Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Market

Daftar 59 Emiten Berpotensi Terdepak dari Bursa Indonesia

Merry by Merry
August 30, 2026
in Market
0
Daftar 59 Emiten Berpotensi Terdepak dari Bursa Indonesia
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini mengungkapkan bahwa ada 59 perusahaan yang berpotensi dihapus dari daftar emiten atau delisting. Hal ini disebabkan oleh penghentian perdagangan atau suspensi yang telah berlangsung selama lebih dari enam bulan hingga akhir Juni 2026.

You might also like

CASA Makin Meningkat, Biaya Dana BRI Berkurang Signifikan

Bos The Fed Mengejutkan Pasar, Suku Bunga AS Berpotensi Meningkat

Tertarik Memiliki Toko Sendiri, Berapa Biaya dan Waktu Balik Modal 2026

BEI menjelaskan lebih lanjut bahwa delisting dapat dilakukan jika perusahaan mengalami kondisi buruk yang berdampak signifikan pada kelangsungan usaha, baik dari segi finansial maupun hukum. Kondisi ini membuat perusahaan tidak mampu menunjukkan upaya pemulihan yang memadai.

Selain faktor internal, ada juga pertimbangan dari ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi persyaratan pencatatan di bursa. Jika suatu saham telah disuspensi selama dua tahun atau lebih di semua jenis pasar, maka perusahaan tersebut juga berisiko untuk dicabut dari pencatatan.

Rincian Perusahaan yang Terkena Dampak Suspensi

Di antara emiten yang sudah mengalami suspensi lebih dari enam bulan, terdapat PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang telah disuspensi selama 16 bulan. Persoalan ini menunjukkan betapa banyaknya tantangan yang dihadapi oleh emiten di pasar saham.

Kemudian, beberapa emiten lain seperti PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) telah mengalami suspensi selama 13 bulan. Situasi seperti ini memberikan gambaran bahwa proyek atau operasi yang mereka jalankan mungkin tidak berjalan sesuai harapan.

Di sisi lain, terdapat emiten yang disuspensi antara 8 hingga 12 bulan, seperti PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) dan PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS). Semua hal ini menandakan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan strategi bisnis emiten tersebut.

Perusahaan dengan Suspensi Jangka Panjang dan Dampaknya

Jumlah emiten yang telah disuspensi selama dua tahun juga cukup signifikan. PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) dan PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA) adalah contoh perusahaan yang telah terjebak dalam situasi ini. Hal ini memberikan sinyal bahwa ada masalah struktural yang perlu segera diatasi.

Lebih lanjut, ada pula PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) yang telah disuspensi selama hampir dua tahun dan menunjukkan tanda bahaya akan masa depan perusahaan tersebut. Potensi delisting yang mengintai bisa mengurangi kepercayaan investor dan berdampak pada nilai saham.

Perusahaan yang telah disuspensi dengan waktu lebih dari 17 bulan, seperti PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang perlu mendapatkan perhatian investor. Ini adalah momen kritis yang menentukan kelangsungan operasional mereka ke depannya.

Risiko dan Tantangan yang Dihadapi Emiten di Indonesia

Ini adalah situasi yang sangat berisiko bagi emiten yang tidak dapat memenuhi syarat pencatatan di bursa. Ketidakmampuan untuk beroperasi atau mengelola keuangan dengan baik seringkali berakhir di jalur yang sama yaitu delisting.

Perusahaan yang mengalami suspensi jangka panjang tidak hanya kehilangan kesempatan untuk menarik investasi baru, tetapi juga meningkatkan beban utang. Risiko ini harus diperhitungkan dengan matang oleh semua emiten agar tidak terjerumus lebih jauh.

Penilaian mendalam mengenai aspek keuangan dan operasional sangat penting dalam mengurangi risiko ini. Pelaku pasar diharapkan lebih bijak dalam menilai kualitas emiten sebelum mengambil keputusan investasi yang berisiko.

Tags: BerpotensiBursaDaftarDariEmitenIndonesiaTerdepak
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

CASA Makin Meningkat, Biaya Dana BRI Berkurang Signifikan

by Merry
August 31, 2026
0
CASA Makin Meningkat, Biaya Dana BRI Berkurang Signifikan

Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah berhasil menekan biaya dana atau cost of fund (CoF) pada paruh pertama tahun 2026, menciptakan peluang pertumbuhan yang lebih baik. Penurunan CoF ini...

Read more

Bos The Fed Mengejutkan Pasar, Suku Bunga AS Berpotensi Meningkat

by Merry
August 30, 2026
0
Bos The Fed Mengejutkan Pasar, Suku Bunga AS Berpotensi Meningkat

Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, baru-baru ini memberikan pernyataan yang mengejutkan pasar dengan mengungkapkan bahwa bank sentral Amerika Serikat masih menganggap inflasi sebagai masalah serius yang...

Read more

Tertarik Memiliki Toko Sendiri, Berapa Biaya dan Waktu Balik Modal 2026

by Merry
August 29, 2026
0
Tertarik Memiliki Toko Sendiri, Berapa Biaya dan Waktu Balik Modal 2026

Jakarta telah menjadi pusat perbelanjaan modern dengan munculnya berbagai jaringan minimarket, di antaranya Alfamart yang menjadi salah satu yang paling dikenal. Dengan ribuan cabang yang tersebar di seantero...

Read more

Sukses Digelar, Transaksi BNI Wondr X 2026 Tembus Rp 2,7 Triliun

by Merry
August 29, 2026
0
Sukses Digelar, Transaksi BNI Wondr X 2026 Tembus Rp 2,7 Triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sukses menggelar BNI wondrX 2026 pada 21-23 Agustus 2026 di ICE BSD City, Hall 5-10. Gelaran yang menghadirkan otomotif, travel,...

Read more

Diversifikasi Bisnis Emiten Incar Cuan dari MBG

by Merry
August 28, 2026
0
Diversifikasi Bisnis Emiten Incar Cuan dari MBG

PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) telah mencanangkan rencana ambisius untuk meningkatkan laba bersihnya pada tahun 2026 sebesar 46,18% dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi...

Read more
Next Post
Guncangan Harga Energi Belum Berakhir Menurut Peringatan Bos IMF

Guncangan Harga Energi Belum Berakhir Menurut Peringatan Bos IMF

Related News

Laba Sebelum Pajak Maybank Indonesia Capai Rp397 M

Laba Sebelum Pajak Maybank Indonesia Capai Rp397 M

May 29, 2026
Wakapolri Dukung Kedatangan Irjen Susilo Teguh Raharjo ke UBISA

Wakapolri Dukung Kedatangan Irjen Susilo Teguh Raharjo ke UBISA

August 3, 2026
Penyebab IHSG Pagi Ini Naik 1%

Penyebab IHSG Pagi Ini Naik 1%

May 4, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Bank Baru Besar Bos Bunga Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Harga Hingga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Kasus KPK Kredit Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?