Tim Pengawas Haji DPR 2026 mengungkapkan bahwa layanan yang diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah kepada jemaah selama puncak penyelenggaraan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina perlu dievaluasi secara menyeluruh. Hal ini diungkapkan oleh anggota Timwas Haji DPR yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi VIII, Marwan Dasopang, saat kunjungan di Makkah.
Menurut Marwan, evaluasi tersebut penting karena sejumlah permasalahan dalam pelayanan haji masih ditemukan di lapangan. Salah satu isu yang mencolok adalah kurangnya tempat tinggal yang memadai untuk jemaah, yang menyebabkan mereka harus tidur di luar tenda.
“Kita harus melakukan evaluasi menyeluruh. Dari mulai bus, tenda, kapasitas kamar mandi, hingga kesiapan makanan dan minuman,” ungkapnya. Dia menekankan, tata kelola pelayanan haji perlu diubah agar jemaah dapat beribadah dengan nyaman.
Masalah Tenda dan Ketersediaan Fasilitas di Mina
Masalah tenda merupakan salah satu hal yang sekarang menjadi perhatian utama. Beberapa jemaah masih harus tidur di luar tenda karena kapasitas yang tidak memadai. Hal ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan mereka.
Selain masalah tenda, Marwan mengakui adanya kendala di beberapa fasilitas yang tidak berfungsi dengan baik. Misalnya, sistem pendingin udara (AC) yang tidak beroperasi optimal dan ketersediaan air yang belum memenuhi kebutuhan jemaah di beberapa titik.
“Kita mendapatkan banyak masukan tentang fasilitas yang tidak memadai di Mina. Berbagai masalah umum muncul akibat tingginya kepadatan jemaah dalam area yang sangat terbatas,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pencarian solusi harus menjadi prioritas untuk perbaikan ke depan.
Pentingnya Kebijakan Baru dalam Penyelenggaraan Haji
Marwan menekankan perlunya implementasi langkah-langkah baru yang lebih efektif dalam penyelenggaraan haji. Kebijakan yang diterapkan harus mampu menyelesaikan masalah yang terus berulang. Musim haji seharusnya menjadi waktu di mana jemaah merasa terlayani dengan baik.
Dia juga menekankan bahwa hal ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya Kementerian Haji dan Umrah. Kolaborasi antara berbagai pihak dalam hal ini sangat penting untuk memperbaiki situasi.
“Kita tidak bisa terus-menerus menghadapi masalah yang sama setiap tahun. Kita harus memiliki komitmen untuk melakukan perubahan yang signifikan, demi kenyamanan dan keselamatan jemaah,” tambahnya.
Apresiasi terhadap Penyelenggaraan Haji Secara Umum
Meskipun ada beberapa persoalan yang dihadapi, Marwan menyatakan bahwa secara keseluruhan penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan baik. Proses dari awal hingga puncak pelaksanaan ibadah berlangsung sesuai dengan agenda yang telah direncanakan.
Lebih lanjut, beliau memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ini. Kerja keras yang ditunjukkan dalam memberikan pelayanan kepada jemaah patut dihargai dan diacungi jempol.
“Secara umum, tahapan-tahapan ibadah haji berjalan baik. Kita harus mengapresiasi segala upaya yang dilakukan oleh petugas dan kementerian dalam melayani jemaah,” ujarnya dengan optimisme. Kualitas pelayanan harus terus diperbaiki untuk masa depan yang lebih baik.









