Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengumumkan rencana pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi para penyintas bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Dalam kunjungan kerjanya pada awal September, Gibran menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memenuhi tanggung jawab ini secara cepat dan efisien.
Gibran melaksanakan kunjungan tersebut untuk memastikan bahwa proses konstruksi hunian yang layak bagi masyarakat yang terdampak dapat segera dimulai. Ia juga bertemu dengan warga penghuni hunian sementara (Huntara) dan mendengarkan langsung keluhan serta harapan mereka.
Masyarakat yang ditemui berasal dari Desa Garoga dan Hutagodang, yang merupakan penyintas dari bencana hidrometeorologi pada November 2025. Hampir setahun sejak bencana terjadi, mereka masih tinggal di Huntara dan berharap menemukan solusi permanen untuk tempat tinggal mereka.
Pentingnya Penyediaan Hunian Tetap Pascabencana bagi Masyarakat
Dalam pertemuannya, Gibran meminta maaf kepada warga atas lambatnya proses pemindahan dari Huntara ke Huntap. Ia menekankan bahwa pihaknya akan mempercepat setiap langkah yang diperlukan agar pembangunan hunian tetap dapat dilaksanakan secepatnya.
Rencananya, proses pembangunan Huntap akan dimulai dalam bulan September ini. Hal itu untuk memastikan bahwa pemulihan bagi para penyintas bencana dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Gibran menegaskan bahwa sebanyak 699 unit rumah akan dibangun di atas lahan seluas 18 hektare, yang berlokasi di dekat Huntara di Desa Napa. Dengan demikian, masyarakat mendapat kepastian untuk bisa tinggal di tempat yang lebih layak dan aman.
Pendukung dan Komitmen Pemerintah dalam Proses Rehabilitasi
Pemerintah Provinsi Sumatra Utara juga berperan aktif dalam menyukseskan pembangunan Huntap. Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mengklaim bahwa mereka telah memberikan dukungan penuh, termasuk upaya dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang terdampak bencana.
Bobby menjelaskan bahwa beberapa lokasi telah menyelesaikan pembangunan Huntap. Bagi yang belum, mereka berupaya seoptimal mungkin untuk mendapatkan lahan agar masyarakat segera dapat tinggal di hunian tetap yang sesuai.
Sementara itu, Gibran melanjutkan inspeksinya ke lokasi-lokasi lain di seputar Tapsel yang juga membutuhkan rehabilitasi. Ia berupaya memastikan bahwa infrastruktur dan program pemulihan berjalan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat.
Harapan Warga dan Proyeksi Masa Depan
Beberapa warga penghuni Huntara, seperti Eti, menyampaikan harapan besar agar pembangunan Huntap segera terwujud. Meskipun pemerintah membantu menanggung biaya sewa rumah, mereka merindukan kepastian tempat tinggal yang permanen dan layak.
Eti mengungkapkan rasa syukur karena pemerintah telah menyediakan Huntara sebagai tempat tinggal sementara. Dalam kesempatan tersebut, ia berharap agar pembangunan Huntap cepat terealisasi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Lebih dari sekadar hunian, pemerintah juga memikirkan faktor-faktor lain yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Dengan memastikan akses infrastruktur yang memadai, masyarakat diharapkan dapat memperbaiki kondisi ekonominya setelah bencana.









