Tahun ini dipandang sebagai fase penting dalam dunia pasar saham, yang disebut sebagai era backdoor listing. Fenomena ini muncul dalam konteks ketidakpastian yang menyelimuti pasar, di mana banyak perusahaan mencari cara cepat untuk memperoleh akses ke pasar modal tanpa prosedur yang rumit.
Backdoor listing memungkinkan perusahaan yang sebelumnya tidak terdaftar untuk masuk ke bursa dengan mengakuisisi perusahaan publik yang sudah ada. Dengan metode ini, proses penawaran umum perdana (IPO) yang sering kali panjang dan mahal dapat dihindari.
Strategi ini dikenal juga dengan istilah reverse takeover atau reverse merger. Dalam strategi ini, perusahaan yang sebenarnya lebih kecil mengambil alih entitas yang lebih besar yang belum go public, sehingga mempermudah akses ke sumber dana.
Investasi Besar-Besaran dari China dalam Pasar Saham Indonesia
Sekarang ini, investasi besar-besaran dari negara China terlihat jelas dalam pasar saham Indonesia. Alih-alih mendirikan perusahaan baru, mereka lebih condong untuk melakukan akuisisi perusahaan yang sudah memiliki status publik.
Pandangan ini disampaikan oleh seorang analis, yang menekankan bahwa banyak emiten yang saat ini menjadi target akuisisi oleh investor dari China. Dengan memiliki perusahaan yang sudah terdaftar, mereka akan lebih mudah dalam mendapatkan dana dari publik.
Perusahaan yang tertutup, di sisi lain, harus mengandalkan strategi lainnya untuk mendapatkan dana. Dalam konteks ini, menjadi perusahaan terbuka sangat menguntungkan, terutama bagi mereka yang ingin mengumpulkan modal lebih cepat.
Pentingnya Tender Offer dalam Proses Backdoor Listing
Dalam kasus backdoor listing, tender offer berperan krusial untuk melindungi kepentingan pemegang saham yang sudah ada. Saat terjadi perubahan pengendali akibat akuisisi, regulasi membebankan kewajiban kepada pengendali baru untuk melakukan tender offer kepada pemegang saham publik yang ada.
Tender offer memberikan kesempatan bagi investor untuk menjual sahamnya dengan harga yang wajar sebelum ada perubahan besar dalam bisnis atau struktur kepemilikan perusahaan. Ini adalah langkah yang sangat penting untuk menjaga keadilan dan transparansi dalam pasar.
Proses ini juga berfungsi sebagai alat pengawasan untuk memastikan bahwa backdoor listing tidak digunakan hanya sebagai cara untuk menghindari regulasi IPO yang lebih ketat. Hal ini berkaitan dengan keterbukaan informasi dan tata kelola yang baik dalam perusahaan.
Langkah-Langkah Memilih Saham Backdoor Listing yang Tepat
Dalam sebuah webinar edukatif, langkah-langkah untuk menemukan saham dengan potensi backdoor listing dijelaskan secara rinci. Salah satu kriteria penting adalah mempertimbangkan sisi aset dari perusahaan tersebut.
Seorang analis menjelaskan bahwa memilih perusahaan dengan total aset di bawah Rp 100 miliar atau berkisar antara Rp 100 hingga Rp 400 miliar adalah pilihan yang bijak. Perusahaan dengan aset rendah lebih menarik bagi para akuisitor, karena biaya akuisisi menjadi lebih efisien.
Pertimbangan lain dalam memilih saham backdoor listing juga diungkapkan dalam webinar tersebut. Hal ini menjadi bahan diskusi dan analisis di kalangan peserta yang tertarik dengan strategi investasi ini.
Kelas Cuan sebagai Sarana Edukasi Keuangan yang Berharga
Kelas Cuan diadakan sebagai inisiatif untuk memberikan pendidikan finansial yang komprehensif kepada masyarakat dan investor. Peserta diberi kesempatan untuk belajar tentang bagaimana memanfaatkan kondisi pasar untuk meraih keuntungan, serta menganalisis saham berdasarkan pertumbuhan fundamental dan sentimen pasar.
Dalam Kelas Cuan, selain pemaparan informasi, peserta juga diberikan akses ke rekaman penuh webinar dan e-Certificate yang mencantumkan nama mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk kembali mempelajari materi yang telah disampaikan oleh para profesional.
Kegiatan ini tidak hanya membantu para peserta untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam mengenai dunia investasi, tetapi juga memperkuat pemahaman mereka terhadap risiko dan peluang yang ada di pasar. Dengan pengetahuan dan pelatihan yang tepat, diharapkan mereka dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik.




