Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Market

Dana Kelolaan Rp534 Triliun Menghilang di Lantai Bursa

Merry by Merry
August 25, 2026
in Market
0
Investor Kehilangan Kendali Dana Rp 730 T, Taruhan Berujung Petaka
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nama Leopold Aschenbrenner mencuat sebagai figur penting dalam dunia investasi, terutama terkait dengan kecerdasan buatan. Namun, perjalanan kariernya mengalami gejolak yang dramatis setelah hedge fund yang didirikannya, Situational Awareness, hampir mengalami kegagalan total dalam waktu singkat.

You might also like

PT DSI Menegaskan Peran yang Berbeda dari Bursa Mineral

IHSG Sesi Pertama Menguat 0,28 Persen ke Level 6.544

Pengusaha Besar China Masuk ke IKN, Pengakuan yang Mengejutkan

Awal cerita ini terjadi dalam perjalanan menuju Bandara LaGuardia, saat David Mann, CEO dari Mannsion Group, menerima telepon mendesak dari rekan dekat Aschenbrenner. Penawaran untuk membeli sebagian saham Anthropic milik Situational harus segera diselesaikan, dan itu mengindikasikan adanya masalah serius dalam manajemen keuangan Aschenbrenner.

Aschenbrenner, mantan karyawan OpenAI yang baru berusia 25 tahun, sebelumnya dikenal luas berkat esainya berjudul “Situational Awareness: The Decade Ahead.” Dalam esai tersebut, ia meramalkan perkembangan dan tren AI di tahun-tahun mendatang, yang membuat dana kelolaannya melonjak dari sekitar US$1,5 miliar menjadi lebih dari US$45 miliar pada tahun 2026.

Strategi investasi yang diterapkan oleh Aschenbrenner terbilang agresif. Ia melakukan investasi besar-besaran di saham-saham perusahaan yang berpotensi menjadi pemenang di sektor AI, sambil melakukan short selling pada saham perusahaan lain yang dianggap akan kehilangan nilai akibat perkembangan teknologi AI.

Gejolak di Pasar dan Dampak yang Dirasakan

Tidak lama setelah itu, masalah pertama muncul saat model AI open-source murah asal China mulai mengubah sentiment pasar. Saham-saham unggulan dari fund yang dikelola Aschenbrenner, seperti Bloom Energy dan Sandisk, mengalami penurunan yang signifikan, menambah kerugian yang sudah ada.

Pada tanggal 24 Juli, Situational mengirimkan laporan kepada para investor, mengakui adanya kerugian. Meskipun mereka mengklaim bahwa ini adalah “waktu yang tepat” untuk menambah dana, banyak investor yang tidak yakin dan mulai mencari kepastian.

Dalam sepekan berikutnya, saham-saham yang diincar oleh fund ini anjlok antara 9 hingga 24 persen. Keadaan tersebut memicu kepanikan di antara para investor, yang mulai menyadari bahwa dana ini sedang dalam proses “degrossing,” yaitu penjualan paksa untuk mengurangi risiko yang ada.

Upaya Menyelamatkan Situational Awareness

Pada tanggal 29 Juli, tim Aschenbrenner berupaya mencari dana tambahan. Mereka mendekati beberapa investor besar, termasuk Sequoia dan DFO Management, untuk menjual sebagian besar saham Anthropic senilai US$5 miliar dengan diskon yang cukup besar, dan dengan tenggat waktu yang sangat dekat.

Sementara itu, Situational juga bernegosiasi dengan Citadel dan Millennium Management untuk menjual sebagian besar portofolio saham likuidnya. Kesepakatan dengan Citadel akhirnya tercapai dini hari tanggal 30 Juli, tepat sebelum pasar saham AS dibuka.

Namun, tindakan tersebut membuat Aschenbrenner membatalkan rencana penjualan saham Anthropic, yang membuat berbagai calon investor merasa kecewa. Situational mengumumkan bahwa mereka mengalami kerugian sekitar 67% sepanjang bulan Juli.

Pernikahan di Tengah Keterpurukan

Di tengah krisis tersebut, Aschenbrenner melangsungkan pernikahan dengan Avital Balwit di Carmel, California. Meskipun situasi finansialnya terguncang, pernikahan tersebut menjadi momen penting dalam hidupnya.

