- Menutup Celah di Pintu dan Jendela dengan Efektif
- Mengurangi Penggunaan Mesin Pengering Pakaian di Rumah
- Batasi Waktu Mandi Menggunakan Air Panas
- Matikan Perangkat Elektronik di Mode Standby
- Isolasi Tangki Air Panas untuk Efisiensi Energi
- Mengoptimalkan Konsumsi Energi di Dapur dengan Bijak
- Memilih Suhu Rendah Saat Mencuci Pakaian
- Menggunakan Mesin Cuci Piring Secara Efisien
- Beralih ke Mandi Shower Daripada Berendam di Bak
- Matikan Lampu Saat Tidak Digunakan dengan Disiplin
Menghemat energi di rumah bukan hanya tentang menekan pengeluaran bulanan, tetapi juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan. Dengan menerapkan beberapa kebiasaan sederhana, setiap orang dapat mengurangi jejak energi mereka tanpa perlu perombakan besar atau investasi mahal.
Kebanyakan pemborosan energi berasal dari kegiatan harian yang mungkin tampak sepele. Dengan kesadaran dan sedikit perubahan, kita bisa mengoptimalkan penggunaan energi di dalam rumah.
Berikut adalah sepuluh langkah praktis untuk menghemat energi di rumah tanpa kesulitan yang berarti, sehingga semua orang dapat langsung menerapkannya.
Menutup Celah di Pintu dan Jendela dengan Efektif
Celah yang ada di pintu dan jendela sering kali menjadi penyebab utama hilangnya suhu ruangan. Akibatnya, alat pendingin dan pemanas harus bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan.
Perlu diketahui, penggunaan AC dapat menghabiskan daya yang cukup besar, seperti AC ½ PK yang memerlukan ±300-500 watt atau bahkan 1 PK sekitar ±600-900 watt.
-
Untuk solusi yang terjangkau, kita dapat memasang karet seal di pintu dan jendela.
-
Penggunaan door stopper atau draft excluder juga sangat membantu.
-
Penting untuk memeriksa kusen yang mungkin sudah tidak rapat selama ini.
Langkah kecil ini tidak hanya menjaga suhu ruangan jadi lebih stabil, tapi juga bisa mengurangi tagihan listrik secara efektif.
Mengurangi Penggunaan Mesin Pengering Pakaian di Rumah
Mesin pengering pakaian adalah salah satu alat dengan konsumsi listrik paling tinggi dalam rumah. Agar tidak terlalu membebani tagihan, kita perlu mencari alternatif yang lebih hemat.
Memangkas waktu penggunaan mesin pengering dapat membantu menekan anggaran bulanan. Coba untuk mengeringkan pakaian secara alami, seperti menjemur di luar rumah ketika cuaca cerah.
Dengan cara ini, kita mengurangi penggunaan energi sembari memperpanjang umur pakaian yang kita cuci.
Batasi Waktu Mandi Menggunakan Air Panas
Mandi dengan air panas memang nyaman, tapi pemanas air membutuhkan energi yang cukup besar untuk menjaga suhu. Artinya, kita perlu bijak dalam menentukan durasi mandi.
Menjaga waktu mandi dalam batas yang wajar bisa sangat membantu. Dengan cara ini, semakin singkat durasi mandi, semakin sedikit energi yang digunakan.
Ditambah, setelah mandi, energi yang terbuang bisa dialokasikan untuk hal lain yang lebih penting.
Matikan Perangkat Elektronik di Mode Standby
Banyak perangkat elektronik di rumah yang tetap menyedot daya listrik meskipun tampaknya sudah mati. Ini dikenal dengan istilah phantom load.
Pengesanan konsumsi listrik hantu sangat penting untuk menjaga efisiensi energi. Mematikan perangkat sepenuhnya atau mencabutnya dari sumber listrik adalah langkah yang perlu diambil.
