Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Market

Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di Indonesia

Merry by Merry
July 13, 2026
in Market
0
Peran Kakek Prabowo dalam Pendirian Bank Pertama di Indonesia
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mendalami sejarah perbankan Indonesia, kita tak bisa mengabaikan sosok Margono Djohohadikusumo, kakek dari Prabowo Subianto, yang memiliki peranan penting dalam pendirian Bank Negara Indonesia (BNI). Di masa awal kemerdekaan, dua ekonom, Margono dan Soerachman, memberikan pandangan beragam mengenai cara mendirikan bank sentral untuk negara yang baru merdeka ini.

You might also like

Bebas Bersyarat Dicabut Indra Kenz Kembali Mendekam di Penjara

Tagihan Rp132 M untuk Orang Kaya Dihapus Setelah Pemerintah Ubah Aturan Pajak

Kronologi dan Alasan Singapura Sita Dana Anak Usaha Sawit RI Rp1,9 T

Kedua tokoh tersebut hadir dengan perspektif yang berbeda. Margono meyakini bahwa Indonesia harus mendirikan bank sentral yang sepenuhnya milik nasional, sementara Soerachman berpandangan bahwa menghidupkan kembali De Javasche Bank (DJB) yang ada pada masa penjajahan Belanda lebih efisien dalam konteks kebutuhan ekonomi saat itu.

Pandangan Margono berfokus pada pentingnya kemandirian ekonomi Indonesia, memanfaatkan potensi yang dimiliki bangsa itu sendiri daripada bergantung pada warisan struktural dari penjajah. Sementara itu, Soerachman melihat nilai pragmatis dalam memanfaatkan infrastruktur bank yang sudah ada.

Perdebatan antara Margono dan Soerachman dalam Mendirikan Bank Sentral

Perdebatan antara Margono dan Soerachman mencerminkan ketegangan antara dua pendekatan untuk membangun ekonomi nasional. Saat Belanda mengancam untuk kembali menjajah, situasi ini membuat gagasan Margono semakin relevan. Dia pun segera mencari dukungan dari pemerintah untuk mendirikan bank nasional.

Berdasarkan analisis sejarah, Margono berusaha meyakinkan Soekarno dan Hatta, yang merupakan tokoh penting Indonesia saat itu, tentang urgensi mendirikan BNI. Dia menyadari bahwa tanpa dukungan pemimpin negara, inisiatif tersebut akan sulit diwujudkan mengingat tantangan yang dihadapi di lapangan.

Pada bulan September 1945, Margono dengan resmi memulai proses pendirian BNI. Dia tidak hanya berambisi untuk mendirikan bank tetapi juga mengusulkan yayasan perbankan milik negara, Yayasan Poesat Bank Indonesia, sebagai landasan untuk pengembangan sektor perbankan di Indonesia yang lebih luas.

Pendirian dan Tantangan yang Dihadapi BNI

Pemerintah resmi mendirikan BNI sebagai bank sentral pada 5 Juli 1946, berdasarkan Perpu No.2 tahun 1946. BNI tidak hanya berfungsi sebagai bank sentral, tetapi juga menjalankan berbagai fungsi perbankan umum, termasuk memberikan kredit dan melakukan penerimaan simpanan masyarakat.

Margono menjadi pemimpin awal BNI dengan modal yang berasal dari rakyat Indonesia. Namun, meski berbekal semangat dan dukungan dari masyarakat, BNI menghadapi berbagai tantangan. Sebagai bank baru, ia harus melawan kekuatan De Javasche Bank yang masih memiliki sisa-sisa pengaruh dari masa kolonial.

Dalam kondisi yang tidak menguntungkan, BNI memperkenalkan uang baru yang bernama Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai alternatif terhadap uang buatan Belanda. Namun, tantangan di lapangan membuat keberadaan BNI terhambat, terutama di daerah-daerah yang masih dikuasai oleh Belanda.

