Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Market

Dolar Capai Rp 17.900, IHSG Turun 3,03 Persen

Merry by Merry
June 3, 2026
in Market
0
Dolar Capai Rp 17.900, IHSG Turun 3,03 Persen
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan pagi ini, yang mencapai 3,03% ke level 6.008,69. Dalam sesi ini, tercatat 633 saham melemah sementara 93 saham mengalami penguatan, dan 233 saham berada dalam posisi stagnan.

You might also like

Dampak Naiknya BI Rate Terhadap Bank Menurut Bos Perbanas

Kredit dan DPK Beberapa Bank Menurun

DPR Setujui RUU Pusat Finansial RI untuk Sidang Paripurna

Frekuensi transaksi terhitung sebanyak 1,075 juta kali, dengan volume perdagangan mencakup 12,77 miliar lembar saham senilai Rp8,80 triliun. Pada pembukaan awal, IHSG sempat meningkat 11,67 poin atau 0,19% hingga mencapai posisi 6.207.

Nilai transaksi di tahap awal perdagangan mencapai Rp 256 miliar dengan volume 241 juta saham, serta frekuensi transaksi sebanyak 33 ribu kali. Dari total tersebut, 229 saham tercatat menguat, sementara 74 melemah dan 309 saham stagnan.

Faktor Penyebab Penurunan IHSG pada Hari Ini

Diawali dengan optimisme di awal perdagangan, IHSG justru berbalik arah dan mengalami penurunan dramatis. Penurunan ini mencapai 0,92% dan membawa indeks ke level 6.136, sehingga menciptakan ketidakpastian di pasar. Saham-saham dari perusahaan konglomerat tetap menjadi pilihan utama di kalangan investor.

Sentimen dari berbagai faktor eksternal dan internal menjadi pemicu fluktuasi IHSG dan nilai tukar rupiah. Setelah mendapatkan momentum positif pada perdagangan hari sebelumnya, pasar kembali menghadapi tantangan yang cukup signifikan.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dikeluarkan S&P Global menunjukkan angka 50,0 untuk Indonesia pada bulan Mei 2026. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan setelah sebelumnya mengalami kontraksi pada bulan April, yang mencatat PMI di angka 49,1.

Kondisi Ekonomi dan Persediaan Barang di Indonesia

Kenaikan PMI ini menunjukkan adanya peningkatan pada permintaan domestik, yang tercatat tumbuh untuk bulan kedua berturut-turut. Hal tersebut terjadi dengan laju tercepat sejak bulan Februari, mencerminkan optimisme pada sisi permintaan dari para pelaku usaha.

Namun, di sisi lain, kinerja pasar ekspor masih menjadi perhatian, dengan pesanan dari luar negeri turun selama tiga bulan berturut-turut. Penurunan tersebut merupakan yang terburuk sejak Agustus 2021, yang disebabkan oleh gangguan perdagangan akibat konflik di Timur Tengah.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada bulan April 2026 mengalami surplus, meskipun jumlahnya menyusut dibandingkan bulan sebelumnya. Surplus tercatat sebesar US$ 90 juta, jauh dari US$ 3,32 miliar di bulan Maret.

Inflasi dan Sinyal Ekonomi Lainnya di Indonesia

Surplus ini diperoleh dari nilai ekspor yang mencapai US$ 25,30 miliar, sedangkan nilai impor berada di angka US$ 25,21 miliar. Dengan kata lain, Indonesia mencatat surplus 72 bulan berturut-turut sejak bulan Mei 2020, menunjukkan kontinuitas dalam keberhasilan neraca perdagangan meski ada tantangan global.

BPS juga melaporkan inflasi pada bulan Mei 2026 yang mencapai 0,28% secara bulanan. Inflasi tahun kalender menunjukkan angka 1,35%, sedangkan inflasi tahunan mencapai 3,08%, mencerminkan tekanan inflasi yang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Tekanan inflasi ini tercermin dalam Indeks Harga Konsumen (IHK), yang menunjukkan kenaikan lebih tinggi dibandingkan inflasi April yang hanya 0,13% secara bulanan. Ini menambah kekhawatiran bahwa inflasi akan menjadi isu yang lebih serius bagi perekonomian ke depan.

