Pada 23 Desember 2025, sebuah insiden merugikan terjadi terkait upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh Pandawara Group di Jawa Barat. Fasilitas bernama trash barrier yang dirancang untuk menjaga kebersihan sungai mengalami kerusakan akibat pencurian besi yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Penghalang sampah tersebut dipasang di Sungai Citarum, tepatnya di Jl. Lembang Kuntit, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Tujuannya adalah untuk mencegah limbah domestik masuk lebih jauh ke dalam aliran sungai yang lebih besar dan mempengaruhi kualitas air di sekitarnya.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, pihak Pandawara segera meneliti situasi di lapangan. Muchamad Ikhsan Destian, anggota Pandawara, menyatakan bahwa tindakan pencurian ini sangat merugikan dan berdampak besar terhadap ekosistem lokal.
Tim Pandawara menemukan alat penyaring sampah tersebut telah dirusak. Hal ini menunjukkan pengabaian dan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan. Sebagian besar besi yang diambil sekitar 3 hingga 4 meter, yang berarti ancaman tambahan bagi kestabilan ekosistem di daerah tersebut.
Dengan hilangnya material tersebut, fungsi utama dari penghalang sampah yang telah dipasang secara susah payah menjadi tidak efektif. Akibatnya, aliran sampah mulai kembali tanpa adanya saringan, menambah masalah polusi di Sungai Citarum.
Pentingnya Trash Barrier untuk Kualitas Air Sungai
Trash barrier berfungsi sangat penting dalam menjaga kualitas air di sungai. Alat ini dirancang untuk menangkap dan menahan sampah agar tidak mengalir lebih jauh ke bagian sungai yang vital. Dengan demikian, sanitasi air bisa lebih terjaga untuk lingkungan sekitarnya.
Sungai Citarum merupakan salah satu sungai dengan tingkat pencemaran yang tinggi. Pihak Pandawara berharap dengan pemasangan alat ini, dampak negatif dari limbah bisa diminimalisir. Namun, kerusakan yang terjadi membuat semua usaha itu menjadi sia-sia.
Air yang tercemar tidak hanya berbahaya bagi ekosistem akuatik tetapi juga berisiko bagi kesehatan masyarakat yang bergantung pada sungai tersebut. Mengingat pentingnya air bersih, tindakan pencurian ini menunjukkan kurangnya kesadaran dalam komunitas.
Adanya alat seperti trash barrier dapat mempermudah proses pemantauan dan pengelolaan sampah di sungai. Ketika alat ini tidak berfungsi, upaya untuk menjaga kebersihan sungai menjadi jauh lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk memperbaikinya.
Dampak Lingkungan dari Kerusakan Trash Barrier
Kerusakan pada trash barrier yang terjadi sangat berdampak pada ekosistem di hilir sungai. Dengan hilangnya besi penghalang, sampah sekarang dapat mengalir bebas, menyebabkan pencemaran yang lebih luas. Ini dapat mengakibatkan kerugian bagi flora dan fauna di sekitar sungai.
Selain itu, sampah yang mengalir ke sungai dapat menyebabkan masalah lainnya, seperti penyumbatan jalur air. Ketika sampah menumpuk, risiko banjir di area sekitar juga meningkat. Hal ini dapat sangat mengganggu kehidupan masyarakat yang tinggal di dekat sungai.
Apa yang terjadi juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai penegakan hukum terkait pencurian dan kerusakan fasilitas umum. Kesadaran akan nilai pelestarian lingkungan harus lebih ditingkatkan agar masyarakat lebih peduli dan tidak mengganggu upaya ini.
Kerusakan ini mencerminkan tantangan besar dalam upaya menjaga kebersihan sungai. Selain investasi dalam fasilitas fisik, dibutuhkan juga kesadaran sosial dan pendidikan untuk mendorong tindakan positif dari masyarakat sekitar.
Upaya Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan
Di tengah tantangan yang ada, upaya pelestarian lingkungan tetap harus dilanjutkan. Komunitas di sekitar Sungai Citarum perlu dilibatkan dalam berbagai inisiatif yang dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas umum harus diperkuat.
Kesadaran lingkungan dapat dibangun melalui pendidikan yang efektif. Sumber daya, seperti kampanye mengenai pendidikan lingkungan dan pengelolaan sampah, bisa menjadi bagian dari solusi. Melibatkan anak-anak dan remaja dalam kegiatan bersih-bersih sungai bisa memberikan dampak positif di masa mendatang.
Komitmen dari organisasi lokal juga sangat membantu dalam usaha pemeliharaan fasilitas. Kolaborasi antara kelompok masyarakat, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk menjaga kebersihan sungai.
Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan kesadaran akan pentingnya trash barrier dan alat pelestarian lainnya dapat tumbuh. Menyadari bahwa setiap individu bertanggung jawab terhadap lingkungan adalah langkah awal untuk mencegah tindakan pencurian tersebut terjadi lagi.




