Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Style

Manuver BI Setelah Kenaikan Suku Bunga: Memperkuat Bank dan Menjaga Kredit

Merry by Merry
May 23, 2026
in Style
0
Manuver BI Setelah Kenaikan Suku Bunga: Memperkuat Bank dan Menjaga Kredit
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi berlanjut hingga akhir tahun 2026, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang mengesankan. Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,61% pada kuartal pertama, menandakan bahwa fundamental domestik tetap kuat meskipun ada tantangan di luar negeri.

You might also like

Belajar Keuangan Saat Konser di Jogja Financial Festival Hari Kedua

Festival Keuangan Jogja Kenali Aset Digital dan Penipuan Cinta

Investor Simak! Bos Ramal IHSG Akan Membaik, Kapan?

Kinerja perekonomian ini didukung oleh intermediasi perbankan yang ekspansif. Pertumbuhan kredit yang mendekati dua digit, yakni 9,98%, serta pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 11,4%, menunjukkan bahwa sektor keuangan tetap berperan aktif dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah siklus suku bunga yang tinggi, Bank Indonesia (BI) telah merumuskan berbagai instrumen makroprudensial yang bersifat akomodatif. Hal ini memberikan sinyal positif bagi para pelaku usaha dan eksekutif perbankan untuk memanfaatkan likuiditas yang tersedia secara optimal.

Strategi Makroprudensial di Tengah Ketidakpastian Global

Perbankan dan pelaku usaha besar mendapatkan sinyal tegas dari kebijakan makroprudensial Bank Indonesia. Otoritas moneter ini membuka akses likuiditas secara terukur bagi bank yang mengelola intermediasi dengan inovatif, memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan dinamika pasar yang berubah.

Dhaha P. Kuantan, seorang pejabat dari Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, menggunakan analogi bendungan untuk menjelaskan kebijakan ini. Instrumen Giro Wajib Minimum (GWM) berfungsi sebagai “bendungan” yang menampung likuiditas, dan air tersebut dapat dialirkan kembali ke perekonomian melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Menurut Dhaha, GWM berisi dana perbankan yang ditempatkan di Bank Indonesia untuk stabilisasi moneter, namun likuiditas ini tetap dapat disalurkan ke sektor-sektor yang berkualitas. Sektor-sektor seperti pertanian, hilirisasi industri, perumahan, dan UMKM menjadi prioritas alokasi yang diharapkan dapat memberikan efek multiplier bagi perekonomian.

Pemanfaatan Instrumen Kebijakan Makroprudensial

Melalui pendekatan yang proaktif, bank-bank yang mampu menyusun perencanaan bisnis yang matang akan mendapatkan kemudahan dalam pelepasan kewajiban GWM. Hingga kini, total injeksi likuiditas dari KLM mencapai Rp424 triliun, setara dengan 4,76% dari total DPK nasional, memberikan dorongan bagi perbankan yang ingin memperluas usahanya.

Bank Indonesia juga melakukan pergeseran paradigma dalam mengukur kapasitas intermediasi bank. Dari penggunaan indikator Loan to Deposit Ratio (LDR) yang ketat, kini beralih ke Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) yang lebih fleksibel. Ini memberi keleluasaan bagi perbankan untuk mengelola neraca mereka dengan lebih baik.

Dari sisi teknis, RIM mengintegrasikan instrumen Surat Berharga, baik aktiva maupun pasiva. Transformasi ini memastikan bahwa fungsi intermediasi diakui dan dinilai positif oleh regulator, meskipun bank mencari pendanaan alternatif melalui penerbitan obligasi atau surat berharga lainnya.

Inovasi dalam Kebijakan dan Peluang Ekspansi Sektor Riil

Dengan adanya instrumen kalibrasi tambahan setelah kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin, BI telah memperkenalkan tiga jalur insentif baru dalam struktur KLM. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah manajemen bank dalam mengelola cost of fund, menjaga kualitas portofolio kredit tanpa memberatkan pelaku usaha.

Namun, ketersediaan likuiditas yang berlimpah dari sisi supply tidak akan memberikan kontribusi berarti jika tidak diimbangi dengan permintaan kredit yang solid. Oleh karena itu, BI meluncurkan program PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) untuk memastikan proyek strategis dapat didanai dengan baik.

