Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Market

Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

Merry by Merry
June 7, 2026
in Market
0
Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena saham yang dikenal sebagai ‘saham gorengan’ sebenarnya bukan hal baru dalam dunia investasi. Dalam sejarah pasar keuangan, terdapat berbagai kejadian yang menggambarkan betapa berbahayanya spekulasi dan manipulasi dalam perdagangan saham. Salah satu contoh paling terkenal adalah peristiwa yang melibatkan South Sea Company di Inggris yang terjadi lebih dari 300 tahun yang lalu.

You might also like

K/L Minta Tambahan Anggaran Rp1.000 T, Berikut Jawaban Purbaya

Literasi Keuangan Indonesia Capai Target 2029, Tiga Tahun Lebih Cepat

Rupiah Menguat 0,11%, Dolar AS Turun ke Rp17.610

South Sea Company didirikan dengan tujuan ambisius, yaitu membantu pemerintah Inggris dalam mengatasi utang negara yang terus membengkak akibat berbagai peperangan. Dalam kesepakatan yang diambil, perusahaan ini diberikan hak monopoli untuk melakukan perdagangan dengan wilayah Amerika Selatan yang menawari sumber daya melimpah. Hal ini menimbulkan ekspektasi yang tinggi di kalangan investor.

Masyarakat berlomba-lomba untuk membeli saham South Sea Company, memandang perusahaan ini sebagai peluang investasi yang menjanjikan. Dengan harapan keuntungan besar dari perdagangan emas, perak, dan rempah-rempah, harga saham perusahaan melonjak tajam. Namun, kenyataan di lapangan jauh dari harapan tersebut, dan investor mulai memasuki dunia spekulasi.

Kehidupan Singkat South Sea Company dan Gelembung Saham

South Sea Company beroperasi pada awal tahun 1720, di mana Inggris mengalami krisis keuangan setelah perang panjang melawan negara-negara Eropa. Meskipun di atas kertas terlihat sangat menjanjikan, kenyataan di lapangan menunjukkan banyak kendala, termasuk ketegangan politik dan perang. Dalam situasi yang tidak menguntungkan ini, harga saham perusahaan justru terus melejit.

Peningkatan harga saham ini lebih didorong oleh spekulasi daripada kinerja nyata perusahaan. Banyak orang membeli saham hanya berdasarkan harapan akan selalu ada pembeli lain di luar sana. Fenomena ini dikenal dengan istilah “pom-pom,” di mana harga saham meningkat bukan karena kinerja, melainkan semata-mata spekulasi.

Namun, kabar buruk mulai muncul ketika para petinggi perusahaan mulai menjual saham mereka secara diam-diam. Mereka memahami bahwa harga saham tidak didukung oleh kinerja nyata perusahaan. Keputusan ini menyebabkan kekacauan ketika para investor menyadari bahwa harapan mereka tidak akan terwujud. Kepanikan pun menyebar dengan cepat di kalangan investor.

Dampak dari Kejadian Sejarah Ini

Saat runtuhnya harga saham terjadi, ribuan individu kehilangan seluruh tabungan mereka dalam sekejap mata. Banyak bangsawan dan pengusaha terjebak dalam jebakan spekulatif ini, yang menyebabkan mereka jatuh miskin secara drastis. Salah satu korban terkenal adalah Isaac Newton, yang sempat meraih keuntungan namun terjebak saat harga saham memuncak.

Setelah kejadian tersebut, pemerintah melakukan penyelidikan yang mengungkapkan praktik-praktik suap, konflik kepentingan, dan manipulasi pasar oleh elite politik. Hal ini menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi tidak hanya berada di dunia bisnis, tetapi juga terkait dengan integritas institusi pemerintah. Kepercayaan publik terhadap pasar modal pun mengalami kehancuran yang mendalam.

Puncak dari skandal ini tidak hanya mengubah wajah pasar saham di Inggris, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi dunia investasi modern. Banyak orang mulai menjauh dari pasar operasi yang penuh risiko, terutama ketika mereka menyadari bahwa tidak ada jaminan dalam spekulasi. Kejadian ini menjadikan praktik penggorengan saham sebagai catatan kelam dalam sejarah investasi.