Dengan melakukannya, kita bisa memangkas konsumsi listrik secara signifikan dalam jangka waktu panjang.
Isolasi Tangki Air Panas untuk Efisiensi Energi
Jika menggunakan water heater bertangki, pastikan tangki tersebut dilapisi isolasi yang baik. Ini dapat membantu menjaga suhu air agar tetap hangat lebih lama.
Sistem isolasi yang baik memungkinkan mesin pemanas tidak perlu menyala secara berulang-ulang. Hasilnya, konsumsi energi jadi lebih stabil dan rendah.
-
Dengan cara ini, kita juga bisa mengurangi frekuensi pemanasan air.
-
Air panas akan bertahan lebih lama dan siap digunakan kapan pun diperlukan.
Mengoptimalkan Konsumsi Energi di Dapur dengan Bijak
Dapur adalah salah satu area dengan tingkat konsumsi energi tertinggi di rumah. Kebiasaan sederhana seperti mengisi ketel air sesuai kebutuhan dapat berperan besar dalam penghematan.
-
Perhatikan penggunaan alat masak seperti rice cooker dan kompor yang memiliki konsumsi daya cukup besar, antara 300-700 watt hingga 2.000 watt.
-
Hindari penggunaan alat masak saat setengah kosong, karena itu hanya membuang-buang energi.
-
Kesederhanaan dalam hal ukuran wadah juga berkontribusi pada penghematan energi.
Kegiatan ini membantu menurunkan konsumsi energi tanpa mengurangi kenyamanan saat memasak.
Memilih Suhu Rendah Saat Mencuci Pakaian
Kebanyakan energi yang digunakan oleh mesin cuci dialokasikan untuk memanaskan air. Oleh karena itu, memilih suhu yang tepat saat mencuci sangat penting.
-
Disarankan untuk mencuci pakaian harian pada suhu 30°C, yang sudah cukup efisien.
-
Pastikan mesin cuci beroperasi saat penuh untuk memaksimalkan penggunaannya.
-
Aktifkan mode eco jika tersedia untuk lebih menghemat energi.
Dengan cara ini, kita dapat menjaga lingkungan tanpa mengorbankan kebersihan pakaian.
Menggunakan Mesin Cuci Piring Secara Efisien
Saat menggunakan dishwasher, pastikan untuk hanya menyalakannya saat dalam kondisi penuh. Memaksimalkan siklus penggunaan sangat membantu dalam penghematan energi.
Satu siklus penuh jauh lebih hemat dibandingkan beberapa siklus kecil yang tidak efisien. Dengan pilihan ini, tidak hanya energi yang dihemat, tetapi juga air yang terbuang dapat ditekan.
Beralih ke Mandi Shower Daripada Berendam di Bak
Mandi berendam tentu memerlukan air panas lebih banyak dibandingkan shower. Dalam penggunaan harian, perbedaan ini sangat signifikan.
-
Untuk satu kali mandi di bathtub bisa memerlukan hingga 150 liter air, sementara shower hanya membutuhkan sekitar 40-60 liter saja.
Dengan beralih ke shower, kita tidak hanya menghemat energi tetapi juga melakukan penataan ulang sumber daya air yang lebih baik.
Matikan Lampu Saat Tidak Digunakan dengan Disiplin
Kebiasaan mematikan lampu saat tidak digunakan mungkin terdengar klasik, tetapi tetap memiliki dampak yang signifikan. Kedisiplinan dalam hal ini bisa menjadi kunci utama penghematan energi.
Penting untuk memastikan semua lampu siang dan malam mati saat tidak ada orang di ruangan. Menggabungkan beberapa langkah di atas, potensi penghematan energi ini bisa mencapai angka yang cukup besar.
| Skala | Estimasi |
| Minimal | Rp100.000/bulan |
| Moderat | Rp180.000/bulan |
| Maksimal | Rp300.000+/bulan |
| Tahunan | Rp1,2 juta – Rp3,6 juta |




