Rencana penerapan pajak kekayaan bagi miliarder di negara bagian California, Amerika Serikat, telah menimbulkan beragam reaksi dari tokoh bisnis global. Di tengah dinamika ini, berbagai pendiri perusahaan besar mulai mempertimbangkan untuk memindahkan entitas bisnis mereka ke negara bagian lain agar terhindar dari kewajiban pajak yang lebih tinggi.
Beberapa miliarder, seperti Sergey Brin dan Larry Page dari Google, telah mengisyaratkan niat untuk pergi demi melindungi aset mereka. Namun, mengejutkan banyak pihak, respon pendiri dan CEO Nvidia, Jensen Huang, berbeda; ia tidak terlalu memikirkan potensi pajak yang bisa dikenakan padanya.
Dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai sekitar US$161 miliar, Huang berada di urutan kedelapan sebagai orang terkaya di dunia. Jika kebijakan ini diterapkan, ia berisiko membayar pajak satu kali sebesar 5%, kira-kira setara Rp 135 triliun.
Pajak Kekayaan: Apa yang Dipertaruhkan Singkatnya?
Usulan pajak ini pertama kali diajukan pada November 2025 oleh serikat pekerja sektor kesehatan dan mendapat dukungan dari sejumlah legislator progresif. Inisiatif ini dirancang untuk menyasar sekitar 200 miliarder di California dan diperkirakan dapat menghasilkan penerimaan pajak hingga US$100 miliar.
Alokasi dana yang diperoleh dari pajak ini direncanakan untuk menutup defisit anggaran kesehatan yang melonjak serta mendanai pendidikan publik dan program bantuan sosial. Hal ini menunjukkan niatan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial di tengah kesenjangan yang semakin lebar.
Namun, agar inisiatif ini bisa terwujud, dibutuhkan lebih dari 870.000 tanda tangan untuk mendorong pemungutan suara pada November 2026. Pengibilan suara ini penting untuk menentukan nasib pajak kekayaan tersebut di mata publik.
Respons dari Miliarder dan Komunitas Bisnis
Jensen Huang mengungkapkan sikap positifnya terhadap pajak ini dengan mengatakan bahwa ia siap untuk membayar sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam wawancara, ia menyebutan tidak merasa terbebani oleh pajak yang mungkin harus dibayar dan lebih memilih untuk fokus pada keberadaan perusahaannya di Silicon Valley.
Meski Huang bersikap optimis, banyak miliarder yang lain tidak sependapat. Mereka khawatir bahwa pajak kekayaan ini dapat memaksa mereka untuk menjual sebagian besar saham perusahaan demi memenuhi kewajiban pajak tersebut. Ini bisa berdampak buruk bagi kestabilan perusahaan dan ekonomi secara keseluruhan.
Pendiri Orin Luckey dari Anduril bahkan menyebut bahwa pajak ini mungkin menciptakan tekanan bagi para miliarder untuk mencari likuiditas yang lebih besar serta menciptakan ketidakpastian di pasar.
Potensi Dampak Pajak Kekayaan terhadap Ekonomi California
Para pengkritik berargumen bahwa pajak ini bisa memicu migrasi besar-besaran miliarder serta perusahaan dari California. Pernyataan ini didukung oleh tindakan beberapa miliarder yang sedang mempertimbangkan untuk pindah demi menghindari pajak, seperti yang dilaporkan oleh konglomerat terkemuka.
Namun, pendukung inisiatif tersebut mengacu pada beberapa studi yang menunjukkan bahwa adanya pajak yang lebih tinggi tidak selalu berarti bahwa orang-orang kaya akan hijrah dari lokasi tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa situasi ini memiliki kedalaman yang lebih kompleks daripada tampak di permukaan.
Di sisi lain, ketegangan seperti ini mencerminkan pertarungan antara kepentingan ekonomi individu dan tanggung jawab sosial yang lebih luas. Permasalahan pajak kekayaan dapat menjadi jembatan bagi diskusi yang lebih mendalam mengenai keadilan sosial dalam sistem ekonomi modern.
Melihat kekayaan Huang yang sebagian besar berasal dari kepemilikan saham Nvidia, yang memiliki valuasi pasar lebih dari US$4,6 triliun, kita dapat memahami posisinya di pasar. Permintaan chip AI yang melambung membuat Nvidia semakin berpengaruh, sehingga respons Huang terhadap pajak kekayaan ini mungkin berbeda dari miliarder lainnya.
Sikap Huang menonjol di tengah ketidakpastian yang mengelilingi pajak ini, dan bisa jadi memberikan perspektif berbeda bagi para pengusaha lainnya dalam industri teknologi. Bagaimana kebijakan ini akan berlanjut masih menjadi perdebatan terbuka, tetapi yang jelas, ini adalah langkah berani dari pemerintah California.
Dari sudut pandang yang lebih luas, pajak kekayaan ini menggambarkan tantangan besar bagi kebijakan publik di era modern. Dalam konteks pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dan semakin besarnya kesenjangan antar individu, pajak ini menjadi isu sentral yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.




