Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini memberikan pernyataan terkait kondisi pasar modal, khususnya mengenai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan signifikan. Penurunan tersebut terjadi pada Rabu (28/1/2026), memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pelaku pasar.
Dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, menteri menyatakan keyakinannya bahwa IHSG akan pulih dalam waktu dekat, dengan memperkirakan pemulihan ini akan terjadi dalam sepekan. Meski IHSG telah mengalami penurunan lebih dari 8%, Purbaya menilai ini merupakan efek dari sentimen teknis yang negatif.
Penyebab utama dari penurunan ini, menurut Purbaya, adalah pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti masalah serius terkait transparansi dan penilaian free float saham-saham Indonesia. Meskipun Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan perbaikan, hal ini masih dinilai kurang memadai.
“Cuman ini karena berita negatif tadi kan kita tidak dianggap transparan, free floatingnya nggak cukup besar, sehingga bisa dipermainkan harganya,” imbuh Purbaya dengan nada prihatin. Ia menekankan bahwa situasi ini membuat banyak investor kecil dirugikan.
Menurutnya, pergerakan pasar saat ini juga dipengaruhi oleh adanya “penggoreng saham” yang berkeliaran di bursa. Hal ini menjadikan pasar terasa tidak stabil, dan investor ritel yang mengikuti prinsip fundamental ekonomi menghadapi kesulitan. Purbaya menambahkan, fitur pasar yang tidak sehat seperti ini tidak dapat dibiarkan berlangsung lama.
Analisis Penyebab Anjloknya IHSG dan Dampaknya terhadap Investor
Purbaya mengungkapkan bahwa faktor-faktor teknis mempengaruhi penurunan IHSG yang cukup dalam. Sentimen negatif ini menyerang stabilitas pasar modal dan menciptakan keraguan di kalangan investor.
Pentingnya transparansi dalam trading saham menjadi sorotan utama, dan Purbaya menegaskan bahwa perluasan basis investor dan peningkatan transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan di pasar. Ini juga diperlukan agar investor kecil tidak merasa takut untuk berinvestasi.
Situasi ini menggambarkan bahwa fundamental ekonomi di Indonesia sebetulnya masih kuat. Komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi harus menjadi fokus utama agar situasi pasar tidak semakin memburuk.
“Secara fundamental, IHSG tidak seharusnya tertekan hingga seperti ini,” tegasnya. Menurut Purbaya, jika dasar-dasar ekonomi diperbaiki dengan serius, maka IHSG akan kembali mencerminkan pertumbuhan yang positif.
Namun, di sisi lain, pemulihan ini juga memerlukan kerjasama antara pemerintah, otoritas di sektor keuangan, dan pelaku pasar untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat. Dalam hal ini, Purbaya berharap investor dapat mengenali peluang dan tetap berpegang pada analisis fundamental dalam pengambilan keputusan investasi mereka.
Langkah-Langkah untuk Memperbaiki Kepercayaan Investor di Pasar Modal
Di tangan pemerintah dan otoritas yang berwenang, ada tanggung jawab untuk mengembalikan kepercayaan investor. Karena market sentiment sangat dipengaruhi oleh berita dan pernyataan yang beredar, komunikasi yang transparan adalah kunci untuk menghindari ketakutan di pasar.
Purbaya menyatakan bahwa sudah saatnya untuk memperkuat regulasi terkait saham dan meningkatkan pengawasan terhadap praktik trading yang merugikan. Ini penting agar investor merasa lebih aman ketika berinvestasi.
Strategi jangka pendek juga harus melibatkan langkah-langkah untuk mendukung sektor-sektor ekonomi yang tertekan. Misalnya, menawarkan insentif bagi perusahaan yang terdaftar di bursa agar lebih berkomitmen pada praktik bisnis yang transparan dan berkelanjutan.
Dengan melakukan reformasi ini, diharapkan akan terbentuk ekosistem yang lebih sehat bagi semua pelaku pasar. Purbaya optimis, jika langkah-langkah ini diambil secara konsisten, pasar modal akan segera bangkit dan memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan.
Dalam perspektif jangka panjang, penguatan fundamental ekonomi juga akan berkontribusi pada stabilitas pasar modal. Ini merupakan tanggung jawab bersama dari semua pihak untuk bekerja sama demi mencapai tujuan yang lebih besar dalam perkembangan ekonomi nasional.
Prediksi Pergerakan IHSG dan Tantangan yang Dihadapi
Purbaya memprediksi bahwa IHSG akan mulai menunjukkan tren pemulihan dalam waktu dekat, namun tantangan masih akan ada. Memperbaiki sentimen pasar adalah langkah pertama yang perlu diambil.
Tantangan lain yang dihadapi adalah penanganan penggoreng saham di pasar. Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan dan regulasi yang dapat mengurangi perilaku tersebut agar tidak merugikan investor ritel.
Di sisi lain, pelaku pasar juga perlu menyadari pentingnya keberadaan data pasar yang akurat dan real-time. Ini akan membantu mereka mengambil keputusan yang lebih tepat dalam investasi.
Purbaya menegaskan, bahwa secara keseluruhan, fokus utama adalah bagaimana membangun ekonomi yang solid dan memberikan ruang bagi pertumbuhan IHSG yang berkelanjutan. Ia optimis bahwa dengan kerjasama semua pihak, tantangan yang ada akan bisa dilalui.
Dengan demikian, ke depan diharapkan pasar modal Indonesia dapat kembali ke jalur pertumbuhan yang positif, memberikan manfaat bagi semua pelaku pasar dan perekonomian secara keseluruhan.




