Menjelang akhir tahun 2025, pasar saham Indonesia menunjukkan tanda-tanda positif dengan aliran modal asing yang meningkat. Hal ini ditandai oleh transaksi besar dari investor asing yang mencatatkan net buy yang signifikan pada beberapa saham utama di Bursa Efek Indonesia.
Pada perdagangan yang berlangsung pada tanggal 29 Desember 2025, investor asing melakukan pembelian saham senilai Rp 7,3 triliun dan menjual saham senilai Rp 5,1 triliun. Dengan demikian, terdapat net buy sebesar Rp 2,24 triliun, yang menunjukkan minat yang tinggi dari investor luar negeri terhadap pasar Indonesia.
Di tengah dinamika ini, saham asuransi milik grup Lippo, Lippo General Insurance Tbk (LPGI), menjadi sorotan karena mencatatkan net buy terbesar. Dengan angka mencapai Rp 914,3 miliar, transaksi ini berlangsung di pasar negosiasi dan difasilitasi oleh broker Ciptadana Sekuritas.
Sementara itu, sektor lainnya juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama saham milik Darma Henwa dan Aneka Tambang. Keduanya mencatatkan net buy yang mengesankan, masing-masing sebesar Rp 576,7 miliar dan Rp 301,7 miliar, menandakan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor ini.
Tanda-Tanda Pertumbuhan di Pasar Modal Indonesia
Pasar modal Indonesia, tepatnya Bursa Efek Indonesia, menunjukkan pemulihan yang kuat menjelang akhir tahun ini. Adanya sejumlah saham yang mencatatkan net buy besar menjadi indikasi bahwa sentimen positif masih berlanjut. Banyak investor yang beranggapan bahwa pasar Indonesia menawarkan peluang yang menggoda.
Dengan kontribusi yang signifikan dari investor asing, kondisi ini menciptakan optimisme terkait prospek ekonomi ke depannya. Hal ini juga tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak 1,25%. Penutupan IHSG di level 8.644,26 menjadi pertanda baik bagi investor yang sedang mencari peluang.
Selain itu, penting untuk dicatat bahwa hampir seluruh saham yang diperdagangkan berada di zona hijau. Dari total yang terdaftar, sebanyak 493 saham mengalami kenaikan, sedangkan 221 saham mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa pasar saham sedang dalam kondisi yang relatif sehat.
Strategi Investasi di Tengah Aliran Modal Asing
Bagi para investor lokal, fenomena aliran modal asing ini dapat dijadikan sebagai peluang untuk mengambil sikap yang lebih agresif. Banyak yang berpandangan bahwa dengan meningkatnya investasi asing, akan ada dampak positif terhadap nilai saham di masa mendatang. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk lebih selektif dalam memilih saham yang akan diinvestasikan.
Pilihannya bisa mencakup saham-saham yang telah terbukti memiliki fundamental yang kuat dan stabil. Selain itu, saham-saham yang sedang banyak dibeli oleh investor asing juga bisa menjadi perhatian. Di sisi lain, diversifikasi tetap menjadi strategi yang efektif untuk meminimalkan risiko investasi.
Investor juga harus memperhatikan tren pasar global sebagai faktor penentu yang dapat mempengaruhi pergerakan saham di Indonesia. Mengingat bahwa pasar saham merupakan interkoneksi yang saling mempengaruhi, kewaspadaan dalam mengambil keputusan sangatlah penting.
Pendapat Ahli tentang Kondisi Pasar Modal Saat Ini
Beberapa analis memberikan pandangan optimis terhadap tren pasar saat ini. Mereka meyakini bahwa potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid ditambah dengan kebijakan pemerintah yang mendukung akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi. Dengan stabilitas ekonomi, pasar saham dapat melihat momentum yang positif ke depan.
Lebih lanjut, perhatian juga harus diberikan pada sektor-sektor yang berpotensi mendapatkan keuntungan dari aliran modal asing ini. Sektor yang mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi pasar global akan terbukti lebih tangguh dan berkelanjutan. Para investor disarankan untuk tetap mengikuti perkembangan dan analisis yang akurat dari sumber terpercaya.
Beberapa sektor, seperti teknologi dan infrastruktur, tampaknya menjadi primadona dan memiliki potensi yang cukup besar. Hal ini tidak hanya dari segi aliran modal, tetapi juga dari segi inovasi dan perkembangan yang sedang berlangsung di dalam negeri.