Pelajaran Berharga dari Sejarah Saham Gorengan

Peristiwa South Sea Company menjadi pengingat bahwa harapan dan keyakinan yang berlebihan dapat mengarah pada kehancuran. Pelajaran ini seharusnya mengajarkan investor untuk bijaksana dalam mengambil keputusan investasi. Keberhasilan dalam dunia investasi tidak semata-mata ditentukan oleh angka dan grafik, tetapi juga atas pemahaman yang mendalam mengenai fundamental perusahaan.

Praktik penggorengan saham masih ada hingga saat ini, meskipun dengan bentuk yang lebih modern. Di era digital, investasi saham dapat dilakukan secara lebih cepat dan luas, tetapi risiko tetap ada. Menyadari potensi risiko dan tidak terjebak dalam euforia investasi menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan.

Selain itu, pentingnya pendidikan finansial tidak dapat disepelekan. Dengan pengetahuan yang baik, investor dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan tidak bergantung pada spekulasi. Keberhasilan berinvestasi tidak hanya didapat dari pengalaman, tetapi juga dari pemahaman sistem dan analisis yang mendalam.

Tags: BalikBanyakGorenganInvestorMerugikanSahamSosokyang
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

K/L Minta Tambahan Anggaran Rp1.000 T, Berikut Jawaban Purbaya

by Merry
September 8, 2026
0
K/L Minta Tambahan Anggaran Rp1.000 T, Berikut Jawaban Purbaya

Keputusan pemerintah untuk mengalokasikan anggaran tahun 2027 telah menjadi topik hangat di kalangan berbagai Kementerian dan Lembaga. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa permintaan anggaran yang masuk...

Read more

Literasi Keuangan Indonesia Capai Target 2029, Tiga Tahun Lebih Cepat

by Merry
September 7, 2026
0
Warga Indonesia Semakin Mengurangi Penggunaan Uang Tunai

Dalam era digital yang semakin berkembang, literasi dan inklusi keuangan menjadi topik yang sangat penting bagi masyarakat. Pencapaian yang telah diraih Indonesia dalam bidang ini menunjukkan bahwa kesadaran...

Read more

Rupiah Menguat 0,11%, Dolar AS Turun ke Rp17.610

by Merry
September 7, 2026
0
Rupiah Menguat 0,11%, Dolar AS Turun ke Rp17.610

Rupiah Indonesia sedang mengalami tren penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada awal pekan ini. Pada pembukaan perdagangan, nilai tukar rupiah menguat hingga 0,11% dan mencapai posisi Rp17.610 per...

Read more

Saldo Minimal Nasabah Prioritas Bank per September 2026

by Merry
September 6, 2026
0
Warga AS Menyesal Tentang Tabungan, Kenapa Bisa Terjadi?

Setiap institusi perbankan memiliki syarat dan produk yang bervariasi bagi nasabahnya, terutama terkait dengan saldo minimum yang harus dipenuhi. Hal ini berpengaruh besar terhadap fasilitas yang bisa didapatkan...

Read more

Aturan BP Tapera KPR Tenor 40 Tahun Segera Diterapkan di BTN

by Merry
September 4, 2026
0
Aturan BP Tapera KPR Tenor 40 Tahun Segera Diterapkan di BTN

Ketika membahas tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR), banyak hal yang perlu diperhatikan oleh calon pembeli. Salah satu inovasi terbaru adalah penetapan tenor hingga 40 tahun yang diharapkan mampu...

Read more
Next Post
Satgas Ringkus Pemasok Senjata KKB di Papua Pegunungan

Satgas Ringkus Pemasok Senjata KKB di Papua Pegunungan

Related News

BI Rate Naik, Pimpinan Danantara Dorong Bank Himbara Tingkatkan Efisiensi

BI Rate Naik, Pimpinan Danantara Dorong Bank Himbara Tingkatkan Efisiensi

June 18, 2026
Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Tanggapan dari Pimpinan LPS

Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Tanggapan dari Pimpinan LPS

August 11, 2026
Purbaya Lelang 8 Seri Utang Syariah untuk Cari Dana Rp10 T Pekan Depan

Purbaya Lelang 8 Seri Utang Syariah untuk Cari Dana Rp10 T Pekan Depan

July 11, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Anak Bank Baru Bos Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Juta Kasus Kebakaran Kredit Laba Menjadi Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?