Pemilihan direktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan proses yang sangat krusial. Proses ini mempengaruhi berbagai aspek operasional dan manajerial dari perusahaan yang dikelola untuk kepentingan publik.
Dalam menjalankan tugasnya, Danantara, sebagai otoritas pengelola investasi, memanfaatkan pendekatan yang sistematis. Hal ini memastikan bahwa hasil yang didapat adalah hasil terbaik untuk kemajuan BUMN.
Pemilihan direksi tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi mengikuti mekanisme dan prosedur yang ketat. Melalui proses yang transparan dan adil, kualitas calon direksi dapat terjamin lebih baik.
Pentingnya Proses Seleksi yang Kuat dalam Pemilihan Direksi BUMN
Dalam menjamin kualitas pemimpin BUMN, Danantara melibatkan tiga konsultan serta puluhan panelis yang berpengalaman. Metode yang diterapkan adalah penilaian berlapis untuk menemukan kandidat yang benar-benar cocok.
Proses ini dimulai dari penilaian kemampuan dasar yang harus dilalui oleh calon. Setelah itu, para kandidat akan diwawancarai oleh panelis untuk lebih menilai potensi mereka dalam memimpin.
Pemilihan ini dilakukan dalam suasana yang akuntabel. Setiap elemen dalam proses tersebut diawasi agar tidak terjadi praktik nepotisme dan tunjuk-tunjuk semena-mena.
Tahapan Rekrutmen dan Seleksi Direksi BUMN yang Transparan
Perekrutan dimulai dengan pengumpulan informasi dan yang paling penting adalah penyaringan awal dari para calon. Setelah proses ini, Danantara melanjutkan dengan proses wawancara mendalam.
Panel wawancara terdiri dari Managing Directors Danantara dan juga perwakilan BP BUMN. Ini menjadi bagian penting untuk mendapatkan penilaian komprehensif tentang kemampuan dan karakter setiap kandidat.
Bukan hanya menilai kemampuan intelektual, tetapi juga karakter dan integritas para calon menjadi sorotan utama. Ini memastikan bahwa calon direksi memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan visi perusahaan.
Peran Integritas dalam Memilih Calon Direksi BUMN
Dalam proses seleksi, evaluasi integritas berfungsi sebagai penentu akhir. Hal ini dikarenakan integritas adalah kunci untuk menjalankan kepercayaan publik yang diberikan kepada BUMN.
Dony Oskaria menekankan bahwa meski kompetensi sangat penting, bobot untuk penilaian tersebut hanya mencapai 20%. Sementara itu, 80% berasal dari evaluasi karakter, terutama integritas.
Penggabungan antara kompetensi dan integritas ini bertujuan untuk menciptakan pemimpin yang tidak hanya pandai, tetapi juga bertanggung jawab dan amanah dalam menjalankan tugasnya.




