Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Market

Fundamental Kuat, Pendapatan Tembus Rp37,2 T di Kuartal I Tahun 2026

Merry by Merry
May 29, 2026
in Market
0
Fundamental Kuat, Pendapatan Tembus Rp37,2 T di Kuartal I Tahun 2026
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) baru saja mengumumkan hasil laporan kinerja keuangan untuk kuartal I tahun 2026. Laporan ini menunjukkan pertumbuhan signifikan di berbagai segmen bisnis, mencerminkan upaya konsisten perusahaan dalam menjalankan disiplin operasional. Di tengah tantangan makroekonomi yang kompleks, Telkom tetap fokus pada eksekusi strategi transformasi TLKM 30 yang bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan.

You might also like

Tambah Kriteria HSC, 37 Saham Jumbo Siap Masuk Daftar Baru

Tambah Kriteria HSC, 37 Saham Jumbo Akan Masuk Daftar Baru

Rating S&P Stabil, Apakah Indonesia Semakin Menarik untuk Investor Asing?

Dalam tiga bulan pertama di tahun 2026, Telkom mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun, naik 1,5% dibandingkan tahun lalu. Selain itu, EBITDA perusahaan mencapai Rp18,0 triliun dengan EBITDA margin yang cukup sehat, yaitu 48,3%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengelola operasionalnya dengan baik.

Selama kuartal ini, laba bersih yang berhasil dicapai Telkom adalah Rp4,3 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 11,7%. Namun, laba bersih yang dinormalisasi menampilkan angka yang lebih tinggi, yaitu Rp5,1 triliun, menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, kinerja dasar perusahaan tetap solid dan berjalan sesuai harapan.

Peningkatan Kinerja Melalui Strategi yang Berkesinambungan

Meski terlihat ada kontraksi dari laba bersih, hal ini lebih bersifat transisional dan berasal dari percepatan depresiasi serta proses normalisasi bisnis. Tekanan ini tidak mengganggu daya saing perusahaan karena memang bersifat non-kas. Arus kas operasional Telkom pun mengalami peningkatan, tumbuh 3,1% YoY sehingga mencapai Rp17,3 triliun, berkat adanya efisiensi dalam program TOTEX dan manajemen penagihan yang lebih baik.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menjelaskan bahwa perusahaan bertekad untuk mempercepat eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan nilai optimal. Dalam pernyataannya, ia menyebut kinerja kuartal pertama tahun 2026 adalah awal yang baik dan menjadi motivasi bagi Telkom untuk terus meningkatkan kinerja operasional guna membawa manfaat bagi pelanggan dan masyarakat luas.

Perusahaan berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan dan efisiensi dalam segmen bisnis yang mereka jalani. Strategi ini tidak hanya penting untuk meningkatkan pendapatan tetapi juga untuk menciptakan kondisi yang lebih sehat di industri telekomunikasi secara umum. Upaya berkelanjutan dalam menjaga pengalaman pelanggan pun menjadi salah satu prioritas utama.

Mendorong Pertumbuhan Melalui Bisnis Digital

Untuk segmen B2C, Telkomsel berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp27,6 triliun, tumbuh 1,3% dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh bisnis digital yang terus berkembang, serta peningkatan penggunaan data. Kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin turut membantu peningkatan payload data sebesar 2,3% YoY.

Strategi yang diterapkan mencakup penerapan disiplin harga dan penyederhanaan produk yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Dengan ARPU (Average Revenue Per User) yang meningkat menjadi Rp45.100, hal ini mencerminkan inisiatif perbaikan yang efektif di pasar yang lebih stabil dan rasional.

Telkomsel berkomitmen untuk melanjutkan langkah meningkatkan ARPU dengan fokus pada produktivitas pelanggan serta inovasi layanan digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini penting mengingat bahwa konektivitas dan internet kini menjadi kebutuhan primer yang harus dipenuhi.

Meningkatkan Pendapatan di Segmen B2B dan Infrastruktur

Pada segmen B2B, Telkom menunjukkan performa yang positif dengan pendapatan mencapai Rp2,4 triliun, meningkat 6,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi berkelanjutan di bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT) dan menara telekomunikasi. Dengan didukung oleh Mitratel, pendapatan dari sektor ini juga berjaya dengan pertumbuhan 1,4% YoY.

Mitratel, yang mengelola menara telekomunikasi, tetap menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan yang stabil. Dengan efisiensi biaya yang optimal, Mitratel berhasil menjaga EBITDA margin di angka 82,7%. Untuk memperkuat kepemimpinan di industri menara telekomunikasi, Mitratel juga terus memperluas jangkauan aset fiber optik hingga mencapai total 58.279 km.

