Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
Icconsultant
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
No Result
View All Result
Icconsultant
No Result
View All Result
Home Style

Uang Primer Tumbuh 14,3% di April 2026 menurut BI

Merry by Merry
May 9, 2026
in Style
0
Uang Primer Tumbuh 14,3% di April 2026 menurut BI
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini melaporkan mengenai perkembangan uang primer atau base money (M0) adjusted untuk bulan April 2026. Pertumbuhan M0 ini tercatat mencapai 14,3% secara tahunan, yang menghasilkan total sebesar Rp2.232,2 triliun, meski mengalami pelambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan yang tercatat pada bulan Maret yang mencapai 16,8%.

You might also like

Cara BI Mengatasi Dampak Dolar Rp17800 Terhadap Kenaikan Harga Barang Impor

Tak Lunasi Utang Rp381 Juta, Perusahaan Terkait Adhi Karya Masuk PKPU

Pemilik Kresna Life Ditangkap, Bos OJK Berikan Keterangan Resmi

Pertumbuhan uang primer ini didorong oleh kenaikan giro bank umum yang mengalami kenaikan hingga 21,6% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, pertumbuhan uang kartal juga turut memberikan kontribusi positif dengan peningkatan sebesar 14,6% dalam periode yang sama.

Dalam siaran persnya, BI menegaskan bahwa pertumbuhan M0 ini telah mempertimbangkan dampak dari insentif likuiditas yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada pertumbuhan yang positif, likuiditas di pasar keuangan mulai menunjukkan tanda-tanda stabilitas di tengah tekanan global yang tetap membayangi perekonomian.

Analisis Pertumbuhan Uang Primer dan Dampaknya

Perkembangan uang primer dapat menjadi indikator penting bagi kesehatan ekonomi suatu negara. Dalam konteks ini, angka yang dirilis oleh BI menunjukkan bahwa pertumbuhan tetap kuat, walaupun ada pelambatan. Stabilitas ini perlu diperhatikan mengingat tekanan dari faktor eksternal yang dapat mempengaruhi perekonomian domestik.

Pertumbuhan yang masih berada di angka dua digit itu menandakan bahwa seiring dengan meningkatnya giro bank, pertumbuhan uang kartal juga menunjukkan kinerja yang baik. Ini memberikan gambaran positif mengenai kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan yang ada.

Berdasarkan laporan terbaru, meskipun ada faktor pelambatan, ketahanan likuiditas di pasar menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan moneter BI berhasil menjaga arus uang. Oleh karena itu, pemantauan berkelanjutan terhadap pertumbuhan M0 adjusted menjadi penting untuk memastikan bahwa perekonomian tetap berada dalam jalur yang positif.

Peran Uang Primer dalam Ekonomi Domestik

Uang primer, atau M0, merupakan jenis uang yang paling likuid di perekonomian, mencakup uang tunai yang beredar serta simpanan giro di bank. Uang primer memainkan peran vital dalam mendukung kegiatan ekonomi sehari-hari, mulai dari transaksi hingga investasi.

Kehadiran uang kartal yang cukup mampu memberikan dorongan pada kegiatan transaksi di masyarakat. Semakin banyak uang yang beredar, semakin banyak kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan, yang pada gilirannya bisa mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Selain itu, simpanan giro di bank juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari uang primer. Dengan pertumbuhan yang signifikan pada giro bank umum, ada indikasi bahwa masyarakat mulai lebih aktif dalam menabung, yang berpotensi meningkatkan likuiditas dan stabilitas perekonomian di dalam negeri.

Perubahan Metode Penghitungan M0 Adjusted oleh Bank Indonesia

Penting untuk dicatat bahwa perubahan dalam metode penghitungan M0 adjusted dilakukan oleh BI sejak Januari 2025. Tujuan dari perubahan ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi likuiditas di perbankan.

Dengan pendekatan baru ini, semua efek dari insentif likuiditas yang diberikan oleh bank sentral sudah diperhitungkan, yang memungkinkan evaluasi yang tepat terhadap kebijakan moneter yang diterapkan. Ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam bagi para pengambil kebijakan.

