Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang memasuki Indonesia mencapai 15,38 juta kunjungan pada tahun 2025. Angka ini mengalami peningkatan signifikan sebesar 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan tren positif pasca-pandemi.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menegaskan bahwa angka kunjungan ini merupakan yang tertinggi sejak 2020. Hal ini menjadi indikasi bahwa sektor pariwisata Indonesia kembali menunjukkan daya tarik yang kuat bagi wisatawan internasional.
“Capaian kunjungan wisman di tahun 2025 ini merupakan capaian tertinggi dalam enam tahun terakhir atau sejak 2020,” ungkap Ateng dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada awal Februari.
Perbandingan Data Kunjungan Wisman Sebelum dan Sesudah Pandemi
Walaupun jumlah kunjungan yang dicatat pada tahun 2025 meningkat, angka tersebut masih belum setara dengan capaian tahun 2019. Pada tahun tersebut, Indonesia berhasil menarik 16,10 juta wisman, sehingga masih ada jarak yang perlu ditempuh untuk kembali ke kondisi normal.
Ateng menyebutkan bahwa perbandingan saat ini menunjukkan kemajuan, meskipun belum sepenuhnya pulih. “Kami menyadari bahwa terdapat sedikit perbedaan yang dapat diatasi seiring dengan meningkatnya kegiatan pariwisata,” jelasnya.
Secara keseluruhan, pemulihan kunjungan wisman menunjukkan optimisme bagi industri pariwisata. Terdapat harapan bahwa angka kunjungan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, mengingat banyak negara telah membuka kembali akses perjalanan.
Kebiasaan Belanja Wisatawan Mancanegara di Indonesia
Dari sisi pengeluaran, para wisatawan tercatat membelanjakan rata-rata US$1.267 per kunjungan. Angka ini mencerminkan daya tarik berbagai destinasi wisata dan pengalaman yang ditawarkan Indonesia kepada pengunjung mancanegara.
Pola belanja ini menunjukkan pergeseran perilaku wisatawan dalam memilih tempat tinggal dan kegiatan saat berlibur. Kebanyakan dari mereka menghabiskan lebih banyak waktu dan uang untuk menikmati atraksi maupun kuliner lokal, yang tentunya memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah.
Berdasarkan data, wisatawan dari kawasan ASEAN berkontribusi signifikan terhadap total kunjungan. Namun, pengeluaran terbesar datang dari wisatawan Eropa, yang biasanya menghabiskan waktu lebih lama di Indonesia, menjadikan mereka lebih produktif dalam hal kontribusi ekonomi.
Asal Negara Wisatawan yang Mengunjungi Indonesia
Berdasarkan analisis, sebagian besar wisatawan yang datang ke Indonesia berasal dari negara-negara tetangga di ASEAN. Data menunjukkan bahwa Malaysia menduduki posisi teratas dengan 2,63 juta kunjungan atau sekitar 17,2 persen dari total kunjungan yang tercatat.
Diikuti oleh Australia dengan 1,75 juta kunjungan, Singapura 1,52 juta, dan China dengan 1,34 juta kunjungan. Sementara itu, Timor Leste juga memberikan kontribusi yang signifikan dengan 1 juta kunjungan, menciptakan hubungan yang lebih erat antara kedua negara.
Jumlah pengunjung yang stabil dari negara-negara tersebut berfungsi untuk meningkatkan koneksi antarnegara. Ini memberikan peluang bagi pemerintah untuk lebih mengembangkan paket wisata yang menarik bagi wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Strategi untuk Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan
Pemerintah dan stakeholder terkait telah menyusun serangkaian strategi untuk meningkatkan kunjungan wisman di masa mendatang. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kualitas infrastruktur pariwisata, agar dapat bersaing di tingkat global.
Program promosi wisata juga menjadi salah satu langkah yang akan dioptimalkan. Penggunaan media sosial dan kampanye pemasaran digital diperkirakan akan menarik perhatian lebih banyak wisatawan untuk menjelajahi keindahan dan kekayaan budaya Indonesia.
Selain itu, kerjasama dengan pihak-pihak dalam industri penerbangan dan akomodasi juga sangat penting. Peningkatan aksesibilitas, seperti penerbangan langsung dari berbagai negara, diharapkan dapat menciptakan kenyamanan bagi wisatawan dalam merencanakan perjalanan mereka ke Indonesia.