Transformasi dan Akhir Status Sebagai Bank Sentral

Setelah tahun 1949, saat perang melawan Belanda berakhir, BNI mulai aktif kembali meskipun statusnya sebagai bank sentral mulai meredup. Pada tahun 1953, pemerintah mengambil alih DJB yang kemudian diubah menjadi Bank Indonesia, sehingga tugas dan kekuasaan sebagai bank sentral beralih dari BNI.

Cerminan dari dinamika ini menunjukkan bagaimana perbankan Indonesia mengalami perubahan signifikan dalam restrukturisasi setelah penjajahan. Proses pemindahan status ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian sektor perbankan nasional.

Secara resmi, status BNI sebagai bank sentral dicabut pada tahun 1968, dan sejak saat itu, bank ini beroperasi sebagai bank milik negara biasa. Perubahan tersebut menjadi tonggak baru dalam perjalanan panjang BNI dan perkembangan sistem perbankan di Indonesia.

Tags: BalikBankBerdirinyaIndonesiaKakekPertamaPrabowoSosok
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Bebas Bersyarat Dicabut Indra Kenz Kembali Mendekam di Penjara

by Merry
October 11, 2026
0
Bebas Bersyarat Dicabut Indra Kenz Kembali Mendekam di Penjara

Indra Kesuma, yang lebih dikenal sebagai Indra Kenz, kini harus kembali menjalani hukuman di penjara setelah pembebasan bersyaratnya dicabut. Statusnya yang sempat tenang kini berubah, ketika pihak berwenang...

Read more

Tagihan Rp132 M untuk Orang Kaya Dihapus Setelah Pemerintah Ubah Aturan Pajak

by Merry
October 10, 2026
0
Tagihan Rp132 M untuk Orang Kaya Dihapus Setelah Pemerintah Ubah Aturan Pajak

Pemahaman mengenai sejarah sering kali diselimuti oleh kejadian-kejadian dramatis yang membentuk wajah suatu bangsa. Salah satunya adalah bagaimana di Jerman, seorang individu bernama Adolf Hitler dapat merubah regulasi...

Read more

Kronologi dan Alasan Singapura Sita Dana Anak Usaha Sawit RI Rp1,9 T

by Merry
October 10, 2026
0
Kronologi dan Alasan Singapura Sita Dana Anak Usaha Sawit RI Rp1,9 T

Kasus korupsi yang melibatkan Surya Darmadi, seorang taipan kelapa sawit Indonesia, baru-baru ini menjangkau putranya, Bill Darmadi, yang kini terjerat dalam proses hukum di Singapura. Pemerintah Singapura menyita...

Read more

Rupiah Masih Rentan akibat Capital Flight Global Menurut BI

by Merry
October 9, 2026
0
Rupiah Masih Rentan akibat Capital Flight Global Menurut BI

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa rupiah saat ini berada dalam kondisi yang sangat rentan. Salah satu faktor utama yang menyebabkannya adalah adanya pelarian modal atau capital...

Read more

Dana Masuk RI Mencapai Rp131,1 T di 2026, SBN Semakin Menarik

by Merry
October 9, 2026
0
Dana Masuk RI Mencapai Rp131,1 T di 2026, SBN Semakin Menarik

Indonesia, sebagai salah satu negara dengan potensi ekonomi yang besar, terus menunjukkan daya tarik bagi para investor baik domestik maupun internasional. Baru-baru ini, Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan...

Read more
Next Post
Peluang Cuan Reksadana Pasar Uang di Tengah Gejolak Global

Peluang Cuan Reksadana Pasar Uang di Tengah Gejolak Global

Related News

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Apakah Anda Termasuk di Dalamnya?

Ciri-Ciri Orang Kelas Menengah Atas, Apakah Anda Termasuk di Dalamnya?

August 22, 2026
IHSG Tutup Menguat 1,56% Menuju Level 6.200

IHSG Tutup Menguat 1,56% Menuju Level 6.200

July 30, 2026
Sengketa Arbitrase Investasi di Kimia Farma dan Penjelasan INA

Sengketa Arbitrase Investasi di Kimia Farma dan Penjelasan INA

July 29, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Bos Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran Kredit Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rumah Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?