Dampak Kebijakan dan Ruang Pembiayaan bagi Pelaku Usaha

Di sisi lain, terdapat juga isu terkait jumlah kapasitas pembiayaan yang telah disetujui oleh perbankan namun belum dicairkan. Hal ini dikenal dengan istilah “undisbursed loan,” yang tercatat mencapai Rp2.527 triliun per Maret 2026, menunjukkan bahwa sebagian pelaku usaha masih menahan diri untuk melakukan ekspansi.

Pagi ini, nilai tukar rupiah terus menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah mencapai angka Rp 17.900, yang semakin menambah tekanan pada para pelaku usaha dan perekonomian domestik secara keseluruhan.

Saat ini, pelaku pasar senantiasa memperhatikan pergerakan nilai tukar dan fluktuasi IHSG, serta dampak dari sentimen global. Keterkaitan antara kondisi domestik dan faktor eksternal menjadi aspek penting untuk memahami arah pergerakan pasar ke depan.

Tags: CapaiDolarIHSGPersenTurun
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Dampak Naiknya BI Rate Terhadap Bank Menurut Bos Perbanas

by Merry
July 22, 2026
0
Dampak Naiknya BI Rate Terhadap Bank Menurut Bos Perbanas

Jakarta, sebuah pusat ekonomi dan bisnis, seringkali menjadi sorotan para pelaku industri keuangan. Salah satu isu yang kini dihadapi adalah profitabilitas sektor perbankan yang terancam jika suku bunga...

Read more

Kredit dan DPK Beberapa Bank Menurun

by Merry
July 21, 2026
0
Kredit dan DPK Beberapa Bank Menurun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya keluhan dari perbankan, terutama dari kategori bank BUKU 2 dan BUKU 3, terkait permasalahan likuiditas yang semakin ketat. Keluhan ini muncul...

Read more

DPR Setujui RUU Pusat Finansial RI untuk Sidang Paripurna

by Merry
July 20, 2026
0
DPR Setujui RUU Pusat Finansial RI untuk Sidang Paripurna

Pemerintah bersama DPR di Komisi XI telah mencapai kesepakatan terkait Rancangan Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (RUU PFII) yang telah disusun dengan serius sejak 6 Juli 2026....

Read more

Selat Hormuz Memanas, Seberapa Kuat IHSG Bisa Bertahan Menghijau?

by Merry
July 20, 2026
0
Selat Hormuz Memanas, Seberapa Kuat IHSG Bisa Bertahan Menghijau?

Jakarta mengalami dinamika yang menarik di pasar finansial global, di tengah harapan dan kekhawatiran yang saling berinteraksi. Salah satu faktor penting yang menjadi sorotan adalah inflasi, yang mempengaruhi...

Read more

DPR Jamin Regulasi Pro Investasi, Indonesia Ingin Jadi Pusat Keuangan

by Merry
July 19, 2026
0
DPR Jamin Regulasi Pro Investasi, Indonesia Ingin Jadi Pusat Keuangan

Dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Indonesia berupaya untuk memperkuat ketahanan sektor keuangannya. Dengan pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan...

Read more
Next Post
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Penjara

4 Anggota TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Related News

OJK Tanggapi Rencana Buyback Saham BUMN

OJK Tanggapi Rencana Buyback Saham BUMN

June 10, 2026
RAJA Umumkan Pembayaran Dividen Rp274,17 Miliar dan Stock Split Saham 1:5

RAJA Umumkan Pembayaran Dividen Rp274,17 Miliar dan Stock Split Saham 1:5

June 24, 2026
Satgas PRR Minta BPBD Percepat Pembangunan Hunian bagi Korban Bencana Aceh

Satgas PRR Minta BPBD Percepat Pembangunan Hunian bagi Korban Bencana Aceh

July 16, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Bank Baru Bos Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Emas Harga IHSG Indonesia Ini Investasi Jadi Jakarta Karena Kasus KPK Menjadi Miliar Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?