Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Style

Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas Menurut Destry Ungkap

Merry by Merry
September 28, 2026
in Style
0
Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas Menurut Destry Ungkap
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, baru-baru ini menyatakan bahwa banyak bank telah mulai mengadopsi skema baru dalam pemberian Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang diberlakukan sejak 1 September 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas intermediasi perbankan, serta mendorong bank dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang produktif.

You might also like

Hapus Minimum Harga Saham BEI, IHSG Turun 1 Persen

Akusisi BYAN oleh Jhonlin Tak Bebani JARR, Ini Faktanya

1.800 Ton Emas Warga Indonesia Tersembunyi di Bawah Bantal Bernilai Rp 4.500 Triliun

Salah satu poin penting dari kebijakan baru ini adalah peningkatan batas maksimal Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial menjadi 6% dari Dana Pihak Ketiga (DPK). Melalui pendekatan yang lebih selektif, Bank Indonesia berusaha memastikan bahwa insentif likuiditas hanya diberikan kepada bank yang memenuhi kriteria tertentu berdasarkan likuiditas dan portofolio mereka.

Destry juga menyaikan bahwa beberapa bank mulai menunjukkan komitmen terhadap penerapan kebijakan ini walau efektivitas penuhnya baru akan terlihat pada bulan September. Hal ini menjadi langkah signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengaruh Kebijakan Likuiditas Terhadap Perbankan Nasional

Penerapan kebijakan KLM baru ini diharapkan dapat mengubah pola alokasi dana di kalangan bank. Bank diharapkan lebih banyak menyalurkan kredit ketimbang menyimpan dana mereka dalam bentuk surat berharga. Dengan begitu, perekonomian dapat merasakan dampak positif dari penyaluran kredit yang lebih optimal.

Hal ini juga merujuk pada data sebelumnya yang menunjukan adanya ketimpangan antara besaran dana yang ditaruh dalam surat berharga dan yang disalurkan dalam bentuk kredit. Destry menyatakan keinginan untuk mendorong bank agar lebih agresif dalam memberikan kredit.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa jika bank-bank tertentu masih menempatkan dana mereka secara berlebihan dalam surat berharga, BI siap mengenakan disinsentif. Ini menjadi sinyal tegas bahwa keberpihakan terhadap sektor riil menjadi prioritas dalam kebijakan ekonomi saat ini.

Kebijakan Insentif untuk Mendorong Kredit Sektor Produktif

Dalam kebijakan baru, Bank Indonesia menyediakan tambahan insentif likuiditas yang terstruktur. Insentif ini dibagi menjadi dua bentuk, yaitu 2% terkait dengan pendalaman pasar uang dan 4% untuk pembiayaan sektor-sektor produktif. Melalui pembagian ini, BI ingin menekankan pentingnya arah alokasi dana yang lebih produktif.

Skema insentif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan likuiditas bagi bank, namun juga untuk memperkuat fungsi intermediasi mereka. Dengan cara ini, diharapkan bank tidak hanya menjadi penyimpan, tetapi juga penyedia dana untuk pengembangan sektor-sektor penting dalam perekonomian.

Kebijakan ini tentunya akan memberikan dampak yang luas. Dengan adanya insentif, diharapkan bank-bank lebih bersedia untuk memberikan kredit dengan suku bunga yang lebih kompetitif, sehingga mendorong pertumbuhan bisnis dan investasi di berbagai sektor.

Strategi Bank Indonesia dalam Mengelola Likuiditas di Sektor Perbankan

Kebijakan KLM menjadi salah satu langkah strategis untuk mengelola likuiditas di sektor perbankan yang dinamis. Melalui pendekatan ini, BI akan lebih bijaksana dalam menentukan bank mana saja yang berhak mendapatkan insentif berdasarkan kinerja dan posisi likuiditas mereka. Ini adalah langkah maju dalam pengelolaan ekonomi makro.

Bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pasca penerapan kebijakan ini. Melalui pengawasan yang ketat, diharapkan setiap bank dapat beradaptasi dan memanfaatkan insentif dengan sebaik mungkin, demi tujuan bersama yaitu pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Adanya kerjasama antara BI dan bank-bank diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada sistem perbankan. Hal ini penting agar masyarakat merasa aman dalam melakukan transaksi dan penyimpanan dana mereka di bank.

Tags: AturanBankBaruDestryInsentifLikuiditasMenurutMulaiPatuhUngkap
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Hapus Minimum Harga Saham BEI, IHSG Turun 1 Persen

by Merry
September 28, 2026
0
Hapus Minimum Harga Saham BEI, IHSG Turun 1 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada hari ini, mencatatkan kerugian sebesar 1% yang setara dengan 62,19 poin, sehingga terjun ke level 6.179,71 pada pukul 10.27...

Read more

Akusisi BYAN oleh Jhonlin Tak Bebani JARR, Ini Faktanya

by Merry
September 27, 2026
0
Heboh Akuisisi Haji Issam oleh BYAN Ini Penjelasan Lengkap Manajemen

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) baru-baru ini memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana akuisisi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh PT Jhonlin Baratama. Penjelasan...

Read more

1.800 Ton Emas Warga Indonesia Tersembunyi di Bawah Bantal Bernilai Rp 4.500 Triliun

by Merry
September 27, 2026
0
Harta Karun Emas 30000 Ton di Banten Heboh karena Pencurian oleh Kelompok Asing

Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengungkap fakta yang cukup mengejutkan tentang potensi ekonomi yang tersembunyi di dalam masyarakat. Ternyata, ribuan ton emas yang dimiliki masyarakat umum masih tersimpan di...

Read more

KRL Bekas Jepang JR 209 Dilirik RI, KCI Berikan Penjelasan

by Merry
September 26, 2026
0
KRL Bekas Jepang JR 209 Dilirik RI, KCI Berikan Penjelasan

Rencana impor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang kini memasuki fase yang lebih lanjut. KAI Commuter terus berupaya berkomunikasi dengan operator di Jepang untuk memastikan armada yang...

Read more

Suami-Istri Untung Rp29 Miliar dari Saham karena Nguping

by Merry
September 26, 2026
0
Suami-Istri Untung Rp29 Miliar dari Saham karena Nguping

Insider trading merupakan praktik yang sangat dilarang dalam dunia finansial, di mana individu memanfaatkan informasi non-publik untuk mendapatkan keuntungan. Sebuah kasus menarik datang dari Amerika Serikat yang melibatkan...

Read more
Next Post
Juda Klarifikasi Isu SAL Tidak Lagi di BI: Itu Salah!

Juda Klarifikasi Isu SAL Tidak Lagi di BI: Itu Salah!

Related News

Cara BI Mengatasi Dampak Dolar Rp17800 Terhadap Kenaikan Harga Barang Impor

Cara BI Mengatasi Dampak Dolar Rp17800 Terhadap Kenaikan Harga Barang Impor

June 24, 2026
Harga Minyak Rebound Setelah Tertekan

Harga Minyak Rebound Setelah Tertekan

August 25, 2026
Catatan Nurul Arifin tentang Perjuangan Perempuan dalam Politik

Catatan Nurul Arifin tentang Perjuangan Perempuan dalam Politik

May 6, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Besar Bos Bunga Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Kasus Kebakaran Laba Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?