- Menjadi Reseller atau Dropshipper, Pilihan Mudah bagi Ibu Rumah Tangga
- Usaha Jualan Pulsa dan PPOB, Pendapatan Pasif yang Menjanjikan
- Menjual Gorengan, Bisnis Sederhana yang Menguntungkan
- Toko Kelontong, Usaha Kecil dengan Potensi Besar
- Jasa Laundry Rumahan, Solusi untuk Kesibukan Harian
- Bisnis Tanaman Hias, Tren yang Menguntungkan
- Jasa Penitipan Anak, Usaha yang Penuh Rasa Tanggung Jawab
- Reseller Produk Kecantikan, Peluang dalam Industri yang Berkembang Pesat
Di tahun 2026, semakin banyak ibu rumah tangga yang memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi usaha dari rumah tanpa mengabaikan kewajibannya dalam mengurus keluarga. Penting untuk memilih ide usaha yang sesuai dengan kemampuan dan situasi agar bisa meraih kesuksesan dengan mudah.
Setiap ibu rumah tangga memiliki keahlian dan minat yang bervariasi, sehingga banyak pilihan usaha yang bisa dijajaki. Dari modal kecil hingga besar, potensi keuntungan pun bisa beragam, bergantung pada jenis usaha yang dipilih.
Berikut ini adalah 30 ide usaha rumahan yang realistis dan menguntungkan, lengkap dengan estimasi modal dan potensi omzet, serta beberapa tips untuk memulai.
Menjadi Reseller atau Dropshipper, Pilihan Mudah bagi Ibu Rumah Tangga
Menjual barang sebagai reseller atau dropshipper adalah salah satu ide usaha yang paling mudah untuk dijalankan oleh ibu rumah tangga. Modal yang diperlukan pun sangat minim, biasanya hanya dengan memanfaatkan perangkat seluler dan koneksi internet.
Estimasi omzet yang bisa diraih berkisar antara Rp2-5 juta per bulan. Namun, perlu diingat bahwa ada risiko seperti barang yang tidak laku atau masalah reputasi dari supplier.
Untuk memitigasi risiko tersebut, sangat dianjurkan untuk memilih supplier yang terpercaya dan fokus pada niche produk tertentu. Dengan cara ini, promosi pun bisa lebih terarah, baik melalui media sosial maupun grup komunitas.
Usaha Jualan Pulsa dan PPOB, Pendapatan Pasif yang Menjanjikan
Usaha jualan pulsa atau PPOB kini semakin menjamur dan menawarkan potensi pendapatan yang menjanjikan. Modal awal yang dibutuhkan sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk menjadi agen resmi, sehingga cukup terjangkau.
Estimasi omzetnya sekitar Rp1-3 juta per bulan. Namun, ada risiko seperti kesalahan transaksi atau saldo e-wallet yang bisa habis. Oleh karena itu, penting untuk mencatat transaksi harian dan selalu mengecek sebelum melakukan pembayaran.
Selain itu, promosi kepada tetangga dan lingkungan sekitar juga sangat membantu dalam meningkatkan penjualan. Dengan melakukan hal ini, usaha Anda dapat berkembang lebih cepat.
Menjual Gorengan, Bisnis Sederhana yang Menguntungkan
Bisnis menjual gorengan adalah pilihan yang realistis bagi ibu rumah tangga yang suka memasak. Dengan modal sekitar Rp200-500 ribu, Anda dapat dengan mudah memulai usaha ini.
Estimasi omzet yang dapat diperoleh berkisar antara Rp1,5-3 juta per bulan. Namun, risiko seperti produk basi atau tidak laku bisa terjadi, sehingga strategi produksi dalam batch kecil dan penjualan saat ramai sangat penting.
Memilih menu gorengan yang populer juga akan meningkatkan peluang sukses. Promosi di lingkungan sekitar dan mencatat stok serta penjualan harian akan sangat membantu dalam mengatur usaha.
Toko Kelontong, Usaha Kecil dengan Potensi Besar
Membuka toko kelontong di kawasan tempat tinggal adalah ide yang tak kalah menarik. Modal sekitar Rp2-5 juta diperlukan untuk memulai, tergantung pada barang yang akan dijual.
Dengan estimasi omzet antara Rp3-6 juta setiap bulan, risiko yang ada bisa berupa barang yang tidak laku atau modal terikat. Oleh karena itu, analisis kebutuhan lingkungan sebelum mengambil stok barang sangat dianjurkan.
Menyesuaikan produk dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar akan sangat membantu dalam menarik pelanggan. Jangan lupa untuk mencatat penjualan setiap hari sebagai bagian dari pengelolaan usaha.
Jasa Laundry Rumahan, Solusi untuk Kesibukan Harian
Usaha laundry semakin diminati, terutama di kalangan ibu rumah tangga. Dengan modal awal sekitar Rp3-5 juta, Anda bisa membuka jasa laundry di rumah.
Estimasi omzet bisa mencapai Rp2-5 juta per bulan, meski ada risiko barang hilang atau rusak. Mengambil langkah seperti menyimpan foto barang saat masuk dan memberikan tanda terima dapat membantu mitigasi risiko tersebut.
Penting untuk menentukan tarif yang sesuai dan memiliki sistem pick-up dan delivery yang terorganisir agar pelanggan merasa puas dengan layanan yang diberikan.
Bisnis Tanaman Hias, Tren yang Menguntungkan
Menjual tanaman hias menjadi pilihan usaha yang semakin populer. Dengan modal sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta, Anda bisa memulai bisnis ini dengan berbagai jenis tanaman yang menarik.
Estimasi omzet yang bisa diraih sekitar Rp1,5-3 juta sebulan. Namun, risiko yang ada termasuk tanaman mati atau tren yang cepat berubah. Oleh karena itu, penting untuk memilih tanaman yang mudah dirawat dan terus memberikan edukasi kepada pembeli.
Membuat display tanaman di halaman rumah dan melakukan promosi baik secara offline maupun online dapat meningkatkan penjualan. Pastikan juga untuk memberikan tips perawatan kepada pelanggan.
Jasa Penitipan Anak, Usaha yang Penuh Rasa Tanggung Jawab
Dengan semakin banyaknya orang tua yang bekerja, jasa penitipan anak menjadi kebutuhan yang terus meningkat. Modal awal yang diperlukan sangat sedikit, seringkali tidak lebih dari Rp500 ribu.
Estimasi omzet dari usaha ini bisa mencapai Rp2-4 juta per bulan. Namun, risiko tanggung jawab tinggi dan keamanan anak perlu dipertimbangkan dengan serius. Lingkungan yang aman dan komunikasi yang jelas dengan orang tua sangat penting.
Penyediaan area yang bersih dan nyaman, serta pengaturan kapasitas anak yang tepat juga harus diperhatikan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Reseller Produk Kecantikan, Peluang dalam Industri yang Berkembang Pesat
Jualan produk kecantikan memberikan peluang besar di pasar yang terus berkembang. Dengan modal minimal, Anda bisa menjual produk skincare atau makeup tanpa harus menyimpan stok barang.
Estimasi omzet mencapai Rp2-4 juta per bulan, tetapi risiko seperti produk yang kedaluwarsa atau review negatif dari pelanggan menjadi perhatian utama. Seleksi supplier yang terpercaya dan fokus pada satu kategori akan membantu menjaga reputasi usaha.
Promotion through social media can really connect you with potential buyers, and keeping an accurate record of transactions helps in fostering trust with customers.




