Ketua Umum Tim Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian, mendesak percepatan sosialisasi registrasi Posyandu sebagai langkah awal dalam memperkuat pelayanan masyarakat hingga ke tingkat desa. Registrasi ini dianggap penting agar keberadaan dan pengelolaan Posyandu lebih terstruktur, serta dapat mendukung pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.
“Posyandu merupakan lembaga yang dikenal luas. Dulu, Posyandu fokus pada pelayanan ibu hamil, anak-anak, dan bayi; namun kini, visi Posyandu lebih besar, melayani masyarakat secara menyeluruh,” jelas Tri dalam acara sosialisasi kebijakan registrasi Posyandu di Ternate, Maluku Utara.
Menurutnya, posisi Posyandu masa kini tidak terbatas hanya pada sektor kesehatan. Melainkan, Posyandu juga telah bertransformasi menjadi wadah partisipasi masyarakat untuk mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan pelaksanaan peran tersebut memerlukan tata kelola serta pendataan yang lebih baik.
Urgensi Registrasi Posyandu bagi Masyarakat
Pentingnya registrasi terletak pada pencatatan yang akurat dan rinci tentang kondisi masyarakat. Data pembangunan seharusnya menembus angka agregat dan menyentuh aspek individual, sehingga data sesuai dengan nama dan alamat dapat diakses. Ini penting untuk memastikan bahwa masyarakat terhubung dengan pelayanan yang optimal.
Tri mencatat bahwa pendataan yang cenderung berbasis angka, seperti tingkat stunting dan kemiskinan, perlu disertai dengan pendekatan langsung untuk menggali lebih dalam kebutuhan masyarakat. Pengakuan dan pencatatan kondisi yang lebih spesifik memungkinkan penanganan lebih tepat.
Lebih lanjut, pentingnya keterlibatan pemerintah desa menjadi prioritas utama. Musyawarah desa dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan dasar masyarakat, dan dukungan anggaran juga diperlukan agar program Posyandu dapat berfungsi dengan optimal serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat setempat.
Koperasi antara Posyandu dan Pemerintah Desa
Pemerintah desa memiliki peran strategis dalam keberadaan dan pengelolaan Posyandu. Dekatnya letak Posyandu dengan masyarakat memungkinkan pemerintah setempat untuk lebih tanggap terhadap kebutuhan yang ada. Keterlibatan aktif dari pemangku kepentingan di desa diharapkan bisa meningkatkan efektivitas program yang ada.
Tri juga mengimbau para kepala desa untuk memberikan perhatian lebih terhadap Posyandu. Terlebih lagi, sinergi antara pemerintah dan Posyandu bisa menciptakan dampak positif yang besar bagi masyarakat dalam bidang kesehatan maupun kesejahteraan sosial.
Selanjutnya, aparatur dan semua pihak yang terlibat harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Perubahan cara pandang terhadap pelayanan publik sangat penting agar tidak berhenti pada teori, tetapi mengarah kepada hasil nyata yang dirasakan oleh masyarakat.
Menyesuaikan Konsep Pelayanan dengan Harapan Masyarakat
Dengan demikian, konsep yang awalnya dibangun perlu menghasilkan kebermanfaatan yang nyata. Registrasi Posyandu diharapkan tidak hanya untuk formalitas semata, melainkan sebagai langkah strategis menuju pencapaian kesehatan masyarakat yang lebih baik. Tri menegaskan bahwa program ini harus bisa diimplementasikan dengan baik.
Keberhasilan registrasi ini berpotensi menciptakan Posyandu yang efektif dan efisien dalam menjalankan fungsinya. Keterhubungan antarkomponen dalam pelayanan kesehatan, sosial, dan partisipasi masyarakat dapat memperkuat keberadaan Posyandu.
Optimisme Tri terhadap prospek positif registrasi Posyandu menunjukkan komitmen untuk menjadikan program ini lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan adanya data yang lebih lengkap dan akurat, diharapkan layanan yang diberikan dapat sesuai dengan harapan warga.









