkatan ini mencapai 44,60% secara tahunan, dengan total pembiayaan sebesar Rp156,61 triliun. Kenaikan...

Read more

Dampak Tingginya Harga Minyak Terhadap APBN IHSG dan Rupiah

by Merry
October 5, 2026
0
Dampak Tingginya Harga Minyak Terhadap APBN IHSG dan Rupiah

Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah memberi dampak signifikan terhadap pasar energi global. Harga minyak mentah tetap tinggi, menciptakan efek domino di berbagai sektor ekonomi dunia. Saat...

Read more

Mengapa Tuyul Tidak Mencuri Uang di Bank? Jawaban Mengejutkan dari Ahli

by Merry
October 4, 2026
0
Mengapa Tuyul Tidak Mencuri Uang di Bank? Jawaban Mengejutkan dari Ahli

Makhluk halus seperti tuyul seringkali muncul dalam berbagai cerita rakyat, terutama terkait dengan pencurian. Namun, fenomena menarik adalah, hingga saat ini, tidak ada laporan serius mengenai keberadaan tuyul...

Read more

Sepinya Perusahaan IPO di Pasar Modal RI dan Penyebabnya

by Merry
October 4, 2026
0
Sepinya Perusahaan IPO di Pasar Modal RI dan Penyebabnya

Minat perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2026 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hingga akhir Agustus 2026, hanya tujuh perusahaan yang berhasil mencatatkan saham...

Read more
Next Post
Upaya Mantri Hadirkan Akses Perbankan di Pegunungan Toraja Utara

Upaya Mantri Hadirkan Akses Perbankan di Pegunungan Toraja Utara

Related News

Kenaikan BI Rate Rupiah Melemah ke Rp 17.800 per Dolar AS

Kenaikan BI Rate Rupiah Melemah ke Rp 17.800 per Dolar AS

June 19, 2026
Kepala Daerah Pecah Kongsi Saat Isu Pilkada Tanpa Wakil

Kepala Daerah Pecah Kongsi Saat Isu Pilkada Tanpa Wakil

August 11, 2026
Titin ASN BPK Ditahan KPK Terkait Suap Pimpinan Saya Berjenjang

Titin ASN BPK Ditahan KPK Terkait Suap Pimpinan Saya Berjenjang

June 11, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Bos Bunga Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?