Dalam suasana penuh tekanan, terdapat momen ringan saat salah satu toast pernikahan menyebut nama Ken Griffin dan Citadel, dengan nada bercanda berterima kasih kepada mereka karena situasi tersebut. Hal ini menunjukkan betapa aneh dan ironisnya keadaan yang tengah dihadapi Aschenbrenner.

Saat ini, dana kelolaannya tinggal sekitar US$15 miliar, jauh menyusut dari puncaknya. Aschenbrenner dan timnya pun mulai menemui calon investor untuk menjelaskan situasi dan rencana perbaikan ke depan.

Kisah Situational Awareness ini mengingatkan kita akan risiko yang terlibat dalam investasi menggunakan leverage yang berlebihan. Walaupun Aschenbrenner belum mengalami kebangkrutan, tantangan yang dihadapinya tetap menjadi pelajaran berharga bagi para pelaku industri keuangan lainnya.

Tags: BursaDanaKelolaanLantaiMenghilangRp534Triliun
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

PT DSI Menegaskan Peran yang Berbeda dari Bursa Mineral

by Merry
August 24, 2026
0
PT DSI Menegaskan Peran yang Berbeda dari Bursa Mineral

PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) baru-baru ini membahas mengenai peranannya di sektor sumber daya alam, terutama mineral. Dalam konteks ini, DSI menjelaskan perbedaan yang jelas antara fungsi...

Read more

IHSG Sesi Pertama Menguat 0,28 Persen ke Level 6.544

by Merry
August 24, 2026
0
IHSG Sesi Pertama Menguat 0,28 Persen ke Level 6.544

Jakarta terus menunjukkan dinamika pergerakan pasar keuangan yang menarik perhatian para investor. Dalam pembukaan perdagangan di awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan yang...

Read more

Pengusaha Besar China Masuk ke IKN, Pengakuan yang Mengejutkan

by Merry
August 23, 2026
0
Pengusaha Besar China Masuk ke IKN, Pengakuan yang Mengejutkan

Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan setelah kedatangan investor baru yang berkomitmen untuk membangun infrastruktur di kawasan tersebut. Dengan nilai investasi mencapai Rp1,25 triliun, proyek ini diharapkan...

Read more

Kelola Gaji Tepat dari Taiwan untuk Keluarga di Indonesia

by Merry
August 23, 2026
0
Kelola Gaji Tepat dari Taiwan untuk Keluarga di Indonesia

Melakukan pekerjaan ribuan kilometer dari keluarga merupakan tantangan tersendiri bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Di tengah rindu dan kesulitan, pengelolaan keuangan menjadi aspek vital yang tidak...

Read more

Dari Calo Tiket Menjadi Sukses Membangun Kerajaan Maskapai

by Merry
August 22, 2026
0
Dari Calo Tiket Menjadi Sukses Membangun Kerajaan Maskapai

Sebelum memasuki abad ke-21, penerbangan dengan pesawat terbang sangat terbatas hanya pada kalangan elit yang mampu membeli tiket pesawat dengan harga selangit. Hal ini mendorong Rusdi Kirana untuk...

Read more
Next Post
Transaksi Tambang dan Sawit Harus Melalui Bursa Mineral, Berikut Bocorannya

Transaksi Tambang dan Sawit Harus Melalui Bursa Mineral, Berikut Bocorannya

Related News

Sempat Tembus Rp 17.400 per USD, Kapan Rupiah Bisa Kembali Menguat?

Sempat Tembus Rp 17.400 per USD, Kapan Rupiah Bisa Kembali Menguat?

May 6, 2026
Harta Prajogo Hilang Rp 69 Triliun Karena Imbas MSCI di Hari Ulang Tahun

Harta Prajogo Hilang Rp 69 Triliun Karena Imbas MSCI di Hari Ulang Tahun

May 13, 2026
Prabowo, Purbaya dan Bos BI Sepakat Lindungi Dolar Agar Tak Pergi dari RI

Prabowo, Purbaya dan Bos BI Sepakat Lindungi Dolar Agar Tak Pergi dari RI

May 6, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Bank Baru Besar Bos Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Harga Hingga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Karena Kasus Kebakaran KPK Kredit Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?