Penerapan metode baru ini diharapkan bisa membantu BI dalam merumuskan langkah-langkah kebijakan yang lebih efektif di masa mendatang. Dalam jangka panjang, ini diharapkan mampu menghadapi tantangan perekonomian yang ada, termasuk tantangan dari tekanan eksternal.

Tags: AprilMenurutPrimerTumbuhUang
Share30Tweet19
Merry

Merry

Recommended For You

Cara BI Mengatasi Dampak Dolar Rp17800 Terhadap Kenaikan Harga Barang Impor

by Merry
June 24, 2026
0
Cara BI Mengatasi Dampak Dolar Rp17800 Terhadap Kenaikan Harga Barang Impor

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini mengungkapkan langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi dampak negatif dari peningkatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap inflasi impor. Ini menjadi perhatian utama...

Read more

Tak Lunasi Utang Rp381 Juta, Perusahaan Terkait Adhi Karya Masuk PKPU

by Merry
June 24, 2026
0
Tak Lunasi Utang Rp381 Juta, Perusahaan Terkait Adhi Karya Masuk PKPU

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) kini menghadapi tantangan serius akibat gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Tiyang Tehnik Seisoku, salah satu kontraktor mereka....

Read more

Pemilik Kresna Life Ditangkap, Bos OJK Berikan Keterangan Resmi

by Merry
June 23, 2026
0
Pemilik Kresna Life Ditangkap, Bos OJK Berikan Keterangan Resmi

Jakarta menjadi sorotan ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkonfirmasi tentang pemulangan tersangka dalam kasus pidana pasar modal, penipuan, dan pencucian uang. Kasus ini melibatkan Michael Steven, pemilik Kresna...

Read more

4 BUMN Laporkan Penggunaan Dana PMN untuk Keperluan Ini

by Merry
June 23, 2026
0
4 BUMN Laporkan Penggunaan Dana PMN untuk Keperluan Ini

Penyertaan modal negara (PMN) dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi sorotan utama dalam rapat antara BUMN dan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Pada tahun...

Read more

IHSG Melemah ke 6.100-an Menjelang Pengumuman MSCI

by Merry
June 22, 2026
0
IHSG Melemah ke 6.100-an Menjelang Pengumuman MSCI

IHSG masih mengalami penurunan pada perdagangan awal minggu ini, menunjukkan kekhawatiran pasar yang melanda investor. Pada hari ini, Senin (22/06/2026), IHSG tercatat melemah hingga 0,87% dan berada di...

Read more
Next Post
AirAsia Luncurkan Maskapai Baru dengan Pendanaan dari Obligasi Rp 10 Triliun

AirAsia Luncurkan Maskapai Baru dengan Pendanaan dari Obligasi Rp 10 Triliun

Related News

Rupiah Terlemah, Bank Jual Dolar di Atas Rp18000

Rupiah Terlemah, Bank Jual Dolar di Atas Rp18000

May 27, 2026
Ariyanto Tetap Divonis 16 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Hakim

Ariyanto Tetap Divonis 16 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Hakim

June 9, 2026
Walkot Jogja Bakal Bertemu Ahli Waris Mengenai Penjualan Rumah Prof Sardjito

Walkot Jogja Bakal Bertemu Ahli Waris Mengenai Penjualan Rumah Prof Sardjito

May 15, 2026

Browse by Category

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno
icconsultant-logo

Icconsultant.co.id - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya.

CATEGORIES

  • Ekonomi
  • Finansial
  • Market
  • Style
  • Tekno

BROWSE BY TAG

Akan Bank Bos Dalam dan Dari dengan Dolar DPR Dunia Emas Harga IHSG Indonesia Ini Investasi Jadi Jakarta Karena Kasus Menjadi Minyak MSCI Naik OJK oleh Orang Pasar Persen Polisi Prabowo Rupiah Saat Saham Setelah Tahun Terhadap Terkait Tidak Triliun Turun Uang untuk Warga yang

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Contact Us

© 2026 - Berita Ekonomi Dan Bisnis Terpercaya icconsultant.co.id.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?