Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru-baru ini melakukan penertiban bangunan yang berada di bantaran Kali Mookervart, kawasan Rawa Buaya. Langkah ini diambil sebagai persiapan untuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir, khususnya Rumah Pompa Rawa Buaya.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Mustajab, menjelaskan bahwa penertiban ini merupakan langkah lanjutan dari arahan Gubernur Pramono Anung. Peninjauan lokasi banjir yang dilakukan oleh Gubernur pada bulan Januari 2026 memberikan dorongan untuk tindakan ini.
Dalam keterangan resmi, Mustajab menegaskan bahwa penertiban sudah mengikuti prosedur yang berlaku. Proses ini melibatkan penerbitan Surat Peringatan (SP) I, II, dan III kepada pemilik bangunan sebelum dilakukan pembongkaran.
Prosedur Penertiban Bangunan di Bantaran Kali
Pemerintah melakukan penertiban dengan melibatkan 150 personel gabungan. Dalam kegiatan ini, alat berat seperti excavator dan dump truck juga dikerahkan untuk memperlancar proses pembongkaran.
Mustajab mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang bersikap kooperatif. Dukungan dari warga sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban saat kegiatan berlangsung.
Penertiban ini diharapkan tidak hanya memberikan ruang bagi pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta optimis bahwa Rumah Pompa Rawa Buaya akan berkontribusi dalam pengendalian genangan air di daerah Rawa Buaya.
Manfaat dan Harapan dari Pembangunan Rumah Pompa
Melalui pembangunan Rumah Pompa, kapasitas pengendalian genangan di kawasan Rawa Buaya diharapkan dapat meningkat. Dengan demikian, risiko banjir yang selama ini menghantui masyarakat bisa diminimalkan.
Pembangunan infrastruktur pengendali banjir menjadi sangat penting mengingat kenyataan banjir semakin sering terjadi. Masyarakat berharap langkah ini bisa memperbaiki kualitas hidup dan lingkungan mereka.
Ketua RT di Rawa Buaya, Ade Sulistian, menyatakan bahwa keberadaan Rumah Pompa sangat dibutuhkan. Pemikiran tentang pembangunan ini sebenarnya sudah diajukan sejak kepemimpinan gubernur sebelumnya.
Kepuasan Masyarakat terhadap Pembangunan Infrastruktur
Warga Rawa Buaya merasakan dampak positif dari pembangunan Rumah Pompa. Mereka percaya bahwa inisiatif ini adalah langkah nyata untuk mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di daerah mereka.
Ade menambahkan bahwa kehadiran Rumah Pompa ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang dahulu sudah mengusulkan pembangunannya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemerintah mendengarkan kebutuhan rakyat.
Peninjauan yang dilakukan Gubernur pada bulan Januari lalu semakin memperkuat keinginan untuk menanggulangi masalah genangan air. Instruksi untuk menambah kapasitas pompa air menandakan keseriusan pemerintah dalam menghadapi situasi ini.









