Bank bjb kembali menunjukkan kinerja yang mengesankan pada semester pertama tahun 2026 dengan pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan. Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, lembaga ini berhasil mempertahankan stabilitas dan fundamental yang kuat dalam operasi perbankannya.
Melalui pendekatan strategis dengan tagline growth with quality, bank bjb fokus pada penguatan fundamental usaha, pemeliharaan kualitas aset, serta efisiensi yang lebih baik. Transformasi digital dan pengembangan bisnis berbasis ekosistem daerah juga menjadi landasan kuat untuk mencapai tujuan tersebut.
Corporate Secretary bank bjb, Irwan Riswandi, menjelaskan bahwa hingga semester I-2026, bank bjb secara konsolidasi membukukan total aset mencapai Rp228,2 triliun. Kontribusi dari perusahaan anak berjumlah Rp44,2 triliun, yang mencakup sekitar 19,4% dari total aset konsolidasi Grup bjb.
“Penyaluran kredit secara konsolidasi mencapai Rp140,4 triliun, terdiri atas kontribusi perusahaan anak sebesar Rp29,3 triliun dan bank-only sebesar Rp111,1 triliun,” tambahnya dalam keterangan resmi. Hal ini menunjukkan posisi bank bjb yang menguntungkan dalam intermediasi keuangan.
Segmen konsumer tampil sebagai penopang utama dengan outstanding mencapai Rp74,2 triliun, mencakup sekitar 66,8% dari total kredit. Kualitas kredit di segmen ini tetap terjaga dengan rendahnya rasio Non-Performing Loan (NPL) yang berada di angka 0,56%, menandakan kepatuhan terhadap prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.
Dalam upaya memperluas sumber pertumbuhan, bank bjb juga mengambil langkah diversifikasi melaluiprogram pembiayaan non-konsumer. Fokus utama Perseroan adalah menjadi mitra strategis pemerintah daerah melalui penyaluran pembiayaan yang selektif dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian.
Pembiayaan untuk pemerintah daerah diyakini memiliki pertumbuhan yang positif seiring berjalannya berbagai program pembangunan. Dengan pengalaman panjang dalam berinteraksi dengan berbagai daerah, bank bjb optimis bahwa segmen ini akan memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Mengelola Pertumbuhan Bisnis dan Kualitas Aset Secara Seimbang
Sejalan dengan upaya diversifikasi tersebut, bank bjb aktif melakukan penyempurnaan proses bisnis melalui implementasi Commercial Business Centre (CBC). Dengan ini, diharapkan efisiensi proses kredit akan meningkat, memperkuat tata kelola serta menciptakan pembiayaan yang lebih berkualitas.
Dari sisi pendanaan, bank bjb berhasil menopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang sehat meskipun persaingan dalam penghimpunan dana semakin ketat. Hingga Juni 2026, DPK tercatat sebesar Rp160,9 triliun, memberikan likuiditas yang kuat bagi pertumbuhan bisnis perusahaan.
Upaya untuk meningkatkan struktur pendanaan juga dilakukan dengan memperbesar dana murah melalui Current Account Saving Account (CASA). Perluasan kerjasama payroll dan peningkatan transaksi nasabah yang optimal menjadi langkah strategis dalam meningkatkan potensi dana.
Transformasi digital juga menunjukkan kemajuan signifikan, tercermin dari kemampuan aplikasi DIGI bank bjb yang mampu membuka hingga 12.000 rekening tabungan baru tiap bulan. Ini tidak hanya memperluas basis nasabah, tetapi juga dapat meningkatkan pengumpulan dana murah secara berkelanjutan.
Mempertahankan Profitabilitas dalam Persaingan yang Ketat
Dari segi profitabilitas, hasil semester I-2026 menunjukkan dampak positif dari strategi yang diambil. Rekomposisi aset dan liabilitas, optimalisasi biaya dana, serta peningkatan pendapatan berbasis biaya juga berkontribusi terhadap hasil ini.
Pendapatan bunga bersih tumbuh lebih dari 9,1% secara year-on-year. Di sisi lain, kontribusi fee based income dari bank bjb mencapai Rp1,1 triliun, semakin memperkokoh struktur pendapatan perusahaan.
Berbagai langkah efisiensi yang diambil mampu menurunkan beban operasional hingga sekitar 5,4%. Hal ini turut mendorong pertumbuhan laba operasional sebelum Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) lebih dari 34,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dengan upaya yang telah dilakukan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp783 miliar. Ini mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 58,8% secara year-on-year, menunjukkan keberhasilan strategi pengelolaan keuangan yang diterapkan.
Strategi dan Rencana Ke Depan di Semester II-2026
Memasuki semester kedua tahun 2026, bank bjb tetap fokus pada strategi growth with quality. Peningkatan penghimpunan dana murah, optimalisasi kerjasama payroll, dan pengembangan pembiayaan berbasis ekosistem pemerintah daerah menjadi prioritas utama.
Percepatan transformasi digital juga akan menjadi salah satu agenda utama, memungkinkan pengelolaan risiko yang lebih disiplin dan responsif terhadap tuntutan pasar. Dengan strategi ini, bank optimis dapat mempertahankan kinerja positif di tengah perubahan industri perbankan yang cepat.
Fundamental bisnis yang kuat, inovasi layanan yang berkesinambungan, serta komitmen terhadap tata kelola yang baik akan menjadi pilar utama dalam usaha mencapai tujuan. bank bjb yakin bahwa langkah-langkah tersebut akan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan yang bermanfaat bagi semua pihak terkait.
Melalui upaya ini, bank bjb tidak hanya ingin memperkuat posisi pasar, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional. Dengan visi dan misi yang jelas, lembaga ini berharap dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, serta seluruh pemangku kepentingan di masa mendatang.