Pembentukan data center juga turut berperan dalam meningkatkan pendapatan. NeutraDC Group dan NeuCentrIX, yang merupakan divisi pengelolaan data center, melihat peningkatan permintaan akan layanan data center di tengah pertumbuhan digitalisasi. Upaya konsolidasi diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan di pasar ini.

Menjalankan Transformasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Pencapaian yang diraih Telkom pada segmen B2C dan B2B tidak terlepas dari keberhasilan strategi transformasi yang diimplementasikan. Realisasi belanja modal mencapai Rp4,9 triliun, dengan sebagian besar diarahkan pada pengembangan infrastruktur inti. Inisiatif untuk efisiensi operasional terus dilakukan agar dapat menciptakan lingkungan yang lebih optimal untuk pertumbuhan.

Proses divestasi dan restrukturisasi juga menjadi bagian penting dari strategi Telkom. Melalui divestasi AdMedika Group, diharapkan dapat membuka peluang bagi pertumbuhan dan inovasi. Begitu pula, pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity kepada InfraNexia menjadi langkah lanjutan yang direncanakan untuk meningkatkan pengelolaan aset.

Telkom berkomitmen untuk terus memperbaiki struktur dan performa bisnis agar dapat memberikan kontribusi yang lebih baik di pasar. Dengan keberlanjutan yang diutamakan, perusahaan berambisi agar kontribusi dari bisnis fiber dapat meningkat hingga 25% di masa depan.

Di tahun 2026, tantangan dan peluang akan terus beriringan. Telkom berencana untuk mempercepat transformasi dengan tetap mengedepankan prinsip disiplin operasional. Dian Siswarini menekankan pentingnya langkah inovatif untuk membangun ekosistem digital yang berkelanjutan dan inklusif, demi kepentingan masyarakat dan negara.

Tags: FundamentalKuartalKuatPendapatanRp372TahunTembus
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Tambah Kriteria HSC, 37 Saham Jumbo Siap Masuk Daftar Baru

by Merry
July 15, 2026
0
Tambah Kriteria HSC, 37 Saham Jumbo Siap Masuk Daftar Baru

Bursa Efek Indonesia (BEI) kini tengah melakukan penyesuaian penting terhadap kriteria saham yang tergolong dalam High Shareholding Concentration (HSC). Perubahan ini bertujuan untuk menciptakan pasar yang lebih transparan...

Read more

Tambah Kriteria HSC, 37 Saham Jumbo Akan Masuk Daftar Baru

by Merry
July 15, 2026
0
Tambah Kriteria HSC, 37 Saham Jumbo Akan Masuk Daftar Baru

Jakarta, Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kriteria dari saham yang tergolong dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC). Langkah ini diambil sebagai upaya untuk...

Read more

Rating S&P Stabil, Apakah Indonesia Semakin Menarik untuk Investor Asing?

by Merry
July 14, 2026
0
Rating S&P Stabil, Apakah Indonesia Semakin Menarik untuk Investor Asing?

Saat ini, pasar keuangan Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang diakibatkan oleh ketidakpastian global. Namun, ada angin segar datang dari S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada...

Read more

Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR oleh BNI

by Merry
July 14, 2026
0
Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR oleh BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melakukan serangkaian langkah strategis dalam pengelolaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memastikan bahwa dana yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai prinsip kehati-hatian....

Read more

Gurita Bisnis Tan Kian Saksi Kasus Febrie pada Industri Properti Indonesia

by Merry
July 13, 2026
0
Gurita Bisnis Tan Kian Saksi Kasus Febrie pada Industri Properti Indonesia

Nama Tan Kian, seorang pengusaha terkemuka dalam sektor properti, kembali menjadi sorotan setelah keterlibatannya dalam penyelidikan korupsi yang melibatkan sejumlah kasus besar di Indonesia. Terutama dalam skandal terkait...

Read more
Next Post
Laporkan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi ke Polisi

Laporkan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi ke Polisi

Related News

Perintah Prabowo, Dorong Bank BUMN Tunjukkan Kinerja dengan Langkah Ini

Perintah Prabowo, Dorong Bank BUMN Tunjukkan Kinerja dengan Langkah Ini

June 20, 2026
Jemaah Haji Lansia Asal Jakarta Ditemukan Meninggal di Makkah

Jemaah Haji Lansia Asal Jakarta Ditemukan Meninggal di Makkah

May 22, 2026
Mayat Pejabat Ditelantarkan di Jalan Karena Zalim terhadap Rakyat

Mayat Pejabat Ditelantarkan di Jalan Karena Zalim terhadap Rakyat

June 13, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Bank Baru Bos Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Emas Emiten Harga IHSG Indonesia Ini Jadi Jakarta Karena Kasus KPK Menjadi Minyak Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?