Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penurunan drastis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat dipengaruhi oleh adanya praktik penggorengan saham yang masih marak di Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, penurunan IHSG, yang mencapai lebih dari 8% dan menyebabkan penghentian perdagangan, merupakan dampak dari sentimen negatif yang dikeluarkan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Purbaya tidak menampik bahwa ada masalah serius terkait transparansi di pasar saham Indonesia, terutama dalam hal penilaian free float dari saham-saham yang terdaftar. Penilaian ini sangat berpengaruh terhadap indeks global dan dapat memberikan dampak negatif bagi investor, terutama bagi mereka yang masih baru masuk ke pasar.
“MSCI menilai bahwa bursa kita belum sepenuhnya transparan. Ini terjadi karena free float yang tidak memadai,” jelas Purbaya. Hal ini penting untuk dibenahi agar investor merasa lebih aman untuk berinvestasi di pasar saham Indonesia.
Akar permasalahan tersebut, menurut Purbaya, juga berhubungan dengan jumlah orang yang melakukan penggorengan saham secara sembunyi-sembunyi. “Ada banyak penggoreng di pasar yang merugikan investor kecil,” lanjutnya. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk menindaklanjuti masalah ini hingga tuntas.
Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Masalah di BEI
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa telah diberikan waktu kepada otoritas bursa untuk menanggulangi penggorengan saham yang merugikan. Dia menetapkan batas waktu hingga Maret 2026 untuk memberikan kesempatan bagi BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperbaiki situasi ini.
“Kami berharap OJK dapat berkolaborasi dengan BEI untuk mengatasi isu ini. Kita perlu tindakan konkret untuk menjaga stabilitas di pasar,” ucapnya. Jika hingga batas waktu tersebut tidak ada perubahan, Purbaya menyatakan bahwa ia akan terlibat langsung melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Peluang intervensi ini merupakan langkah penting untuk memastikan pasar saham Indonesia tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga memberikan rasa aman bagi para investornya. Purbaya mengharapkan transparansi menjadi prioritas yang diutamakan.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pasar modal dan meningkatkan jumlah investor, khususnya dari kalangan kecil. Dengan demikian, diharapkan bursa saham dapat tumbuh dengan baik tanpa ada kecurangan yang merugikan.
Pentingnya Transparansi di Pasar Modal
Transparansi menjadi kata kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi investor. Purbaya menyatakan bahwa tanpa adanya transparansi, investor akan kehilangan kepercayaan dan berpotensi menjauh dari pasar. Investasi yang sehat harus didukung dengan informasi yang jelas dan mudah diakses.
Ketidaktransparanan dapat menyebabkan potensi manipulasi harga saham, yang sering dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk keuntungan pribadi. Ini menjadi masalah utama yang perlu ditangani agar tidak merugikan banyak pihak yang ingin berinvestasi dengan jujur.
Pemerintah berupaya untuk memperbaiki sistem ini dari akar permasalahan, dengan mengajak semua pihak berkepentingan, termasuk pelaku pasar dan investor, untuk terlibat dalam dialog terbuka. Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, sosialisasi terkait ketentuan dan peraturan di pasar saham juga penting agar para investor dapat memahami risiko yang terlibat. Dengan pengetahuan yang tepat, mereka bisa membuat keputusan yang lebih baik dalam berinvestasi.
Akibat Situasi yang Tidak Stabil bagi Investor
Situasi yang tidak stabil di pasar modal tidak hanya merugikan investor besar, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan bagi investor kecil. Masyarakat awam, yang baru mengenal investasi, biasanya lebih rentan terhadap keputusan yang diambil berdasarkan informasi yang tidak lengkap.
Purbaya menambahkan bahwa diperlukan perlindungan tambahan bagi investor kecil agar mereka tidak menjadi korban praktik manipulasi di pasar. Edukasi dan perlindungan hukum harus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem investasi yang sehat.
Penting bagi investor untuk memahami bahwa resiko selalu ada dalam investasi, namun dengan informasi yang tepat dan praktik pasar yang baik, mereka dapat meminimalkan kemungkinan kerugian. Keberhasilan BEI dalam menanggulangi penggorengan saham merupakan langkah awal menuju pasar yang sehat.
Dengan semua langkah ini, diharapkan pasar saham Indonesia dapat kembali kepada jalur yang baik, memberikan peluang yang adil bagi semua investor, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif dan transparan.




