Data terbaru mencatat bahwa pertumbuhan pemanfaatan listrik di Bali mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2025. Penjualan listrik di Pulau Dewata tercatat mencapai 7.758 GWh, mengalami pertumbuhan sebesar 6,25 persen dibanding tahun sebelumnya.
Langkah ini menunjukkan komitmen kuat dari PLN untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Diharapkan, keberadaan listrik dapat mendukung berbagai aktivitas ekonomi dan sosial di Bali secara optimal.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Bali mengungkapkan pentingnya keandalan sistem kelistrikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan penyediaan listrik yang handal, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
Dalam keterangan resmi, pihak PLN menjelaskan bahwa listrik berfungsi sebagai fondasi untuk mendorong kegiatan usaha dan layanan publik. Semua ini berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Pulau Bali.
Pertumbuhan Ekonomi dan Penjualan Listrik pada Tahun 2025
Rincian penjualan listrik pada bulan Desember 2025 menunjukkan angka 695,12 GWh. Realisasi ini mencerminkan aktivitas ekonomi dan sosial yang semakin bergerak di Bali, seiring dengan pertumbuhan pelanggan yang terus bertambah.
Meningkatnya jumlah pelanggan yang tercatat menunjukkan bahwa pemanfaatan listrik semakin produktif. Hal ini berimplikasi positif terhadap pendapatan perusahaan, yang tercatat mencapai Rp10,12 triliun pada tahun yang sama.
Pendapatan yang meningkat sebesar 3,31 persen dibandingkan tahun lalu ini membuktikan bahwa listrik menjadi elemen utama dalam mendorong aktivitas ekonomi. Dengan pertumbuhan ini, peran listrik dalam meningkatkan produktivitas masyarakat makin terlihat.
Pihak PLN menilai bahwa pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa layanan kelistrikan telah memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. Listrik yang digunakan secara baik akan berpengaruh langsung pada peningkatan kualitas hidup individu dan usaha masyarakat.
Tren Positif Pelanggan dan Kualitas Layanan Listrik
Hingga akhir tahun 2025, jumlah pelanggan listrik di Bali bertambah sebanyak 107.069. Peningkatan daya tersambung yang mencapai 472,44 MVA menjadi indikator makin luasnya akses terhadap layanan listrik.
Dengan bertambahnya pelanggan, kualitas layanan juga terus dijaga melalui pemantauan dan evaluasi pemakaian listrik. Hal ini sangat krusial untuk memastikan keandalan sistem distribusi dan pelayanan yang optimal bagi pelanggan.
Pihak PLN menyatakan bahwa upaya pemantauan dilakukan agar sistem kelistrikan tetap beroperasi dengan baik. Melalui langkah-langkah ini, kebutuhan listrik masyarakat akan dapat dilayani secara berkelanjutan.
Dengan sistem yang terawat, PLN berharap akan memberikan kenyamanan lebih kepada masyarakat dalam menggunakan listrik. Kualitas pelayanan yang baik adalah salah satu prioritas untuk mencapai kepuasan pelanggan.
Rencana PLN untuk Masa Depan dan Infrastruktur Energi Bersih
Memasuki tahun 2026, PLN menyusun rencana untuk memperkuat pelayanan kelistrikan yang lebih adaptif. Perusahaan berkomitmen untuk mendukung pengembangan energi bersih yang ramah lingkungan di Bali.
Salah satu fokus kedepan adalah pengembangan transportasi berbasis listrik, yang akan membantu mengurangi emisi karbon. Dengan cara ini, PLN berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam pembangunan berkelanjutan di Pulau Dewata.
Keberlanjutan menjadi fokus utama PLN dalam menjalankan pelayanan kelistrikan. Dengan memastikan kualitas listrik yang baik, diharapkan masyarakat dapat menikmati kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.
PLN meyakini bahwa peran listrik sangat vital dalam semua aspek kehidupan. Oleh karena itu, mereka akan terus berinovasi untuk meningkatkan layanan dan infrastruktur kelistrikan di Bali.




