Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) baru saja berhasil menangkap seorang pria berinisial YK (52) yang diduga sebagai pemasok senjata api dan amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan. Penangkapan ini berlangsung tanpa perlawanan di Pasar Sentral Sarmi, Kabupaten Sarmi, pada Sabtu, 6 Juni, saat aparat kepolisian melakukan pengintaian intensif.
Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari penyidikan lebih luas mengenai jaringan pemasok senjata di wilayah Yalimo dan Yahukimo. Penangkapannya menandai kemajuan signifikan dalam penegakan hukum di area yang rawan konflik.
Operasi untuk membongkar sindikat ini dimulai sejak Maret 2026. Tim gabungan dari berbagai instansi telah berhasil meringkus berbagai anggota jaringan yang terlibat, baik sebagai penyandang dana, pembeli, hingga penyedia amunisi aktif yang terkait dengan KKB.
Tindakan penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat keamanan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memerangi kelompok bersenjata di Papua. Para pelaku yang ditangkap memiliki peran yang beragam dalam jaringan, sehingga memberikan gambaran betapa kompleksnya sindikat ini.
Proses Penangkapan yang Terencana dan Terkait Jaringan Teroris
Penangkapan YK berlangsung setelah aparat berhasil mencium jejaknya melalui serangkaian penyidikan yang mendalam. Penangkapan ini merupakan hasil dari totalitas upaya tim dalam melacak keberadaan para pelaku yang terlibat dalam sindikat pemasokan senjata. YK disebutkan sempat menerima senjata dari seorang pria berinisial B.
Senjata dan amunisi yang diterima kemudian dipindahkan ke berbagai pihak untuk ditransaksikan. Mengingat banyaknya pihak yang terlibat, operasi ini berlanjut dengan penangkapan lebih lanjut dan pengumpulan bukti untuk menguatkan proses hukum.
Penyidikan menunjukkan bahwa senjata dan amunisi ini disalurkan kepada kelompok bersenjata yang dikendalikan oleh Simeon Payage. Ketidakstabilan dan kekacauan di Papua semakin diperparah oleh aktivitas kelompok ini, sehingga penangkapan terhadap YK dipandang sangat penting.
Setelah ditangkap, YK dibawa ke Mapolres Sarmi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik berusaha mengungkap keterlibatannya lebih jauh dalam jaringan KKB yang telah menebar teror di daerah tersebut.
Penyitaan Barang Bukti dan Rincian Tindakan Keamanan
Selama proses penangkapan, aparat juga mengambil sejumlah barang bukti yang menunjukkan keterlibatan YK dalam penyelundupan senjata. Barang-barang tersebut termasuk telepon seluler, dokumen identitas, kartu perbankan, dan uang tunai yang kemungkinan besar digunakan dalam transaksi ilegal.
Data dari Satgas ODC mencatat bahwa hingga awal Juni 2026, total telah ada 12 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Ini menunjukkan bahwa operasi yang berlangsung bukan hanya sekadar penangkapan satu individu, tetapi merupakan bagian dari upaya lebih besar untuk meruntuhkan jaringan kriminal bersenjata di Papua.
Dari hasil penggeledahan dan penindakan yang dilakukan, sejumlah barang bukti militer disita. Di antaranya adalah 298 butir amunisi tajam, empat buah magazen senapan serbu, satu pucuk senjata api rakitan, serta enam unit laras senjata api peninggalan Perang Dunia II.
Penemuan barang bukti tersebut menunjukkan bahwa sindikat ini bukan hanya aktif dalam perdagangan senjata modern, tetapi juga menggunakan senjata dari masa lalu yang masih dapat berfungsi. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi aparat dalam menangani isu keamanan di Papua.
Peran Masyarakat dalam Membantu Aparat Keamanan
Masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam membantu aparat keamanan dalam membongkar jaringan-jaringan yang terlibat dalam kegiatan kriminal di daerah mereka. Kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan dapat menjadi kunci dalam mengurangi aktivitas kelompok bersenjata.
Dukungan dari masyarakat merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga stabilitas wilayah yang rawan konflik. Melalui pelaporan yang cepat dan akurat, aparat dapat lebih efektif dalam menanggulangi ancaman yang ada.
Upaya pemerintah untuk memberantas kelompok kriminal bersenjata diharapkan dapat terus berlanjut dengan dukungan yang kuat dari berbagai sisi, termasuk masyarakat setempat. Hal ini penting agar tindakan tegas dapat diambil terhadap para pelaku yang telah meresahkan.
Jika sinergi antara aparat dan masyarakat berjalan dengan baik, akan ada harapan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan stabil di Papua. Oleh karena itu, penting untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama.








