Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali mencatat lonjakan traffic luar biasa selama periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Jumlah penumpang yang dilayani lebih dari 1,4 juta, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah telah menetapkan periode Nataru 2025/2026 berlangsung selama 21 hari, mulai dari 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Posko Terpadu Nataru beroperasi untuk memastikan bahwa perjalanan para penumpang berjalan dengan aman dan lancar.
“Jumlah penumpang yang dilayani mencapai 1.483.824, terdiri dari 877.876 penumpang internasional dan 605.948 penumpang domestik,” ungkap Nugroho Jati, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, dalam sebuah konferensi pers.
Statistik Pergerakan Penumpang dan Pesawat di Bandara
Selama periode Posko Terpadu Nataru, tercatat total 9.113 pergerakan pesawat, di mana 52 persen merupakan penerbangan internasional. Ini menunjukkan minat yang besar dari wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali pada saat liburan.
Sisa 48 persen dari pergerakan pesawat merupakan penerbangan domestik, sejalan dengan meningkatnya mobilitas antar pulau di Indonesia. Rata-rata, bandara ini melayani 70.658 penumpang per hari selama periode tersebut.
Puncak arus libur terjadi pada 28 Desember 2025 dengan 83.512 penumpang, diikuti puncak arus balik pada 2 Januari 2026 dengan 77.367 penumpang. Peningkatan ini tidak hanya berdampak pada volume penumpang, tetapi juga pada keterbatasan kapasitas dalam waktu tertentu.
Tingkat Kepadatan dan Pengelolaan Lalu Lintas Udara
Kepadatan di area sisi udara di bandara diperlihatkan dengan peningkatan frekuensi penerbangan yang mencatat rata-rata 434 pergerakan pesawat per hari. Ini setara dengan 18 proses lepas landas dan mendarat dalam satu jam, yang cukup padat untuk sebuah bandara internasional.
Dari sisi statistik trafik sepanjang tahun 2025, Bandara I Gusti Ngurah Rai rata-rata mencatat 66.096 pergerakan penumpang dan 393 pergerakan pesawat per hari. Rangkaian data ini memberikan gambaran yang jelas tentang betapa pentingnya lokasi ini bagi pariwisata Bali.
“Kenaikan trafik di bandara selama Posko Nataru berkisar antara 7 hingga 10 persen,” tambah Nugroho. Strategi manajemen dilakukan untuk menghadapi tantangan dan memastikan semua aspek pelayanan diperhatikan.
Upaya Memastikan Pelayanan yang Berkualitas Selama Ramai Penumpang
Peningkatan pergerakan penumpang dan lalu lintas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai dikelola dengan serius, memastikan standar keamanan dan keselamatan selalu terpenuhi. Hal ini menjadi prioritas utama untuk memberikan pengalaman terbaik kepada para penumpang.
Dengan adanya momen penting seperti Nataru, petugas di bandara telah dilatih untuk mempersiapkan segala sesuatunya secara optimal. Setiap proses perjalanan penumpang diupayakan agar berjalan dengan aman dan nyaman.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi semua penumpang selama arus libur,” ungkap Nugroho. Sinergi antara berbagai instansi dan mitra layanan di bandara juga sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut.