Program PINISI adalah inisiatif yang menyelaraskan kebijakan moneter guna meningkatkan kapabilitas Bank Indonesia dalam membentuk ekosistem perekonomian domestik yang sehat. Regulator menyadari bahwa likuiditas telah disiapkan, dan kini tanggung jawab ada di tangan pelaku sektor riil untuk memastikan rencana investasi mereka layak secara finansial.

Sinergi ini sangat penting, karena keterpaduan antara likuiditas yang cukup dan inovasi proyek dari sektor riil merupakan kunci utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang. Pelaku usaha diharapkan bisa memanfaatkan peluang yang ada untuk ekspansi, proyek infrastruktur, dan investasi, guna menciptakan dampak positif bagi perekonomian yang lebih luas.

Tags: BankBungadanKenaikanKreditManuverMemperkuatMenjagaSetelahSuku
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Belajar Keuangan Saat Konser di Jogja Financial Festival Hari Kedua

by Merry
May 23, 2026
0
Belajar Keuangan Saat Konser di Jogja Financial Festival Hari Kedua

Dari tahun ke tahun, perkembangan dunia keuangan semakin menarik perhatian banyak orang. Khususnya di Indonesia, berbagai acara yang berfokus pada edukasi finansial dan investasi telah menjamur dan menarik...

Read more

Festival Keuangan Jogja Kenali Aset Digital dan Penipuan Cinta

by Merry
May 22, 2026
0
Festival Keuangan Jogja Kenali Aset Digital dan Penipuan Cinta

Jogja Financial Festival 2026 adalah sebuah acara yang menarik perhatian banyak pihak dengan menghadirkan beragam pakar dalam bidang keuangan. Event ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga sarana...

Read more

Investor Simak! Bos Ramal IHSG Akan Membaik, Kapan?

by Merry
May 22, 2026
0
Investor Simak! Bos Ramal IHSG Akan Membaik, Kapan?

Jakarta menjadi pusat perhatian saat situasi pasar saham mengalami gejolak yang cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penurunan yang drastic, menarik perhatian banyak pihak termasuk para...

Read more

Saham Syariah Memimpin Bursa, BEI Rilis Data Terbaru

by Merry
May 21, 2026
0
Saham Syariah Memimpin Bursa, BEI Rilis Data Terbaru

Pasar modal syariah di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pihak menyadari potensi besar dari investasi berbasis syariah ini, dan hal itu tercermin...

Read more

IHSG Turun 2% ke 6.100 dengan Hadirnya BUMN Khusus Ekspor Sawit dan Lainnya

by Merry
May 21, 2026
0
IHSG Turun 2% ke 6.100 dengan Hadirnya BUMN Khusus Ekspor Sawit dan Lainnya

Pada perdagangan Kamis, 21 Mei, indeks harga saham gabungan (IHSG) tampak mengalami fluktuasi yang signifikan. Setelah sempat dibuka menguat, IHSG justru anjlok hingga mencapai 2,08% di level 6.187....

Read more
Next Post
Kecelakaan Mobil Anggota DPR di Tol Paspro Mengakibatkan 2 Orang Tewas

Kecelakaan Mobil Anggota DPR di Tol Paspro Mengakibatkan 2 Orang Tewas

Related News

Belajar Keuangan Saat Konser di Jogja Financial Festival Hari Kedua

Belajar Keuangan Saat Konser di Jogja Financial Festival Hari Kedua

May 23, 2026
Purbaya Alokasikan Rp2 T Setiap Hari untuk Bantu BI Cegah Penurunan Rupiah

Purbaya Alokasikan Rp2 T Setiap Hari untuk Bantu BI Cegah Penurunan Rupiah

May 18, 2026
Kepala BGN Berkomentar Setelah Dilaporkan ICW ke KPK

Kepala BGN Berkomentar Setelah Dilaporkan ICW ke KPK

May 11, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Bank Baru BEI Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Dua Dunia Harga Harta IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Jogja Karena Kasus Kredit Laba Menjadi MSCI Naik OJK oleh Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tembus Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?