Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Market

Sedot Rp105 Triliun Dana Asing, Efek BI Rate Terasa!

Merry by Merry
June 24, 2026
in Market
0
Uang Primer Tumbuh 14,3% di April 2026 menurut BI
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bank Indonesia (BI) berupaya menarik minat investor asing untuk menempatkan modalnya di Indonesia, dan hasil yang diperoleh menunjukkan perkembangan yang positif. Dalam beberapa bulan terakhir, arus masuk modal asing ke dalam berbagai instrumen keuangan melampaui ekspektasi, terutama melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

You might also like

WIKA Percepat Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1B

IHSG Terjun 1% Lebih Menjelang Pengumuman MSCI

Polri Kembalikan Buron Kasus Kresna Life Michael Steven dari Maroko

Deputi Gubernur Senior BI menjelaskan, mulai bulan Juni, aliran masuk modal telah mulai terlihat. Di SBN, terjadi net inflow, sedangkan di SRBI, lebih dari Rp 103 triliun telah berhasil masuk hingga akhir bulan Juni. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih melihat potensi di pasar Indonesia meskipun ada tantangan global yang signifikan.

Saat ini, investor di seluruh dunia cenderung memilih instrumen yang lebih aman, seperti dolar Amerika Serikat, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah. Kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Indonesia bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah situasi ini, dengan harapan dapat menarik perhatian lebih banyak investor asing.

Persepsi Risiko dan Dampak Geopolitik Global Terhadap Arus Modal

Ketidakpastian global saat ini, seperti konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta ketegangan lainnya di Timur Tengah, telah menyebabkan fenomena “fly to quality.” Ini memicu aliran keluar dana dari negara-negara pasar berkembang, termasuk Indonesia, ke aset yang dianggap lebih aman.

Perang yang terjadi dan penutupan jalur-jalur penting distribusi, seperti Selat Hormuz, meningkatkan harga minyak mentah global dan memicu inflasi yang signifikan. Kenaikan harga ini berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di negara-negara yang sangat bergantung pada impor energi.

Akibatnya, investor merespons dengan mencari instrumen investasi yang lebih aman. Kenaikan suku bunga global, yang diikuti oleh meningkatnya yield dari obligasi, juga menambah daya tarik untuk menempatkan dana di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Hal ini semakin memperkuat daya tarik dolar AS di pasar internasional.

Kebijakan Suku Bunga dan Daya Tarik Investasi di Indonesia

Dalam menghadapi tantangan di pasar global, BI telah mengambil langkah strategis dengan meningkatkan suku bunga untuk meningkatkan daya tarik instrumen investasi di Indonesia. Dengan menawarkan yield yang kompetitif, BI berupaya menjaga arus masuk investasi tetap stabil meskipun ada aliran keluar investasi ke negara maju.

Kebijakan ini bertujuan untuk meminimalisasi dampak negatif dari potensi capital outflow bagi perekonomian. Dengan suku bunga yang lebih tinggi, diharapkan akan ada peningkatan minat dari investor asing untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen rupiah.

Data per 17 Juni menunjukkan SRBI menawarkan bunga untuk tenor enam bulan antara 7,12% hingga 8,00%, yang menunjukkan daya tarik yang menjanjikan bagi investor. Ini merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta mendapatkan kembali kepercayaan dari investor asing.

Strategi Bank Indonesia untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi

Bank Indonesia tidak hanya berfokus pada penyesuaian suku bunga, tetapi juga berupaya memberikan insentif kepada investor yang ingin berinvestasi di Indonesia. Hal ini termasuk langkah-langkah proaktif untuk mendukung kehadiran investasi portofolio yang lebih kuat.

Deputi Gubernur Senior BI menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat daya tarik investasi dengan pendekatan yang berorientasi pada risiko. Dalam situasi krisis saat ini, persepsi risiko investor perlu dikelola dengan baik agar investasi tetap mengalir ke Indonesia.

BI berharap bahwa dengan tingginya suku bunga dan insentif yang ditawarkan, investor akan merasa lebih aman untuk berinvestasi meskipun ada tantangan ekonomi global yang signifikan. Keputusan ini diharapkan mampu menjawab tantangan current account deficit dan arus modal yang keluar dari Indonesia.

Tags: AsingDanaEfekRateRp105SedotTerasaTriliun
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

WIKA Percepat Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1B

by Merry
June 24, 2026
0
WIKA Percepat Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1B

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berkomitmen untuk mempercepat pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1B. Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Pantai...

Read more

IHSG Terjun 1% Lebih Menjelang Pengumuman MSCI

by Merry
June 23, 2026
0
IHSG Terjun 1% Lebih Menjelang Pengumuman MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan terbaru, menciptakan sinyal hati-hati di kalangan pelaku pasar. Saat investor bersiap-siap menunggu pengumuman penting dari MSCI, IHSG terpaksa...

Read more

Polri Kembalikan Buron Kasus Kresna Life Michael Steven dari Maroko

by Merry
June 23, 2026
0
Polri Kembalikan Buron Kasus Kresna Life Michael Steven dari Maroko

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) baru saja mengumumkan keberhasilan mereka dalam memulangkan seorang buronan yang diincar oleh Interpol dengan Red Notice. Buronan tersebut adalah Michael Steven, seorang Warga...

Read more

Rombak Komisaris KSEI dan Jajaran Lengkapnya

by Merry
June 22, 2026
0
Rombak Komisaris KSEI dan Jajaran Lengkapnya

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) baru saja melakukan perombakan pada jajaran komisarisnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026. Dalam...

Read more

Setiap Hari 1.000 Warga RI Teriak Karena Rp 9,1 T Dicuri Penjahat

by Merry
June 22, 2026
0
OJK Paparkan Bukti Kinerja Bank RI Stabil Saat Dunia Menghadapi Kesulitan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini merilis laporan yang mencengangkan mengenai jumlah aduan masyarakat terkait penipuan yang semakin merajalela. Data menunjukkan bahwa telah terkumpul sebanyak 432.637 laporan aduan...

Read more
Next Post
Sekretaris Pribadi Temui Jokowi di Solo

Sekretaris Pribadi Temui Jokowi di Solo

Related News

Pengasuh Ponpes Pekalongan Diduga Melakukan Pencabulan Terhadap Santriwati

Pengasuh Ponpes Pekalongan Diduga Melakukan Pencabulan Terhadap Santriwati

May 27, 2026
Sempat Tembus Rp 17.400 per USD, Kapan Rupiah Bisa Kembali Menguat?

Sempat Tembus Rp 17.400 per USD, Kapan Rupiah Bisa Kembali Menguat?

May 6, 2026
Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

June 7, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Bank Bos Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Dunia Emas Harga IHSG Indonesia Ini Investasi Jadi Jakarta Karena Kasus Menjadi Minyak MSCI Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?