Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, baru-baru ini meraih penghargaan Impactful Regional Leadership pada acara Solopos Best Brand & Innovation (SBBI) Award 2026 yang dilaksanakan di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar. Penghargaan ini diakui sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi signifikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di daerahnya.
Pemberian penghargaan tersebut mencakup berbagai indikator, termasuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). CEO Solopos Media Group, Arif Budi Susilo, menyatakan bahwa kepemimpinan Ahmad Luthfi memiliki gambaran jelas tentang pembangunan yang berorientasi pada dampak bagi masyarakat.
“Kami memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Tengah karena memiliki konsep pembangunan berkelanjutan yang sangat kuat,” ujar Arif. Ia menilai bahwa percepatan pengembangan kawasan industri di Pantai Utara menjadi salah satu bukti nyata implementasi kebijakan tersebut, terkhusus dalam pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Pengembangan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing
Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya keberlanjutan dalam menjalankan program-program ekonomi. Ia percaya bahwa konsistensi kebijakan yang diterapkan dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah, melampaui rata-rata nasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai angka 5,89 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional yang hanya 5,61 persen.
“Mudah-mudahan, jika ini konsisten, dampaknya akan terlihat dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ahmad Luthfi. Ia menegaskan bahwa kinerja yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat relevan dengan tema SBBI Award ke-27, yaitu “Winning Value, Driving Impact.”
Menurutnya, inovasi sebuah merek tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga bagaimana merek tersebut dapat diterima publik melalui hasil nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Luthfi mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk bupati-walikota, tokoh masyarakat, akademisi, dan pihak media untuk berkolaborasi dalam membangun ekonomi daerah yang lebih baik.
Strategi Mendorong Investasi dan Mengurangi Kemiskinan
Dalam upaya meningkatkan investasi, Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa ia meminta kepada seluruh bupati dan wali kota untuk mempersiapkan kawasan industri serta ekonomi khusus yang baru. Pendekatan ini telah membuahkan hasil, di mana terdapat 12 daerah yang mengajukan kawasan industri baru. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menarik minat investor.
Pemerintah Provinsi Jateng mencatat bahwa realisasi investasi pada tahun 2025 mencapai Rp110,64 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja hingga 418 ribu orang. Sementara itu, untuk triwulan pertama tahun 2026, jumlah investasi telah mencapai Rp23,02 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 94 ribu orang.
Lebih jauh, Ahmad Luthfi juga mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Jawa Tengah telah menurun menjadi 9,39%. Pencapaian ini membuktikan bahwa upaya pemerintah dalam mendorong investasi dan menciptakan lapangan kerja dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pemberdayaan UMKM Sebagai Fundamental Ekonomi Daerah
Sektor UMKM menjadi fokus penting dalam agenda ekonomi Ahmad Luthfi. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya bertanggung jawab dalam menarik investasi besar, tetapi juga harus memperkuat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Penempatan perhatian pada UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan ekonomi lokal.
Pemprov Jateng melakukan berbagai upaya, termasuk memberikan akses pembiayaan, sertifikasi, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan pasar bagi UMKM. Hingga triwulan pertama tahun 2026, sekitar 199.781 UMKM telah dibina, meningkat sebanyak 1.001 unit dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Menurut Ahmad Luthfi, jumlah UMKM di Jawa Tengah mencapai 4,8 juta, dengan mayoritas berada dalam kategori usaha mikro dan kecil. Ia berharap program-program tersebut dapat mendorong UMKM untuk naik kelas menjadi usaha menengah atau besar yang lebih berdaya saing.








